• News

  • Sains

Pangkas Pengeluaran, Ukuran Roket Ini Terpaksa Dikecilkan

SpaceX merencanakan perjalanan pertamanya ke planet merah tersebut pada 2022.
Universe Today
SpaceX merencanakan perjalanan pertamanya ke planet merah tersebut pada 2022.

SYDNEY, NETRALNEWS.COM - Guna mengurangi pengeluaran, perusahaan SpaceX milik Elon Musk mengecilkan ukuran kapal roket yang dikembangkannya pergi ke Mars, untuk memulai pembangunan pesawat antariksa pertamanya pada paruh pertama tahun depan, demikian pernyataan Musk pada Jumat (29/9/2017).

SpaceX merencanakan perjalanan pertamanya ke planet merah tersebut pada 2022, dengan hanya membawa muatan, diikuti oleh misi terbang dengan awak pesawat pada 2024, demikian pernyataan Musk, yang menjabat sebagai pemimpin dan desainer utama Space Exploration Technologies pada konferensi di Adelaide.

Misi manusia pertama NASA ke Mars diperkirakan berlangsung sekitar satu dekade mendatang.

Musk sebelumnya telah merencanakan menggunakan seperangkat kendaraan antariksa untuk mendukung kolonisasi Mars, dimulai dengan meluncurkan kapsul tanpa awak Red Dragon pada 2018, namun dia mengatakan bahwa SpaceX sekarang terfokus pada roket tunggal yang ramping dan lebih pendek.

"Kami ingin membuat kendaraan kami sekarang terlihat mubazir," katanya.

"Kami ingin memiliki satu sistem. Jika kami bisa melakukannya, maka semua sumber dayanya ... dapat diterapkan pada sistem ini. Saya merasa cukup yakin bahwa kami dapat menyelesaikan pesawat antariksa dan siap diluncurkan sekitar lima tahun mendatang," ujar Musk.

Menurut dia, sebagian dari bagian roket tersebut dapat digunakan kembali dan dapat terbang langsung dari Bumi ke Mars, masih dengan kemampuannya membawa 100 penumpang, dan dapat juga digunakan untuk membuat transportasi cepat di Bumi.

Sedangkan produsen pesawat Lockheed Martin mengatakan rencana terpisah untuk perjalanan Mars berawak pada Jumat, mengumumkan gambar konsep dari "base camp" stasiun luar angkasa yang mengorbit pada Mars dan kapal pendarat yang akan membawa empat astronot ke permukaan planet tersebut.

"Kami tahu ini dingin dan tidak menyenangkan, jadi kami mulai dengan robot dan kemudian kami turun dengan para pendarat ini," ujar Rob Chambers, direktur strategi penerbangan luar angkasa Lockheed, kepada Australian Broadcasting Corporation dalam sebuah wawancara.

Chambers tidak memberikan tanggal, namun misi yang direncanakan tersebut akan menjadi ekspedisi bersama dengan NASA, yang bertujuan untuk mencapai Mars selama tahun 2030-an.

Pendiri situs Amazon.com Jeff Bezos 'Blue Origin juga merancang kendaraan angkat berat bernama 'New Armstrong' yang mampu melakukan eksplorasi mendalam ke planet Mars.

Editor : Lince Eppang
Sumber : Antara