• News

  • Sains

Sebuah Asteroid Seukuran Kulkas Menghantam Atmosfer Bumi

Ilustrasi
dok.Japan Times
Ilustrasi

PUERTO RICO, NETRALNEWS.COM - Sebuah asteroid seukuran kulkas ditemukan oleh teleskop di Hawaii pada hari Sabtu (22/6/2019), tepat sebelum bertabrakan dengan atmosfer Bumi dan terbakar menjadi bola api di langit di selatan Puerto Rico.

Batu luar angkasa yang tidak berbahaya itu bernama 2019 MO. Batu luar angkasa tidak memiliki kesempatan untuk jatuh ke tanah atau melakukan banyak kerusakan di Bumi, karena hanya sekitar sepersepuluh ukuran bolide yang meledak di atmosfer Rusia pada tahun 2013.

Menurut data bola api dan bolide dari NASA, atmosfer kita dikejutkan oleh meteor sebesar ini atau lebih besar kira-kira setahun sekali. Namun, yang paling menarik tentang 2019 MO adalah fakta bahwa teleskop itu ditemukan oleh teleskop sebelumnya.

"Itu hanya terjadi empat kali dalam sejarah. Tiga kali lainnya semua terjadi dalam 12 tahun terakhir, termasuk asteroid 2018 LA yang berhasil sampai ke tanah di Afrika," menurut astronom amatir Italia Ernesto Guido, dilansir dari laman Cnet, Rabu (26/6/2019).

Ini tidak berarti batuan ruang angkasa menjadi lebih agresif di abad ke-21, tetapi peralatan dan teknik astronom menjadi lebih baik dalam menemukan asteroid yang masuk ke Bumi.

Menurut Minor Planet Center International Astronomical Union Union, 2019 MO memengaruhi atmosfer sekitar pukul 5:30 waktu setempat pada 22 Juni 2019.

Astronom Peter Brown dari Universitas Barat di Ontario mencatat bahwa dampaknya tercatat pada kekuatan ledakan setara dengan 5.000 ton TNT.

Tentu saja, pemberitahuan pada hari yang sama yang diberikan dalam kasus 2019 MO tidak akan terlalu membantu dalam membuat persiapan jika asteroid yang jauh lebih besar menampar ke langit. Untungnya NASA dan agensi lain telah mengamanatkan tujuan untuk bekerja melacak sebanyak mungkin batuan terbesar di luar angkasa.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya