• News

  • Sains

NASA Klarifikasi Adanya Cahaya Biru Menari yang Misterius di Arktika

 Cahaya biru menari misterius di Lingkaran Arktika
Daily Mail
Cahaya biru menari misterius di Lingkaran Arktika

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - NASA mengatakan, terlihat ada cahaya biru menari misterius di Lingkaran Arktika. Beberapa orang menilai, itu sebagai "serangan alien".

Ternyata, cahaya biru itu sebenarnya merupakan bagian dari eksperimen NASA yang sedang berlangsung. Eksperimen dijuluki Eksperimen Roket Upwelling Zone Auroral Zone (AZURE). Sebagai bagian dari misi tersebut, NASA mengatakan telah meluncurkan roket uji AZURE yang pertama dari delapan peluncuran yang direncanakan, yang bertujuan untuk mempelajari pola angin matahari.

Lampu yang memikat ini diciptakan dengan melepaskan dua gas yang tidak berbahaya ke atmosfer, bernama trimethylaluminum serta campuran barium dan strontium, sehingga para peneliti dapat mempelajari jalur partikel di ionosfer Bumi, kata NASA.

Menurut para ilmuwan, percobaan ini juga akan membantu membuka kekuatan di balik salah satu fenomena alam, Aurora Borealis. Aurora  pertunjukan cahaya hijau, biru, dan ungu yang diamati di langit daerah dekat kutub bumi, diciptakan oleh angin matahari yang berinteraksi dengan medan magnet planet.

Ketika partikel-partikel dari dua daerah atmosfer bertabrakan dan masing-masing partikelnya bermuatan, lintasan diubah, yang memaksa elektron dan proton turun ke atmosfer di mana manusia dapat mengamati mereka sebagai garis-garis cahaya berwarna-warni.

Angin matahari, gelombang partikel yang dilepaskan dari matahari, penuh dengan radiasi, yang jika dipancarkan ke permukaan bumi, akan sangat merusak semua penghuni planet kita. Namun, sebaliknya, partikel-partikel matahari dibelokkan jauh dari planet oleh medan magnet Bumi, yang dikenal sebagai magnetosfer.

Selain mempelajari Aurora, NASA mengatakan eksperimennya juga akan membantu untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang apa yang terjadi ketika partikel-partikel dari angin matahari dipaksa masuk ke atmosfer kita dan ke mana mereka pergi.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli