• News

  • Singkap Budaya

Perkawinan Orang Rimba, Roh Leluhur yang Memberkati

Perkawinan Orang Rimba, roh leluhur yang memberkati
Satu Jam
Perkawinan Orang Rimba, roh leluhur yang memberkati

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tradisi perkawinan Orang Rimba atau suku Anak Dalam, berlangsung dalam kesederhanaan. Ini biasanya berlangsung  pada pasangan bujang atau lajang dan gadis atau perawan. Itu dilakukan melalui dua cara.  

Pertama dengan maskawin. Sang bujang mengumpulkan kain atau harta lainnya berdasarkan hasil usahanya sendiri yang akan dipergunakan untuk maskawin. Mas kawin diserahkan pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Cara ini sangat mirip dengan umumnya tata cara perkawinan masyarakat umum yang menggunakan maskawin.

Kedua dengan prinsip pencurahan. Artinya calon menantu harus mengabdi dulu kepada calon mertua selama rentang waktu tertentu. Bila calon mertua sreg dengan calon menantu maka pernikahan bisa dilangsungkan. Jika tidak sreg, maka pernikahan bisa dibatalkan. 

Pengabdian kepada calon mertua di antaranya membantu segala pekerjaan calon mertua, menyerahkan sebagian hasil kerja, dan membujat ladang yang hasilnya sebagian besar untuk calon mertua. 

Menurut sebuah sumber, calon menantu yang mengabdi membuat rumah sendiri di dekat calon mertua dan memasak makanan sendiri. Pada saat pernikahan calon menantu tetap harus membayar maskawin dalam jumlah yang cukup besar.

Pesta pekawinan dikenal sebagai upacara sale. Pemimpin upacara adalah malim. Roh nenek moyang diundang untuk datang dan memberkati mempelai. 

Setelah menikah, pasangan baru tinggal di dekat orangtua istri. Mereka membangun rumah (bubungan) sendiri. Prinsip ini sesuai pepatah mereka, yakni ‘laki ngikut bini’ Artinya suami mengikuti keluarga istri.

 

 

 

 

Penulis : Thomas Koten
Editor : Farida Denura
Sumber : Diolah dari Akarasa

Apa Reaksi Anda?