• News

  • Sains

NASA Cari Orang Humoris untuk Jadi Astronot ke Mars

Ilustrasi Astronot
Harvard Business
Ilustrasi Astronot

HOUSTON, NETRALNEWS.COM - NASA sedang mencari orang humoris menjadi astronot untuk perjalanan panjang ke Mars. Padahal yang kita tahu, astronot identik dengan orang yang tipenya serius dan dapat dipercaya mengoperasikan alat canggih yang mahal.

Tetapi, misi ke Mars diperlukan sosok humoris untuk mensukseskan misi perjalanan, menurut penelitian NASA.

Rasa humor dinilai akan sangat penting bagi tim mana pun dalam perjalanan dua tahun ke Mars yang rencananya akan dilakukan pada 2030-an. Astronot yang humoris lantas akan diuji dalam simulasi misi kelompok NASA di Johnson Space Center di Houston, Texas.

Jeffrey Johnson, Profesor Antropologi di University of Florida, Gainesville menasihati NASA, Human Exploration Research Analog, sebuah proyek yang membahas bagaimana tim dapat mengatasi periode isolasi yang ekstrem.

Dia berbicara kepada American Association for Advancement of Science, konferensi tahunan tentang 'Membangun Tim Pemenang untuk Misi ke Mars'. Profesor Johnson mengatakan, kelompok bekerja paling baik ketika mereka memiliki seseorang yang berperan sebagai "badut". Mereka adalah orang-orang yang memiliki kemampuan untuk menyatukan semua orang, menjembatani kesenjangan ketika ketegangan muncul dan benar-benar meningkatkan semangat.

“Kita semua dapat memikirkan orang di tempat kerja yang memenuhi peran ini, yang membuat kita tertawa dan membuat pekerjaan lebih menyenangkan. Orang-orang suka berada di sekitar mereka," kata Profesor Johnson, dilansir dari laman Daily Mail, Rabu (29/5/2019).

Menurut Profesor Johnson, ketika Anda tinggal bersama orang lain di ruang terbatas untuk jangka waktu yang lama, seperti dalam misi ke Mars, ketegangan cenderung reda. Maka sangat penting bagi Anda memiliki seseorang yang dapat membantu semua orang bergaul, sehingga mereka dapat melakukan pekerjaan mereka dan sampai di sana dan kembali dengan aman.

"Menjadi lucu tidak akan cukup untuk membuat seseorang mendapatkan pekerjaan. Mereka juga harus menjadi ilmuwan dan insinyur yang hebat dan mampu melewati pelatihan yang keras," jelas dia.

Profesor Johnson telah mempelajari kelompok-kelompok orang yang terisolasi di lingkungan yang ekstrem termasuk penjelajah Rusia, Tiongkok, India dan Polandia yang berbasis di Antartika.

“Ini sangat universal, tidak masalah apakah Anda orang Rusia, Polandia, Tiongkok, India. Dinamika kelompok terjadi dengan cara yang sangat mirip di semua kelompok manusia," kata Prof Johnson.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli