• News

  • Singkap Budaya

Lupakan Banjir Sejenak, Tengoklah Budaya Minum Kopi dari Kota Hujan

Ilustrasi nikmatnya minum secangkir kopi
foto: pixabay.com
Ilustrasi nikmatnya minum secangkir kopi

BOGOR, NETRALNEWS.COM – Musim penghujan tiba disusul banjir melanda sejumlah daerah. Warga yang terdampak banjir tentunya merasakan derita dan beban psikologis yang tak ringan.

Semoga di saat-saat sulit tersebut, mereka yang terdampak oleh banjir diberikan keteguhan, kekuatan sehingga dapat melewati bencana tersebut dengan hati tawakal. Selain itu, ada baiknya mereka menyempatkan rileks sejenak.

Salah satunya adalah dengan menikmati makanan dan minuman hangat di tengah hawa dingin. Lalu apa yang cocok?

Belajar dari pengalaman penulis dan pengalaman masyarakat di sekitar tempat tinggal yakni di Bogor yang terkenal sebagai Kota Hujan, minuman penghangat yang rutin disedu adalah “kopi liong”.

Bisa dikatakan, minum kopi liong sudah menjadi budaya khas warga Bogor baik tua maupun muda. Kopi yang dibungkus plastik bergambar bulan sabit dan naga ini selalu terpajang di setiap warung besar hingga warung pelosok kampung.

Maklum saja, pabrik dan produksi kopi ini hanya ada di Bogor tepatnya di Jl. Pabaton No. 2 Bogor Tengah, sehingga orang Bogor patut berbangga punya kopi lokal kebanggaan.

Menukil catatan Gestian Arsy Fattah berjudul “Sungguh Nikmat! Menyeduh Kopi Legendaris di Kota Hujan” dalam budaya-indonesia.org, dikisahkan bahwa bagi pecinta kopi di Bogor, kopi liong memang punya ciri khas.

Aroma kopinya yang tajam ditambah kekentalan kopi saat diseduh, menambah kenikmatan tersendiri ketika diteguk. 

Kopi ini sangat cocok diseduh di waktu hujan, karena banyak sekali warga Bogor yang menjadikan kopi liong sebagai sarana bersantai sehingga hampir seluruh pecinta kopi di Bogor menganggap kopi liong sebagai salah satu kopi sachet ternikmat di Nusantara.

Karena itu pula, kopi liong menjadi juara di hati para penikmat kopi di kota yang berjuluk kota hujan ini. Bahkan banyak yang beranggapan bahwa kopi ini jangan diseduh secara asal-asalan.

Supaya aroma kopinya keluar. Kopi ini harus dibuat dengan cara dan takaran yang pas.

Air yang digunakan haruslah air yang mendidih, usahakan untuk tidak menggunakan air dari termos ataupun dispenser. Saat diseduh, usahakan air tidak menyentuh bibir gelas, cukup setengahnya saja.

Kemudian jangan langsung diaduk, diamkan dulu 1 menit agar kopi benar-benar larut, lalu aduk 10 kali saja hingga muncul bulir bulir putih diatasnya. Aroma khas kopi liong akan langsung tercium.

Legendaris, rasanya julukan itu tidak berlebihan jika kopi liong disebut demikian. Orang tua dulu sudah meminum kopi ini sejak lama. Kopi liong sudah ada sejak zaman penjajahan belanda, dan tetap eksis hingga kalangan muda saat ini.

"Kalau sehari ajaa ga ngopi, duh gimana yak. Ga lengkap aja gitu kalo ga ngopi mah," kata Ical, salah satu warga di kota Bogor.

Editor : Taat Ujianto