• News

  • Sains

Mirip Jejak Fosil, Apakah Ada Alien di Mars?

Rover Curiosity milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menangkap fitur mungil mirip jejak fosil.
Techtimes
Rover Curiosity milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menangkap fitur mungil mirip jejak fosil.

JAKARTA, NNC - Rover Curiosity milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menangkap fitur mungil mirip jejak fosil. Meski temuan tersebut belum bisa dijelaskan oleh para ilmuwan, namun periset berspekulasi bahwa fitur itu bisa dikaitkan dengan mineral.

Penjelajah ruang angkasa, Rover, mengirim gambar ke Bumi, benda aneh berbentuk tongkat yang tertinggal di atas formasi batuan bertabur pasir. Kini, Badan Antariksa sedang menyelidiki bagaimana bentuk aneh itu bisa ada di sana.

"Saya memeriksa benda seperti tongkat ini. Mungkin meraka adalah kristal? atau bisa juga mineral yang memenuhi ruang dimana kristal dilenyapkan. Tetap disini! Sains berlanjut," tulis akun Twitter Curiosity Rover, yang dilansir dari laman Tech Times, Senin (8/1/2018).

Tongkat tersebut memiliki ciri yang aneh, hanya beberapa milimeter dan memiliki tampilan mirip tabung di atas batu. Saat ini, para ilmuwan mempertanyakan apakah asal benda tersebut biologis atau geologis. Ada juga saran bahwa fitur itu bisa jadi jejak fosil.

Jejak fosil adalah bukti tidak langsung kehidupan yang sebelumnya ada di tempat tertentu pada titik waktu tertentu di masa lalu yang jauh. Jejak dan lubang adalah contoh jejak fosil yang umum.

"Mereka terlihat sangat mirip dengan fosil jejak Ordovician yang telah saya pelajari dan potret di Bumi ini. Jika bukan jejak fosil, penjelasan geologi apa lagi yang akan diajukan NASA?," kata peneliti Barry DiGregorio dari Pusat Buckingham Astrobiologi.

Tampilan dari jarak dekat pada fitur aneh telah memungkinkan para ilmuwan untuk melihat bahwa mereka memiliki sudut dalam berbagai dimensi. Karakteristiknya bisa menunjukkan bahwa mereka terkait dengan kristal batuan, seperti cetakan kristal yang juga ditemukan di Bumi.

Ini adalah tantangan bagi para ilmuwan untuk segera melihat perbedaan antara proses kristalisasi dan proses biologis, jadi mereka harus mempelajari fitur secara rinci di laboratorium untuk mendeteksi keberadaan organik.

Sementara itu, rover's Chemistry and Camera dan Alpha Particle X-Ray Spectrometer-nya melakukan inspeksi terhadap fitur untuk mengetahui lebih banyak petunjuk tentang asal dan alam mereka.

Curiosity tiba di Mars pada 2012. Rover ini merupakan sebuah misi dari NASA untuk menjelajah Mars dan mencaritahu, apakah tetangga Bumi itu pernah dihuni makhluk hidup atau tidak.

Rover mencium tanda-tanda, lingkungan planet ini sebelumnya dapat mendukung kehidupan asing, khususnya mikroba. Melihat Mars sebagai planet asing, ini bukan pertama kalinya si penjelajah menemukan fitur aneh di lanskap Mars.

Bulan lalu, Nasa berbagi foto formasi batuan aneh yang terlihat seperti cannonball. Badan Antariksa, yang telah melihat formasi mungil ini di Mars selama beberapa tahun, menyebut mereka 'blueberries'.

Kamera di Mars Reconnaissance Orbiter yang diluncurkan NASA di sekitar planet ini juga telah beraksi. Kamera yang mengorbit itu sebelumnya menangkap goresan dari kuku yang menggali ke benteng alam.

Garis-garis itu berasal dari bongkahan es kering yang terbentuk dalam dingin tapi kemudian, saat Mars cepat memanas, ia berubah dari padat menjadi es dan meluncur turun ke medan melengkung, sehingga mengukir goresan ke tanah saat mereka pergi. Proses material berubah dari padat menjadi gas, melewatkan fase materi cair disebut sublimasi.

Editor : Lince Eppang