• News

  • Singkap Budaya

Upaya Kulon Progo Lestarikan Seni Tradisi Religi dan Siar Agama

Suasana sepi di Keraton Yogyakarta, Senin (27/4/2020). Akibat Pandemi COVID-19,
Foto: Antara
Suasana sepi di Keraton Yogyakarta, Senin (27/4/2020). Akibat Pandemi COVID-19,

KULON PROGO, NETRALNEWS.COM - Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta akan menyelenggarakan gelar potensi kantong budaya dan gelar potensi rintisan desa budaya dalam rangka melestarikan seni tradisi religi, dan menyiarkan dalam agama dalam masyarakat.

Kepala Seksi Adat Tradisi dan Lembaga Budaya Tayem di Kulon Progo, Jumat (28/8/2020), mengatakan rencananya ada dua agenda yang akan dilaksanakan yakni workshop kantong budaya dengan pengembangan karakter budaya di Kulon Progo dan rangkaian gelar potensi kantong budaya yaitu pentas musik religi.

"Pentas musik religi ini merupakan yang pertama diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kulon Progo. Seluruh kelurahan bisa mengikuti kegiatan ini dengan mengirimkan satu perwakilan yang terdiri dari 10 orang dengan durasi 20 menit sampai 30 menit," kata Tayem.

Pentas ini akan dilaksanakan pada 7 September 2020 di tiga tempat yakni di auditorium Taman Budaya Kulon Progo, Studio Radio Megaswara, dan Pendopo Dharmais.

"Penyelenggaraan pentas musik religi diharapkan bisa berkembang sehingga bisa dibuat kegiatan 1.000 rebana di Kulon Progo," katanya.

Kepala Bidang Adat Tradisi Lembaga Budaya dan Seni pada Dinas Kebudayaan Kulon Progo Wruhantoro mengatakan karena masih di masa pandemi, pelaksanaan rangkaian kegiatan gelar potensi kantong budaya akan tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak lepas dari tujuan utama diselenggarakannya gelar potensi kantong budaya yaitu untuk membangun kesadaran bersama atas kepemilikan seni lokal sebagai salah satu aset budaya Indonesia dan aktualisasi seni untuk memperkuat budaya lokal.

“Adanya pandemi COVID-19 ini menjadikan kegiatan kebudayaan banyak penyesuaian-penyesuaian dengan tujuan agar proses pembinaan apresiasi dan pelestarian budaya tetap terlaksana. Kami harus tetap menghormati protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19,” kata Wruhantoro.

Wakil Dewan Kebudayaan Daerah Umar Sanusi berharap kantong budaya bisa menjadi rintisan desa budaya yang secara fungsional masyarakat Kulon Progo dapat menghidupi dirinya melalui pendekatan kebudayaan.

“Kami berharap Kulon Progo dapat menjadi baromater pengembangan peradaban kebudayaan. Hal ini sesuai amanat Undang-Undang Keistimewaan DIY yaitu salah satu keberhasilan keistimewaan adalah bila terwujudnya desa mandiri budaya, dikatakan desa mandiri budaya kalau masing-masing desa mampu mengembangkan potensinya secara optimal baik seni pertunjukan, tata bahasa," katanya.

Editor : Taat Ujianto
Sumber : Antara