• News

  • Singkap Budaya

Penuhi Syarat Mengawini Gadis Dayak, jika Tidak, Berbahaya

Perkawinan adat suku Dayak
Museum Balangan/Hokky Situngkir
Perkawinan adat suku Dayak

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Bagaimanakah jika seorang pria ingin menikahi gadis Dayak? Adakah syarat-syarat khusus yang meski dipenuhi? Bila syarat tak dipenuhi, apa akibatnya?

Menukil catatan tentang upacara pernikahan masyarakat Dayak, koleksi Museum Balangan, Palangkaraya, disebutkan bahwa sebelum melangsungkan pernikahan, akan ada ritual yang bernama perjanjian nikah.

Perjanjian meminang (misek) itu disebut Maja Misek. Maja Misek dimaksudkan untuk membuat ikatan tertulis sebelum memasuki hari pernikahan.

Item-item yang disepakati meliputi agama atau keyakinan untuk melangsungkan resepsi pernikahan, penentuan waktu, dan penentuan tempat pelaksanaan pernikahan, serta penentuan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pihak laki-laki serta sanksi jika pernikahan batal.

Syarat-syarat pernikahan yang dituangkan dalam surat perjanjian kawin yaitu jujuran (palaku), sarung atau kain panjang (sinjang entang dan lapik luang), kain hitam (tutup uwan), uang (timbuk tangga), tikar (birang amak), makanan dan minuman (bulau ngandung) tuak (rapin tuak), gong (garantung kuluk pelek), batun kaja, seperangkat alat tidur, seperangkat alat makan dan minum, dan beberapa syarat lain.

Puncak acara perkawinan adalah resepsi. Namun, sebelum resepsi perkawinan dilaksanakan diadakan penagihan syarat pernikahan sesuai perjanjian kawin yang telah disepakati oleh keluarga kedua mempelai pada saat maja misek.

Penagihan syarat pernikahan (jalan hadat) disebut Haluang Hapelek. setelah itu dilakukan ritual pengkuhan kedua mempelai (Manyaki Mamalas Panganten).

Kelengkapan ritual pernikahan menurut adat perkawinan di antaranya, bokot (sangku), gong (garantung), apar, piring, gelas, mangkok, dan perlengkpan alat hidup sehari-hari.

Lalu bagaimana jika syarat tak dipenuhi? Otomatis batal, atau bagaimana?

Seperti lazimnya sistem pernikahan adat lain, suku Dayak juga mengatur hal-hal yang tidak diharapkan namun kadang terjadi.

Salah satu yang tak diharapkan adalah jika sampai syarat tak dipenuhi maka akan mengundang bahaya bagi pihak calon mempelai laki-laki, yakni dipastikan akan dibatalkan

Oleh sebab itu, penentuan syarat dan bagaimana memenuhinya wajib diperhatikan bagi kalian yang ingin menikah dengan gadis dayak.

Bila syarat dipenuhi, maka otomatis, kegembiraan dan kebahagiaan bersama gadis pujaan dengan sendirinya akan datang.

Untuk ritual adat, pesta pernikahan adat dayak setidaknya terbagi dalam beberapa tahapan prosesi. Pertama, Miah yang berarti melakukan penjemputan kepada calon pengantin oleh orang tua beserta kerabat keluarga yang meminang.

Kedua, nincong yang merupakan upacara penyambutan calon pengantin dan rombongan secara meriah, ditandai dengan adanya bunyi tembakan lantak dan gong.

Ketiga, mibu yang merupakan pembacaan doa agar segala kehidupan setelah pernikahan diberi keselamatan dan kebahagiaan. Pembacaan doa tersebut dilakukan sambil mengayun-ayunkan seekor ayam dengan sesekali mencabut bulu leher ayam tersebut.

Keempat, para rombongan dan para tamu undangan akan beristirahat sejenak yang diisi dengan saling mengobrol dan menyantap hidangan yang telah disediakan.

Kelima, nomar kobaya yang merupakan puncak acara, yang terdiri atas beberapa tahapan, di antaranya bersanding (kedua calon pengantin akan duduk diapit oleh kedua orang tua), mpau (dipanggilnya seluruh tamu undangan yang hadir oleh tetua masyarakat agar berkumpul, dengan membunyikan gong terlebih dahulu dan diakhiri dengan penjelasan tentang acara nomar kobaya), mibu (pembacaan doa selamat), mpori daun bisan (disahkannya kedua mempelai sebagai suami istri, diikuti dengan pembagian daging babi kepada orang tua dan kerabat dekat).

Berikutnya ngajar yakni pemberian nasihat yang dilakukan oleh pemuka masyarakat atau anggota keluarga yang dituakan.

Terakhir, yaitu mpori manu. Prosesi ini adalah untuk mengembalikan hak-hak ke dalam keluarga yang akan menjalani rumah tangga, seperti misalnya disepakatinya hak waris.

Mpori manu umumnya dilakukan setelah disahkannya perkawinan yang kemudian disepakati oleh kedua belah pihak.

Editor : Taat Ujianto
Sumber : Dirangkum dari berbagai sumber