• News

  • Singkap Budaya

Bosan Gaduh Celana Cingkrang? Cobalah Celana Komprang dari Betawi

Pakaian adat Betawi
foto: istimewa
Pakaian adat Betawi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Khalayak umum hingga kini masih menggunjingkan tentang keberadaan celana cingkrang yang dipersoalkan oleh Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi.

Kegaduhan terjadi setelah Menag menyindir masalah busana di instansi pemerintah, dan berencana melakukan larangan cadar atau niqab serta celana cingkrang masuk ke instansi milik pemerintah.

Menag sempat meminta maaf karena pernyataan yang terlontar menjadi polemik. Dia mengatakan mengeluarkan pernyataan tersebut agar menjadi gaung sebelum peraturan dikeluarkan ataupun agar masyarakat ingat peraturan-peraturan yang ada.

Dia memberi contoh soal larangan menggunakan cadar di lingkungan instansi pemerintahan. Demikian juga sorotan dia tentang celana cingkrang atau celana gantung. Wacana tersebut dilontarkan karena PNS memang memiliki aturan berpakaian.

Sayangnya, klarifikasi yang disampaikan belum juga meredam berbagai pihak yang hingga kini merasa terusik dengan pernyataan tersebut.

Terlepas dari polemik antara kebebasan berekspresi, hak asasi, negara terlalu memasuki wilayah privat, dan sebagainya, kali ini Netralnews ingin mengajak khalayak banyak menengok kembali hasil budaya masyarakat Betawi berupa celana komprang.

Celana khas dari Betawi ini biasa disebut juga celana Boim. Modelnya sangat unik yakni mempunyai desain longgar sehingga dalam bahasa Betawi disebut Komprang.

Jenis celana ini pernah populer sekali di kalangan anak muda karena sering dipakai oleh si Boim (artis Harry D' Fretes) dalam setiap penampilan grup mereka di layar televisi lewat acara "Lenong Rumpi."

Acara pertunjukkan itu selalu dinantikan masyarakat karena latar budaya dan alur cerita komedi Betawi. Salah satu akibatnya, masyarakat selalu mengingat dan mengenang celana yang dikenakan si Boim menjadi “celana Boim”.

Mengapa Netralnews menyandingkanya dengan celana cingkrang? Sebab, celana boim dahulu juga biasa digunakan sehari-hari mulai dari mengaji, latihan pukulan (pencak silat), dan kebiatan lain yang terkait dengan budaya Betawi.

Adapun motif dari celana ini yaitu khas Betawi seperti: Motif Burung hong, motif bambu, bukan motif parang.

Bahkan dahulu banyak pula orang Belanda di Batavia yang senang memakainya ketika mereka bersantai di rumah.

Seiring perkembangan zaman, celana boim juga dipadu dengan kain batik. Saat ini banyak sekali celana boim dari bahan batik dijual secara online.

Dengan motif batik, celana boim terkesan menjadi lebih kaya nuansa. Selain indah, menjunjung budaya bangsa, juga kental dengan nuansa sejarah Betawi.

Celana boim batik akan terasa adem dan nyaman bila menggunakan bahan katun. Bagi Anda yang jengah dengan celana cingkrang, tak ada salahnya jika mau menggunakan model celana yang kaya budaya ini.

Editor : Taat Ujianto