• News

  • Sains

Kejutan Besar, Ada Begitu Banyak “Dunia Air” di Tata Surya

Ada begitu banyak “Dunia Air” di Tata Surya.
Space
Ada begitu banyak “Dunia Air” di Tata Surya.

CAMBRIDGE, NNC – Peneliti Dr Li Zeng, dari Universitas Harvard di Amerika Serikat, mengatakan, ada kejutan besar untuk menyadari bahwa ada begitu banyak dunia air di tata surya.

Sejauh ini, 4.000 eksoplanet yang dikonfirmasi atau kandidat yang ditemukan telah masuk ke dalam dua kategori ukuran. Planet juga memiliki radius planet rata-rata sekitar 1,5 atau 2,5 kali dari Bumi.

Kini sekelompok ilmuwan internasional telah mengembangkan model struktur internal mereka. Ini didasarkan pada pengukuran massa planet dari hasil pengamatan satelit Gaia.

"Kami telah melihat bagaimana massa berhubungan dengan radius, dan mengembangkan model yang mungkin menjelaskan hubungan antar keduanya,” kata Dr Zeng, dilansir dari laman Daily Mail, Senin (3/9/2018).

Model menunjukkan planet yang lebih kecil cenderung planet berbatu, dengan biasanya lima kali lebih banyak daripada Bumi. Sedangkan yang lain lebih besar, memiliki sekitar 10 kali lebih banyak massa dan mungkin adalah dunia air.

“Ini adalah air, tetapi tidak seperti yang biasa ditemukan di Bumi. Suhu permukaan planet diperkirakan berada pada kisaran 200 hingga 500 derajat Celcius. Permukaan mereka mungkin diselimuti atmosfer yang didominasi uap air, dengan lapisan air cair di bawahnya,” jelas dia saat konferensi Goldschmidt di Boston.

Menurutnya, berbagai akan berharap menemukan air ini berubah menjadi es tekanan tinggi sebelum manusia mencapai inti batuan yang kokoh.

Pernyataan ini disampaikan, karena asisten profesor ilmu geofisika di UChicago dan penulis utama studi, Edwin Kite mengungkapkan, kehidupan bisa terjadi di sejumlah besar planet air yang ada di tata surya.

Sebuah studi baru dari Universitas Chicago dan Pennsylvania State University menemukan planet laut bisa jadi tempat tinggal yang miliki kelayakan jauh lebih lama daripada yang diasumsikan sebelumnya.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?