• News

  • Sains

Jenis Langka, Astronom Temukan Galaksi Baru Diambang Kematian

Ilustrasi galaksi di alam semesta
Csiro scope
Ilustrasi galaksi di alam semesta

AMERIKA SERIKAT, NETRALNEWS.COM -  Para ahli astrofisika di Universitas Kansas telah menemukan jenis galaksi yang sangat langka untuk pertama kalinya, secara mendasar mengubah pemahaman kita tentang bagaimana galaksi mati.

Pada pertemuan ke-234 Astronomi Amerika, Allison Kirkpatrick mempresentasikan penemuannya tentang "quasar dingin", galaksi yang sangat terang dan sekarat di jangkauan terjauh kosmos.

Quasar pada dasarnya adalah lubang hitam supermasif raksasa yang dikelilingi oleh sejumlah besar gas dan debu, menjadikannya super terang, jauh lebih terang daripada galaksi pada umumnya. Mereka dapat dibuat ketika dua galaksi bergabung dan lubang hitam mereka bertabrakan.

Sebagai contoh, galaksi kita, Bima Sakti, berada di jalur tabrakan dengan galaksi Andromeda yang berdekatan. Peristiwa ini, yang akan terjadi miliaran tahun dari sekarang, akan menandai akhir dari dua galaksi dan penciptaan quasar.

Pada akhirnya, gas dan debu akan mulai jatuh ke tengah quasar dan meledak ke luar angkasa. Para astronom berspekulasi bahwa titik ini pada dasarnya adalah akhir dari kehidupan sebuah galaksi, ketika telah kehilangan kemampuan untuk membentuk bintang-bintang baru dan menjadi "pasif", tetapi Kirkpatrick dan timnya menemukan bahwa sebagian kecil dari quasar dingin ini masih membentuk bintang-bintang baru. 

Selama konferensi pers, Kirkpatrick mendalilkan jika kita bisa memperbesar dan melihat salah satu quasar, itu akan seperti donat. Di pusat galaksi kita akan melihat zona mati, di mana quasar telah menghancurkan sebagian besar gas dan debu. 

"Galaksi-galaksi ini langka karena mereka berada dalam fase transisi. Kami telah menangkap mereka tepat sebelum pembentukan bintang di galaksi padam, dan periode transisi ini seharusnya sangat singkat," kata Kirkpatrick, dilansir dari laman Cnet, Jumat (14/6/2019).

Angin yang sangat kuat akan bergerak melalui galaksi, jadi periode ini hanya akan berlangsung selama sekitar 10 juta tahun, sekejap mata dalam garis waktu alam semesta. Jadi, quasar dingin ini sangat langka, dan langkah penting dalam mencari tahu bagaimana galaksi dewasa, hidup, dan akhirnya mati.

Apakah ini nasib terakhir galaksi kita sendiri? Kirkpatrick berpikir begitu. Namun, itu 3 hingga 4 miliar tahun lagi dan kita akan memiliki masalah lain pada saat itu, seperti matahari yang mengembang siap menelan seluruh Bumi.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli