• News

  • Sains

Bikin Tak Nyaman, Asteroid 2019 OK Melintas Lebih Dekat ke Bumi Ketimbang Bulan

Ilustrasi asteroid dengan jalur lintasan mengarah ke bumi.
futurism.com
Ilustrasi asteroid dengan jalur lintasan mengarah ke bumi.

OHIO, NETRALNEWS.COM - Para ilmuwan dengan survei SONEAR Brasil mendeteksi objek yang dijuluki 2019 OK, dan segera setelah dikonfirmasi oleh All-Sky Automated Survey Negara Ohio untuk jaringan Supernovae.

Pada saat diumumkan, 2019 OK hanya beberapa jam dari pendekatan terdekatnya, ini menempatkannya pada jarak yang lebih dekat ke Bumi daripada bulan.

Syukurlah, para ahli menemukan itu tidak menimbulkan ancaman langsung, dan asteroid melesat tanpa insiden. Tapi, penampilan kejutan itu membuat banyak orang merasa tidak tenang.

"Kurangnya peringatan menunjukkan seberapa cepat asteroid yang berpotensi berbahaya dapat menyelinap pada kita," tulis astronom Monash University Michael Brown, dilansir dari laman Daily Mail, Minggu (28/7/2019).

Asteroid 2019 OK lewat relatif dekat dengan Bumi, sekitar 70.000 kilometer jauhnya (43, 496 mil). Untuk objek dengan ukurannya, banyak yang mengatakan itu agak terlalu dekat untuk kenyamanan.

Meskipun tidak cukup besar untuk menghadirkan peristiwa gaya Armageddon yang mengingatkan kita pada asteroid pembunuh dinosaurus, Brown mencatat bahwa dampaknya bisa menghancurkan kota. Pada saat pendekatan terdekatnya, asteroid 2019 OK sudah cukup terang di langit untuk dilihat hanya dengan sepasang teropong, kata astronom itu.

"Asteroid terbang yang cerah seperti itu jarang terjadi, hanya sekali dalam beberapa tahun jika ingatanku," kata Astronom Caltech YE Quanzhi mencatat di Twitter.

Sejak penemuannya, para ilmuwan telah melacak jalur asteroid 2019 OK dan bahkan secara retrospektif melihatnya dalam pengamatan yang dikumpulkan pada bulan Juni.

"2019 OK memiliki orbit yang sangat elips, membawanya dari sabuk asteroid di luar Mars ke dalam orbit Bumi dan Venus," kata Brown.

Menurut Brown, karena setiap orbit memakan waktu 2,7 tahun, itu tidak akan selalu berlalu sedekat mungkin dengan Bumi seperti yang terjadi kali ini. Ini akan membuat pendekatan dekat di masa depan, tapi mudah-mudahan tidak sedekat ini. "Benda-benda yang lebih kecil inilah yang saat ini masih menjadi perhatian terbesar dalam pertahanan planet," sambung dia.

NASA memperkirakan pihaknya telah menemukan lebih dari 90 persen objek dekat Bumi berukuran satu kilometer atau lebih besar, yang akan memiliki efek global yang besar jika terjadi tabrakan. Asteroid 2019 OK mengingatkan kita bahwa mereka masih bisa muncul tanpa peringatan.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P