• News

  • Sains

Jejak Air yang Teramati di Mars Hanya Pasir?

Ilmuwan menemukan garis-garis gelap misterius di Mars sebagai garis miring yang berulang atau RSL
The Verge
Ilmuwan menemukan garis-garis gelap misterius di Mars sebagai garis miring yang berulang atau RSL

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pada 2011 data satelit Mars Reconnaissance Orbiter menunjukkan adanya jejak air mengalir di permukaan Mars, yang menyebabkan ilmuwan berharap masih ada kehidupan di Planet Merah dan manusia dapat menjadikan Mars sebagai planet alternatif untuk tempat tinggal baru di masa depan.

Namun, bukti baru menunjukkan bahwa bukan air yang ada di permukaan Mars itu namun lebih banyak kemungkinan bahwa garis-garis gelap di Mars adalah pasir. Dalam studinya, peneliti Amerika Serikat mengatakan, jejak garis gelap mengurat di area gunung, lembah, dan kawah Mars ternyata adalah jejak pasir serta batuan bukan jejak air mengalir yang menuruni lembah Mars selama musim hangat.

Sebuah analisis baru tentang garis-garis gelap misterius di Mars sebagai garis miring yang berulang atau RSL telah dipublikasikan di Nature Geoscience yang dilakukan oleh sebuah tim dari US Geological Survey, Planetary Science Institute, University of Arizona dan Universitas Durham di Inggris.

Dilansir dari laman Extremetech, Kamis (23/11/2017), tim tersebut menggunakan data dari Mars Reconnaissance Orbiter (bawah), sebuah satelit yang telah mengamati Mars dari lebih dari 200 mil di atas selama dekade terakhir. Satelit tersebut digunakan untuk mempelajari 151 RSL di 10 lokasi yang berbeda, dan para peneliti melihat adanya tren aneh.

Jejak garis gelap itu memang secara sekilas berperilaku mirip jejak air cair, padahal bukan. Kesimpulan itu disampaikan peneliti setelah mereka memeriksa gambar dan data topografik baru yang diambil satelit NASA pengorbit Planet Mars, Mars Reconnaissance Orbiter.

"Garis-garis gelap tumbuh secara bertahap lebih dari sebulan dan muncul kembali tiap tahun. Garis tersebut menyerupai perilaku air cair," tutur penulis utama studi tersebut, Colin Dundas.

Dengan menganalisis garis atau fitur gelap tersebut, NASA berupaya untuk menemukan jejak yang mendukung kehidupan di Planet Merah tersebut.

"Di Bumi, air dan kehidupan seringkali hadir bersamaan. Jika di Mars ada sedikit atau tak ada air, itu adalah tantangan bagi kehidupan seperti Bumi," tuturnya.

Dengan bantahan kehadiran air dalam studi terbaru tersebut, berarti lingkungan Mars sejatinya adalah kering. Tapi, ahli geologi planet Badan Survei Geologi AS itu berpendapat, lingkungan Mars yang lebih kering dari perkiraan tak menghilangkan kemungkinan kehidupan bisa hadir di Mars.

Dundas menjelaskan, walau fitur garis gelap cenderung merupakan jejak tanah berpasir, beberapa air masih bisa berperan memunculkan arus pasir tersebut. Soal berapa banyak volume air yang terlibat memunculkan arus pasir itu, masih misteri.

"Garis gelap itu adalah fitur membingungkan di Mars. Masih ada potongan teka-teki yang belum kami mengerti," ujarnya.

Editor : Lince Eppang