• News

  • Sains

NASA Kirim Sperma ke Luar Angkasa, Teliti Apa Astronot Bisa Hamil Selain di Bumi

NASA mencoba mencari tahu apakah manusia bisa hamil di luar angkasa atau tidak dengan mengirimkan sperma.
Deccan Chronicle
NASA mencoba mencari tahu apakah manusia bisa hamil di luar angkasa atau tidak dengan mengirimkan sperma.

JAKARTA, NNC - Sperma manusia telah dikirim ke Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk pertama kalinya, karena NASA mencoba mencari tahu apakah manusia bisa hamil di luar angkasa atau tidak.

Dibawa di atas roket SpaceX Falcon 9 Elon Musk, sperma akan menjadi subyek dari sejumlah eksperimen untuk melihat bagaimana ruang dan gravitasi rendah mempengaruhi sel-sel kelamin laki-laki ini.

Astronot di atas Stasiun Luar Angkasa Internasional akan mencairkan sperma beku untuk melihat apakah seks di ruang angkasa akan menghasilkan reproduksi yang sukses.

Penelitian ilmiah ini dilakukan sebagai bagian dari misi Micro-11 NASA, yang berisi sampel sperma manusia dan sperma beku.

Setelah kapsul roket SpaceX Falcon 9 Elon Musk telah menyelesaikan tahap pertama dari perjalanan dan telah mendarat di luar angkasa, penelitian akan dimulai pada sampel.

NASA berharap untuk memahami bagaimana gravitasi mikro mempengaruhi renang sperma dan seberapa baik mereka bergerak di ruang angkasa.

"Saat ini sedikit yang diketahui tentang biologi reproduksi di ruang angkasa, dan eksperimen ini akan mulai mengatasi kesenjangan itu. Ini dilakukan untuk pertama kalinya, seberapa baik fungsi sperma di luar angkasa,” kata NASA, Seperti keterangan tertulis yang dilansir dari laman Daily Mail, Rabu (11/4/2018).

Pemupukan sukses telur manusia tergantung pada beberapa faktor dan dipecah menjadi dua tahap. Sel sperma harus diaktifkan dan kemudian berubah sedikit saat berenang menuju telur untuk membuahinya. Dalam persiapan untuk bergabung dengan telur, telur harus bergerak lebih cepat dan membran selnya harus menjadi lebih cair.

Dalam percobaan sebelumnya, aktivasi terjadi lebih cepat dalam gayaberat mikro, tetapi langkah-langkah yang mengarah ke peleburan yang sukses sangat tertunda atau sama sekali tidak terjadi sama sekali. "Penundaan atau masalah pada tahap ini dapat mencegah pembuahan terjadi di luar angkasa," kata NASA memperingatkan.

NASA mengirim sperma manusia untuk pertama kalinya, tetapi sperma sapi dikirim lagi untuk perbandingan. Setelah pencairan dan pengaktifan sampel sperma, peneliti akan menggunakan video untuk menilai seberapa baik sperma bergerak dalam kondisi luar angkasa.

Setelah dipelajari di Stasiun Luar Angkasa, sampel akan dicampur dengan pengawet dan dikembalikan ke Bumi.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang