• News

  • Sains

Teleskop Pencari Dunia Alien Telah Selesai di Uji

NASA telah selesai melakukan uji coba terhadap teleskop pencari dunia makhluk luar angkasa.
Daily Mail
NASA telah selesai melakukan uji coba terhadap teleskop pencari dunia makhluk luar angkasa.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - NASA James Webb Space Telescope telah menyelesaikan tahapan pengujian hampir 100 hari di ruang vakum kriogenik, di mana suhu turun ratusan derajat di bawah titik beku.

Tim peneliti membuka pintu setebal 40 meter, menandai akhir dari tahap uji kritis menjelang peluncuran teleskop tersebut. Pintu seperti kubah ditutup pada tanggal 10 Juli, yang memungkinkan para peneliti untuk menilai optik dan instrumen teleskop bersama-sama dalam kondisi yang mensimulasikan ruang angkasa.

Di dalam ruang, teleskop didinginkan dengan nitrogen cair dan helium gas dingin. Untuk mendeteksi sinar inframerah dari benda-benda yang jauh, teleskop harus dijaga sangat dingin, menurut NASA.

Teleskop James Webb dan sebagian besar instrumennya memiliki suhu operasi sekitar 40 Kelvin - sekitar minus 387 Fahrenheit (minus 233 Celsius). Tapi, instrumen mid-infrared (MIRI) harus dijaga lebih dingin.

Instrumen ini menggunakan cryocooler untuk menyimpannya di suhu minus 447 derajat Fahrenheit (minus 266 derajat celcius).

Tes musim panas ini dirancang untuk melihat bagaimana teleskop optik dan modul instrumen sains terpadu (OTIS) beroperasi di lingkungan vakum dingin. Tes tersebut bahkan berhasil berlanjut saat Badai Harvey memukul pantai Texas.

“Setelah 15 tahun perencanaan, renovasi kamar, ratusan jam pengujian pengurangan risiko, dedikasi lebih dari 100 orang melalui lebih dari 90 hari pengujian, dan bertahan dari Badai Harvey, tes cryogenic OTIS telah sukses luar biasa,” kata Bill Ochs, manajer proyek untuk James Webb Space Telescope di NASA Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Maryland, seperti dilansir dari laman Daily Mail, Rabu (22/11/2017).

Bill berharap proyek tersebut sukses, karena perjalanan mengeksplorasi asal-usul tata surya, galaksi, dan memiliki kesempatan untuk mengubah pemahaman kita tentang alam semesta.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang