• News

  • Sains

Wow, Bakteri Dapat Bertahan Hidup di Planet Mars

Ekspedisi NASA di Planet Mars.
Nasa
Ekspedisi NASA di Planet Mars.

KANSAS, NETRALNEWS.COM - Para ilmuwan menemukan, bakteri dapat bertahan hidup di air garam di permukaan planet Mars. Bakteri bisa hidup dalam air garam di permukaan planet merah, mengering di siang hari tetapi direvitalisasi ketika garam menarik uap air saat malam Mars.

Para peneliti dari AS menunjukkan pertama kalinya bahwa dua spesies bakteri toleran garam dari Bumi dapat bertahan hidup di Mars. Temuan ini memiliki implikasi tidak hanya untuk potensi menemukan kehidupan di planet tetangga , tetapi juga risiko mencemari Mars dengan bakteri terestrial.

Para peneliti dari Wichita State University di Kansas, Jet Propulsion Laboratory NASA di California dan Space Science Institute di Colorado menumbuhkan dua spesies bakteri dalam air garam yang terdiri dari setengah air dan setengah magnesium sulfat. Spesies bakteri toleran garam, Halomonas dan Marinococcus, diperoleh dari Hot Lake, di negara bagian Washington dan dari Great Salt Plains Oklahoma.

Tim mengeringkan tetesan kecil dari kultur bakteri yang tumbuh dengan menempatkannya selama dua jam dalam wadah vakum tanpa udara. Pada wadah juga terdapat bahan kimia yang menyerap air. Dalam sehari, garam dalam kultur bakteri kering telah menyerap cukup air dari kelembaban dalam wadah untuk membuat cairan asin jenuh, para peneliti menemukan dan pada saat itu beberapa sel bakteri dihidupkan kembali.

Meskipun beberapa bakteri mati selama proses pengeringan dan pembasahan ulang, lebih dari 50 persen biasanya bertahan dan tumbuh untuk mencapai kepadatan kultur tinggi, para peneliti menemukan.

"Pada demonstrasi pertama mikroba yang bertahan dan tumbuh setelah dikeringkan dan kemudian dibasahi kembali dengan kelembaban saja," kata ahli biologi Mark Schneegurt dari Wichita State University, dilansir dari laman Daily Mail, Minggu (23/6/2019).

Kata ilmuwan, penelitian saat ini dapat membantu mendefinisikan kembali apa yang merupakan zona layak huni, memperluas pencarian kehidupan ke dunia es lainnya.

Bersamaan dengan implikasi untuk kemungkinan menemukan kehidupan di Mars, penelitian ini mengungkapkan potensi yang lebih besar untuk mencemari planet merah dan dunia es lainnya dengan populasi bakteri yang layak yang secara tidak sengaja diangkut dari Bumi.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian

Apa Reaksi Anda?