• News

  • Sains

Pesawat NASA Ini Mampu Hindari Asteroid Bertabrakan dengan Bumi

Pesawat NASA
Istimewa
Pesawat NASA

JAKARTA, NNC - Rencana NASA untuk meluncurkan pesawat ruang angkasa super canggih yang mampu menghindari asteroid bertabrakan dengan Bumi kini telah memasuki tahap akhir.

Badan antariksa mengatur sistem Double Asteroid Redirection Test (DART) untuk menyelamatkan planet ini. DART akan diluncurkan ke luar angkasa pada tahun 2020.

DART diatur untuk menargetkan asteroid biner Didymos untuk menguji sistem, setelah persetujuan dari NASA akhir bulan lalu. Meskipun target berbentuk telur, juga dikenal sebagai 'Didymoon', hanya 160 meter, tes akan menyoroti apakah teknik yang digunakan untuk menghindari asteroid yang jauh lebih besar yang mengancam untuk menghapus peradaban manusia bisa berhasil.

Sistem DART sedang dirancang, dibangun dan dikelola oleh Johns Hopkins Applied Physics Laboratory (APL) di Laurel, Maryland. Misi bersama Asteroid Deflection dan Assessment AS-Eropa Aida (AS-Eropa Aida) akan menabrakkan penyelidikan ke dalam dua asteroid biner terkecil untuk menguji apakah jalur objek dapat diubah oleh pesawat ruang angkasa.

Badan antariksa hanya bisa berharap untuk mengurangi dampak asteroid dengan mengeluarkan perintah evakuasi untuk melindungi kehidupan di Bumi.

"Dengan DART, kami ingin memahami sifat asteroid dengan melihat bagaimana reaksi bagian dari DART ketika terkena dampak. Kita akan melihat dengan mata untuk menerapkan pengetahuan itu jika kita dihadapkan dengan kebutuhan untuk membelokkan objek yang masuk ke bumi, kata Pemimpin investigasi DART APL Andrew Rivkin dengan APL Andrew Cheng, dilansir dari laman Daily Mail, Senin (17/9/2018).

Selain itu, DART akan menjadi kunjungan terencana pertama ke sistem asteroid biner, yang merupakan bagian penting dari asteroid dekat Bumi dan yang belum sepenuhnya dipahami.

DART akan menggunakan apa yang dikenal sebagai teknik penabrak kinetik, yakni memukul asteroid untuk menggeser orbitnya. Dampaknya akan mengubah kecepatan asteroid yang mengancam oleh sebagian kecil dari total kecepatannya.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli