• News

  • Sains

NASA Temukan Satu Planet Mirip Bumi

NASA menemukan satu planet mirip Bumi baru dalam sistem bintang
dok.Istimewa
NASA menemukan satu planet mirip Bumi baru dalam sistem bintang

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - NASA menemukan satu planet mirip Bumi baru dalam sistem bintang. Planet ini jaraknya hanya 73 tahun cahaya bersama dengan dua planet mini Neptunus.

Mengorbit di sekitar bintang kerdil yang dikenal sebagai TOI-270, ketiganya termasuk di antara exoplanet terkecil dan terdekat yang telah ditemukan para ilmuwan saat ini. Sistem ini memiliki apa yang disebut super-Bumi yang berbatu, yang sedikit lebih besar dari planet kita, bersama dengan dua planet gas yang lebih kecil dari Neptunus tetapi dua kali ukuran Bumi.

Di tata surya kita, tidak ada planet yang memiliki ukuran menengah antara Bumi dan Neptunus. Planet ditemukan menggunakan Satelit Survei Transit Exoplanet NASA (TESS), yang diluncurkan pada 2018 untuk menemukan dunia baru di sekitar bintang-bintang.

Planet yang baru ditemukan telah dideskripsikan oleh ahli astrofisika Maximilian Günther dari Massachusetts Institute of Technology, yang juga membantu mengembangkan TESS.

Di sekitar Matahari ada planet berbatu seperti Bumi, Mars, Merkurius dan Venus serta planet-planet gas raksasa seperti Jupiter, Neptunus, Saturnus dan Uranus, tetapi tidak ada yang terletak di antara kedua tipe ini.

"TOI-270 akan segera memungkinkan kita untuk mempelajari planet-planet mirip Bumi yang berbatu dan mini-Neptunus yang dominan gas, karena di sini semua jenis terbentuk dalam sistem yang sama," kata Dr Günther, dilansir dari laman Daily Mail, Rabu (31/7/2019).

Tim berharap untuk menentukan apakah planet berbatu seperti Bumi dan dunia es besar berkembang di sepanjang jalur formasi yang sama, atau melalui proses yang berbeda.

Bintang itu, TOI-270, dinamakan demikian oleh para peneliti karena menjadi 'objek-kepentingan' TESS ke-270 yang ditemukan oleh detektor yang mengorbit Bumi. Planet terdekat dari tiga planetnya dijuluki TOI-270 b, membutuhkan waktu tiga hari untuk mengorbit bintangnya, dengan TOI-270 c membutuhkan waktu 5,7 hari, dan TOI-270 d 11,4 hari.

Sementara suhu yang ditemukan di bagian paling atas TOI-270 d berpotensi dapat mendukung kehidupan. Atmosfernya sendiri dianggap sangat tebal dan padat sehingga akan menciptakan efek rumah kaca yang kuat, membuatnya menjadi tuan rumah yang tidak mungkin untuk air dan kehidupan.

Para peneliti percaya ada kemungkinan besar bahwa lebih banyak planet mungkin terletak lebih jauh dalam sistem bintang, beberapa di antaranya berpotensi terletak zona layak huni bintang itu.

Bagi ilmuwan, TOI-270 adalah Disneyland sejati untuk sains planet ekstrasurya, dan salah satu sistem utama yang dikembangkan TESS untuk ditemukan. "Ini adalah laboratorium yang luar biasa," sambung Dr Günther.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya