• News

  • Sains

Sebuah Penelitian Ungkap Hati Babi Bisa Ditransplantasi ke Manusia

Ilustrasi transplantasi hati babi.
Shutterstock
Ilustrasi transplantasi hati babi.

CAMBRIDGE, NETRALNEWS.COM - Sebuah penelitian ungkap bahwa hati babi bisa diadaptasi dan digunakan oleh manusia. Ini dianggap sebagai suatu trobosan donor di Inggris dan bisa mengurangi daftar donor hati di Inggris, kata seorang ahli bedah terkemuka.

Sir Terence English percaya ini bisa membuka jalan bagi transplantasi organ yang lebih rumit dalam proses yang disebut 'transplantasi xenot'. Menurutnya, jika hasil xenotransplantasi memuaskan dengan ginjal babi pada manusia, maka kemungkinan hati akan digunakan dengan efek baik pada manusia dalam beberapa tahun.

Telah disarankan persediaan organ donor manusia dapat diganti dengan yang diambil dari hewan atau yang tumbuh secara independen di laboratorium. Organ babi dapat menjadi pilihan yang baik untuk transplantasi pada pasien manusia, karena organ mereka cenderung memiliki ukuran yang serupa. 

Ahli genetika Universitas Harvard, George Church, salah satu pendiri dan penasihat perusahaan eGenesis yang berpusat di AS, juga bekerja untuk mengadaptasi organ babi sehingga pada akhirnya mungkin cocok untuk transplantasi pada pasien manusia. 

Profesor Church dan rekan-rekannya menggunakan teknik pengeditan gen CRISPR untuk memodifikasi organ babi. Setelah dimodifikasi, para peneliti eGenesis sedang menguji kelayakan organ setelah mentransplantasikannya pada monyet dalam tes di Rumah Sakit Umum Massachusetts di Boston, AS. 

"Apa yang kami lakukan adalah langkah yang perlu. Kami akan kesulitan untuk menempatkan organ yang dimodifikasi pada manusia sampai itu diuji pada hewan besar," jelas Kepala Bedah Transplantasi Massachusetts General serta Penasihat eGenesis James Markmann, dilansir dari laman Daily Mail, Selasa (20/8/2019).

Ini bukan pertama kalinya, bagaimanapun, bahwa organ babi telah ditransplantasikan ke primata. Sebelumnya, para peneliti dari Institut Kesehatan Nasional AS berhasil menanamkan hati babi di dalam babun, bersama dengan hati alami monyet.

Para ahli berhasil menjaga jantung babon tetap hidup dan berdetak selama dua tahun. Dalam penelitian lain, tahun lalu, para peneliti Jerman melaporkan bahwa beberapa babun dibiarkan hidup selama sekitar enam bulan setelah hati mereka digantikan dengan yang diambil dari donor babi.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian