• News

  • Singkap Budaya

Kenapa Mistis Beras Kuning Suku Dayak Paling Ditakuti? 

Arsipnusantara,blogspot
Arsipnusantara,blogspot

JAKARTA,NETRALNEWS.COM - Suku Dayak merupakan satu suku di Nusantara ini yang terkenal banyak mistiknya. Dan jelasnya, suku Dayak ini bukan hanya terdiri dari satu subsuku, tetapi ada banyak subsuku, alias puluhan sub-suku. Dan setiap subsuku memiliki kebudayaannya sendiri, gaya hidupnya. 

Lebih jauh, masing-masing sub-suku itu memiliki mitos dan mistiknya sendiri. Salah satu subsuku Dayak yang cukup terkenal adalah Suku Dayak Maanyan. Dayak maanyan adalah salah satu subsuku Dayak yang kadang dikenal juga sebagai Suku Dayak Barito Timur. 

Suku Dayak ini mayoritas memang tersebar luas di Barito timur, Kalimantan Tengah. Jika Anda pergi ke daerah Barito Timur, maka anda akan menemui mayoritas suku ini yang tentunya sangat ramah kepada pendatang yang berkunjung.

Salah satu yang menarik dari suku Dayak Maanyan adalah beras kuning. Konon kabarnya ketika suku Dayak Maanyan menebar beras kuning, itu merupakan sesuatu yang sangat ditakuti oleh orang lain, Seperti pernah kejadian di Barito timur, dimana Polisi dipaksa mundur oleh kumpulan orang Dayak, setelah orang Dayak Maanyan menaburkan beras kuning?

Lalu, apa kekuatan mistik dari beras kuning ini, sehingga sangat ditakuti

Menurut cerita dan lewat telaah dari berbagai sumber, dikatakan bahwa penaburan beras kuning itu dimaksudkan untuk memanggil leluhur atau  roh-roh leluhur yang akan memberikan kekuatan kepada suku Dayak Maanyan. 

Jika anda pernah mendengar Mandau terbang, maka dari segi spiritual, atau kekuatan mistis yang terkandung di dalamnya, dapat dikatakan sama. Itulah mengapa ketika beras kuning telah ditabur sangat begitu ditakuti. 

Tetapi tidak dengan sembarangan beras kuning ini ditabur dan pertanyaan yang akan timbul adalah mengapa suku Dayak maanyan sampai harus mengeluarkan dan menaburkan beras kuning ?

Jawaban yang masuk akal, mengapa suku dayak harus sampai menaburkan beras kuning adalah karena mempertahankan diri,  karena orang Dayak tidak akan menyerang, jika memang tidak merasa terancam.

 Sebuah kisah pada tahun 2014, di mana polisi dipaksa mundur oleh ratusan warga yang tergabung dalam Komando Pertahanan Adat Dayak Bartim yang berunjuk rasa di DPR Bartim karena tidak puas dengan keputusan KPU yang tidak mengindahkan syarat minimal perolehan kursi di DPRD bagi calon bupati saat itu. Karena Suku Dayak pada saat itu merasa terdesak oleh aparat polisi, sehingga mereka harus menaburkan beras kuning untuk menghantam mundur polisi.

Di lain sisi menabur beras kuning ke atas langit maka roh penguasa yang ada di dalam beras kuning dapat hadir ke acara atau ritual pemanggilan yang dilakukan oleh orang tersebut. 

Roh yang ada di dalam beras kuning itu adalah Putri Selong dan Raja Angking Langit. 

Sebelum melaksanakan ritual, basir akan memilih beras yang terbaik dan mencampurkan beras tersebut dengan minyak yang bermakna bahwa segala sesuatu yang jahat akan sirna. 

Karena keyakinan begitu kuat dalam ritual beras kuning ini, maka efektivitas dari kerja gaib dari beras kuning ini begitu mengena. Kerena kunci dari sebuah kerja spiritual atau magis, terletak pada kekuatan bathin orang yang meyakininya. 

 

Penulis : Yoshua Jimmy Agustio
Editor : Thomas Koten
Sumber : Yoshua Blog