• News

  • Sains

Spesies Ikan Baru Ditemukan di Tanzania, Namanya Wakanda

Ikan spesies baru yang diberi nama Wakanda.
Daily Mail
Ikan spesies baru yang diberi nama Wakanda.

SYDNEY, NETRALNEWS.COM - Seorang ahli yang berbasis di Sydney telah mengonfirmasi spesies ikan baru yang mempesona, ditemukan lebih dari 60 meter di bawah permukaan laut di lepas pantai Tanzania.

Ikan sepanjang enam centimeter dengan sisik ungu tua dinamai Wakanda merujuk dari komik Marvel dan film Black Panther. Ikan terlihat oleh para ilmuwan penyelam dari inisiatif Akademi Sains California dan dikonfirmasi dengan bantuan spesialis taksonomi University of Sydney, Yi-Kai Tea.

Tea mengatakan ikan itu ditemukan di 'zona senja' dari terumbu karang dalam yang remang-remang di Zanzibar timur. 

"Ketika kami berpikir tentang sifat rahasia dan terisolir dari terumbu Afrika yang belum dijelajahi, kami tahu kami harus menamai spesies baru ini dengan Wakanda," kata Tea, dilansir dari laman Daily Mail, Jumat (12/7/2019).

Sebuah mikroskop digunakan untuk memeriksa skala ikan, sinar sirip dan duri untuk membedakannya dari tujuh spesies lain dalam kelompok, dan dari kerabat di lautan India dan Pasifik.

"Kami menduga ada anggota lain dari kelompok spesies ini di sepanjang pantai Afrika timur, tetapi tidak ada yang bisa memastikan hal ini karena lebih menyukai terumbu karang yang dalam," kata Tea.

Dia mengatakan keputusan untuk memberi nama spesies ini setelah referensi budaya populer yang membantu menjembatani kesenjangan antara komunitas sains dan masyarakat umum. Jata Tea, meskipun penelitian itu penting, sama pentingnya untuk menyampaikannya kepada orang-orang dengan minat yang lebih umum.

"Ini menjadi sangat penting karena taksonomi sering dipandang sebagai ilmu 'kering' dan membosankan, tetapi sebenarnya memiliki implikasi besar bagi keanekaragaman hayati dan konservasi," kata dia.

Untuk diketahui, zona tengah lautan bumi dikenal sebagai 'zona senja' dan hanya menerima sinar matahari yang redup dan disaring pada siang hari. Juga dikenal sebagai zona mesopelagik, biasanya antara 660 hingga 3.300 kaki (200 hingga 1.000 meter) di bawah permukaan. Karena air laut menyerap sinar matahari, wilayah tersebut tidak memiliki cukup cahaya untuk proses fotosintesis, sehingga tidak ada tanaman yang hidup di zona tersebut. 

Hewan-hewan di wilayah itu diadaptasi untuk hidup dalam kegelapan, air dingin dan tekanan tinggi. Banyak hewan di zona ini memiliki mata besar, membantu mereka melihat pada kedalaman yang gelap dan suram. Sebagian besar berukuran kecil, gelap, dan tipis untuk membantu menyamarkan mereka, dan banyak yang memiliki gigi dan rahang besar.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian