• News

  • Singkap Budaya

Ternyata, Orang Jawa Bisa Jelaskan Roh Halus dari Orang yang Meninggal

Ilustrasi orang Jawa yang meninggal
foto: budayajawa.id
Ilustrasi orang Jawa yang meninggal

YOGYAKARTA, NETRALNEWS.COM - Orang Jawa itu unik. Dilihat dari asal-usulnya, memang pernah mengalami banyak sekali pengaruh dari luar. Sebelum ada pengaruh agama Hindu, Budha, Islam dan agama lain, sudah memiliki keyakinan yang biasa disebut animisme dan dinamisme.

Menurut Capt RP Suyono dalam Dunia Mistik Orang Jawa (2009), bila digolongkan berdasarkan keyakinan yang dianut, suku Jawa sangat beragam. Beberapa di antaranya adalah suku Jawa Tengger, suku Jawa animisme (kadang disebut Tiang Pasek), suku Islam Kejawen.

Suku Tengger berkembang sekitar abad ke-14. Mereka adalah suku Jawa yang sebelumnya dipengaruhi Hindu Brahma, kemudian Hindu Waisya, dan terakhir mendapat pengaruh Hindu Parsi. Hingga kini mereka tetap mempertahankan keyakinan mereka.

Ketika ajaran Islam mulai tersebar di Jawa, orang-orang Islam sering menyebut orang Jawa yang belum masuk Islam dan menganut animisme sebagai Tiang Pasek (orang yang belum memiliki kepercayaan menurut ajaran Islam).

Sementara orang Jawa yang sudah mendapat pengaruh agama Islam, jenisnya pun beragam. Di antaranya adalah orang Islam Jawa yang tetap memiliki keyakinan campuran Brahma dan Budha. Ada juga orang Jawa Islam yang memiliki keyakinan magis, animisme, dan dinamisme.

Dan tentu saja, tidak sedikit juga orang Jawa yang menjalankan ajaran Islam secara murni.

Mengenai sistem keyakinan orang Jawa animisme atau Tiang Pasek, ada sistem keyakinan yang cukup menarik untuk kita simak. Keyakinan itu adalah tentang roh-roh halus.

Bila diklasifikasikan, secara umum ada dua jenis roh halus. Pertama, adalah roh yang berasal dari manusia dan kedua adalah roh yang berasal bukan dari manusia.

Untuk roh yang berasal dari manusia, masih dibagi menjadi empat kelas yaitu: kulitnya, bayangannya, unsur jahatnya, dan yang memiliki ilmu hitam.

Seseorang yang sudah meninggal akan mengalami beberapa tahapan perpindahan menuju ke alam rohaniah. Akan tetapi, proses itu tidak serta merta dan selalu berlangsung dengan baik. Bisa saja mengalami berbagai kelainan.

Bahkan bisa mengalami proses yang tidak semestinya, akibat campur tangan manusia yang masih hidup.

1. Roh dari kulit manusia

Roh yang berasal dari kulit manusia muncul beberapa saat setelah meninggal dan dikuburkan. Setelah dikuburkan roh ini akan menguap dari badan astralnya. Konon, orang tertentu bisa melihat roh ini ketika keluar dari kubur.

Roh kulit ini biasa disebut juga setan kuburan yang sebenarnya tidak mengganggu. Namun, orang tertentu bisa mengubah kulit dan badan orang yang sudah meninggal untuk menghasilkan roh jahat dengan bantuan mantra-mantra khusus.

Itu sebabnya hingga kini, masih saja ada kejadian pencurian mayat di kuburan. Konon, seorang gadis (perawan) yang meninggal, kulit dan bagian tertentu dari badannya bisa dijadikan jimat melalui ritual ilmu hitam.

2. Bayangan roh

Pada hari ketiga setelah orang meninggal, akan mengalami proses pemurnian. Nafsu, keinginan, dan kemauan akan dihilangkan.

Selanjutnya, badan astralnya akan pindah ke daerah rohaniah. Proses perpindahan ini biasa disebut kematian yang kedua dan akan menghasilkan bayangan roh.

Bayangan roh tidak dapat berpikir namun masih bisa dihinggapi nafsu, keinginan, dan kemauan. Bayangan roh ini masih mengambang di udara hingga akhirnya akan hilang menguap.

Maka, bila ada orang pernah melihat penampakan bayangan hitam di kuburan, bisa jadi, itulah jenis roh bayangan yang masih berkeliaran tak jauh dari lubang kuburan orang yang sudah meninggal.

Hanya saja, bila ada orang yang masih hidup dan memiliki kemampuan menggunakan mantra-mantra khusus, bisa mengikat roh bayangan ini sehingga menjadi roh jahat.

3. Roh unsur jahat

Roh halus ketiga adalah roh yang berasal dari elemen atau unsur sosok badan astral dari seseorang yang hidupnya tidak baik atau jahat. Jahat dalam hal ini berarti bahwa selama hidupnya ia tak mampu mengendalikan hawa nafsu, kemarahan, keinginan, dan sebagainya.

Akibatnya, badan astralnya tidak mampu mengalami proses perpindahan menuju alam rohaniah. Ia dikutuk selamanya dan akan berkeliaran di bumi. Roh unsur jahat ini bisa bergentayangan mengganggu orang yang masih hidup.

Maka bila ada orang melihat penampakan sosok seperti orang yang sudah meninggal dan mengganggu, besar kemungkinan, itu adalah jenis roh ini.

Malangnya, oleh orang yang masih hidup dan memiliki kemampuan mantra-mantra khusus, roh ini bisa dimanfaatkan untuk bertindak jahat, membuat orang tertentu sakit secara gaib, menjadikan seseorang sebagai tumbal untuk roh tersebut, dan sebagainya.

4. Roh manusia berilmu hitam

Jenis roh keempat adalah roh dari manusia yang memiliki ilmu hitam. Bila orang yang memiliki ilmu hitam meninggal, ia bisa berubah wujud menjadi manusia yang tidak tampak. Bisa juga berubah wujud menjadi sosok binatang.

Bahkan konon, ia bisa berubah wujud sesuai yang ia kehendaki. Tentu sudah ia rencanakan saat ia masih hidup sehingga saat ia mati bisa tercapai apa yang dikehendakinya.

Namun, perlu dicatat, perubahan wujud itu hanya akan bertahan selama 40 hari. Setelah itu perwujudannya akan berakhir dan menguap.

Maka, waktu yang dimiliki oleh orang yang berilmu hitam tetaplah terbatas. Dalam kurun waktu itu, bila ia belum bisa berbuat yang paling jahat ketika masih hidup, dapat melampiaskan dendamnya.

Editor : Taat Ujianto