• News

  • Sains

Ada Bintang Super Beku yang Mengorbit di Bumi

Posisi bintang Barnard's
dok.EarthSky
Posisi bintang Barnard's

JAKARTA, NNC - Tim peneliti internasional temukan, ada bintang super beku yang mengorbit di Bumi. Diketahui bintang ini hanya enam tahun cahaya dari Bumi.

Bintang tersebut adalah Bintang Barnard. Bintang Barnard adalah jenis matahari kuno kecil yang disebut kurcaci merah. Meski tidak mudah terlihat tanpa teleskop, Bintang Barnard telah lama menarik perhatian para astronom sebagai bintang yang bergerak paling cepat di langit malam. Astronom sekarang mengatakan itu juga rumah bagi planet ekstrasurya beku, setidaknya tiga kali lebih besar dari Bumi.

Tim peneliti kolaboratif dari Red Dots dan proyek CARMENES, keduanya berupaya menemukan planet di sekitar katai merah terdekat, menggunakan berbagai teleskop untuk menemukan planet ekstrasurya ini, yang dikenal sebagai bintang b milik Barnard, dan mengeksplorasi fitur-fiturnya.

Tim Red Dots juga terlibat dalam penemuan planet baru-baru di sekitar sistem bintang terdekat Bumi, Proxima Centauri. Temuan terbaru ini diterbitkan Rabu (14/11/2018) di jurnal Nature.

Bumi Super Beku Bintang Barnard b memiliki beberapa perbedaan besar dari Bumi. Exoplanet mengorbit bintangnya dalam waktu sekitar 233 hari, jauh lebih sedikit dari orbit Bumi 365 hari, tetapi lebih lama dari banyak planet ekstrasurya lainnya yang ditemukan hingga saat ini.

Planet ekstrasurya juga jauh lebih dekat dengan bintangnya daripada Bumi, hanya 0,4 kali jarak antara Bumi dan Matahari. Namun, meskipun sangat dekat dengan bintangnya, cahaya dari Bintang Barnard menyediakan planet ekstrasurya dengan hanya 2 persen energi yang disediakan Matahari untuk Bumi. Ini berarti bahwa, meskipun planet ekstrasurya dekat dengan bintangnya, itu masih cukup dingin sehingga air membeku.

Para peneliti menemukan bahwa planet ekstrasurya kemungkinan memiliki suhu sekitar -274 derajat Fahrenheit (-170 derajat Celcius). Masih banyak misteri di sekitar planet ekstrasurya yang baru ditemukan ini.

"Saya pikir tidak diketahui apakah itu memiliki atmosfer atau tidak. Jika planet ini memiliki atmosfer, mungkin itu bisa menjaga suhu permukaan lebih hangat," kata Johanna Teske, peneliti dan penulis studi Carnegie Science, dilansir dari laman Astronomy, Kamis (15/11/2018).

Menemukan Planet Barnard Untuk menemukan bintang b milik Barnard, para peneliti ini menggunakan efek Doppler. Ketika sebuah planet mengorbit bintang, tarikan gravitasi planet menyebabkan bintangnya bergoyang sedikit.

Ketika planet bergerak lebih dekat ke bintang, cahaya bintang bergeser ke arah panjang gelombang biru yang lebih pendek (disebut blueshift) dan ketika planet bergerak semakin menjauh dari bintang, cahaya bintang bergeser ke arah panjang gelombang merah yang lebih panjang (disebut redshift).

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya