• News

  • Sains

NASA Ungkap Asteroid Kembar Langka yang Berpapasan dengan Bumi

Asteroid yang diungkap oleh NASA
JPL - NASA
Asteroid yang diungkap oleh NASA

JAKARTA, NNCNASA mengungkap, asteroid kembar langka yang berpapasan dengan Bumi. Peneliti baru menyadari bahwa asteroid yang melewati 3,7 juta mil dari Bumi tahun lalu ternyata bukan satu objek, tetapi dua. Itu Adalah Asteroid 2017 YE5 pertama kali ditemukan pada 21 Desember 2017 oleh Oukaimeden Sky Survey Maroko, dan melakukan pendekatan terdekat ke Bumi bulan lalu, pada 21 Juni lalu.
 
NASA telah merilis apa yang dikatakannya sebagai gambar paling detail yang diambil dari sistem dekat Bumi, mengungkapkan bagaimana dua batu ruang angkasa itu menari satu sama lain. Para ahli mengatakan asteroid biner tidak akan datang sedekat ini ke Bumi selama 170 tahun lagi.
 
Meskipun jelas dari pengamatan terbaru bahwa 2017 YE5 sebenarnya adalah dua objek, mudah untuk melihat bagaimana hal itu bisa disalahartikan sebagai satu objek di beberapa sudut. Ketika dilihat pada titik-titik tertentu di orbitnya, keduanya sejajar untuk tampil sebagai satu asteroid.
 
“Pada 21 dan 22 Juni, pengamatan oleh NASA Goldstone Solar System Radar (GSSR) di California menunjukkan tanda-tanda pertama bahwa 2017 YE5 bisa menjadi sistem biner. Pengamatan mengungkap dua lobus yang berbeda, tetapi orientasi asteroid adalah sedemikian rupa sehingga para ilmuwan tidak dapat melihat apakah kedua tubuh terpisah atau bergabung. Pada akhirnya, kedua benda diputar untuk mengekspos celah yang jelas di antara mereka,” jelas NASA, dilansir dari laman Daily Mail, Jumat (13/7/2018).
 
Observasi lebih lanjut di Observatorium Arecibo di Puerto Rico dan Green Bank Observatory di West Virginia secara independen mengkonfirmasi penemuan ini.
 
Menurut NASA, dua asteroid memiliki sejumlah karakteristik unik. Tidak seperti asteroid berbatu yang khas, mereka gelap seperti arang, yang berarti mereka tidak mencerminkan banyak cahaya.
 
Juga diduga mereka mungkin berbeda dalam kerapatan, komposisi permukaan, atau kekasaran, karena tim menemukan perbedaan mencolok dalam reflektivitas radar di antara keduanya.
 
Asteroid ini kata NASA, belum pernah dilihat lebih dari 50 sistem biner lainnya yang dipelajari dalam 18 tahun terakhir.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya