• News

  • Singkap Budaya

Minum Jamu, Bablas Covid-19-nya

Petugas Satlantas Polresta Banyumas minum jamu bersama tukang ojek, tukang becak, dan sopir angkutan kota dalam rangka kegiatan bertajuk 'Minum Jamune, Bablas COVID-te'
Foto: Antara
Petugas Satlantas Polresta Banyumas minum jamu bersama tukang ojek, tukang becak, dan sopir angkutan kota dalam rangka kegiatan bertajuk 'Minum Jamune, Bablas COVID-te'

PURWOKERTO, NETRALNEWS.COM - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas, Jawa Tengah, mengajak masyarakat untuk membudayakan minum jamu sebagai upaya untuk mencegah COVID-19.

"Kegiatan bertajuk 'Minum Jamune, Bablas COVID-te' ini merupakan kegiatan Dikmas Satlantas sebagai upaya untuk mencegah COVID-19," kata Kepala Polresta Banyumas Komisaris Besar Polisi Whisnu Caraka didampingi Kepala Satuan Lalu Lintas Komisaris Polisi Davis Busin Siswara di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat sore (4/9/2020).

Menurut dia, kegiatan yang disertai dengan imbauan kepada masyarakat tentang adaptasi kebiasaan baru itu digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-65 Polisi Lalu Lintas.

Lebih lanjut, dia mengatakan kegiatan yang digelar di Simpang Empat Pancurawis dan Terminal Bus Bulupitu, Purwokerto, melibatkan tukang becak, tukang ojek, serta sopir angkutan kota.

"Selain mengajak mereka untuk membudayakan minum jamu, kami juga mengajak mereka untuk menerapkan pola hidup sehat guna mencegah penyebaran COVID-19," katanya.

Menurut dia, pola hidup sehat rangka pencegahan COVID-19 di antaranya memakai masker saat beraktivitas di luar rumah termasuk saat berkendara.

Selain itu, kata dia, menjaga jarak dan menghindari kontak fisik serta sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

"Kami juga membagikan 150 gelas jamu gendong kepada tukang ojek, tukang becak, dan sopir angkutan kota," kata Kasatlantas Kompol Davis Busin Siswara menambahkan.

Menurut dia, kegiatan tersebut mendapat sambutan baik dari masyarakat karena Polri peduli terhadap kesehatan masyarakat sebagai upaya untuk mencegah penularan COVID-19.

"Dengan budaya 'Minum Jamune, Bablas COVID-te', diharapkan imun tubuh akan naik dan masyarakat terhindar wabah virus COVID-19," katanya. 

Editor : Taat Ujianto
Sumber : Antara