• News

  • Sains

NASA Umumkan Rencana Wisata ke Luar Angkasa, Ini Harganya

Ilustrasi NASA
dok.Istimewa
Ilustrasi NASA

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - NASA telah mengumumkan rencana untuk memungkinkan wisatawan untuk terbang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional mulai tahun depan.

Dilaporkan, Anda yang mau terbang ke Stasiun Luar Angkasa harus merogoh kocek seharga $ 50 juta. NASA lantas akan mengirimkan wisatawan dalam perjalanan 30 hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional mulai tahun 2020.

Perjalanan ke luar angkasa memang tidak akan murah, dengan sistem pendukung kehidupan dan semua persediaan yang diperlukan dipertimbangkan. Biayanya minimal $ 35.000 per malam.

Pengumuman itu datang ketika NASA meluncurkan model bisnis baru pada baru-baru ini dan mengungkapkan rencana untuk memasukkan lebih banyak peluang komersial dan pemasaran baik di orbit rendah Bumi dan di sekitar bulan.

"NASA membuka Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk peluang komersial dan memasarkan peluang ini seperti yang belum pernah kita lakukan sebelumnya," kata Chief Financial Officer NASA Jeff DeWitt dalam konferensi pers, dikutip dari laman Daily Mail, Senin (10/6/2019).

Misi wisata ruang angkasa singkat ini akan didanai secara pribadi dan dapat diluncurkan pada tahun 2020, menurut NASA.

NASA telah memanfaatkan Boeing dan SpaceX untuk mengembangkan modul kru untuk program komersialnya. Kedua raksasa kedirgantaraan itu telah bekerja selama berbulan-bulan untuk mempersiapkan pesawat mereka sebelum tes yang direncanakan tahun ini, meskipun keduanya telah dilanda kemunduran selama proses tersebut.

Boeing CST-100 Starliner menyelesaikan tes pada akhir Mei dan sejak itu telah diangkut ke Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral Florida sebelum penerbangan uji coba awak pada Agustus.

Di sisi lain, SpaceX mungkin harus mendorong penerbangan kru perdana Dragon ke 2020 setelah kegagalan tes pada akhir April. NASA juga mengatakan akan membuat satu stasiun  untuk modul komersial.

"Mengaktifkan ekonomi yang dinamis di orbit rendah Bumi selalu menjadi elemen penggerak program stasiun ruang angkasa dan akan membuat ruang lebih mudah diakses oleh semua orang Amerika," kata astronot Christina Koch dalam sebuah pengumuman yang disiarkan dari Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Menurutnya perusahaan komersial akan memainkan peran penting baik di sini, di orbit rendah Bumi dan di sekitar bulan, bekerja dengan NASA untuk menguji teknologi, melatih astronot, dan mengembangkan keberadaan manusia yang berkelanjutan.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya

Apa Reaksi Anda?