• News

  • Sains

Ilmuwan Temukan ‘Bumi Super‘ yang Memungkinkan untuk Dukung Kehidupan

Ilustrasi sebuah planet di luar tata surya yang merupakan rumah bagi air,
Istimewa
Ilustrasi sebuah planet di luar tata surya yang merupakan rumah bagi air,

LONDON, NETRALNEWS.COM - Para ilmuwan untuk pertama kalinya menemukan sebuah planet di luar tata surya yang merupakan rumah bagi air, dalam sebuah terobosan besar dalam pencarian dunia yang layak huni.

Uap air telah ditemukan pada "Bumi Super" yang letaknya 110 tahun cahaya, yang diperkirakan dua kali ukuran Bumi dan delapan kali massa Bumi. Planet itu adalah K2-18b, memiliki atmosfer dan kisaran suhu yang tepat untuk makhluk hidup, menurut para ilmuwan di University College London.

Planet itu lebih dekat dengan bintangnya daripada Bumi dibandingkan dengan Matahari, yang berarti dia memiliki tahun yang lebih pendek, menyelesaikan orbitnya dalam 33 hari sementara kita membutuhkan 365.

Planet ekstrasurya pertama kali terlihat pada tahun 2015 oleh pesawat ruang angkasa NASA Kepler, tetapi analisis data telah mengungkapkan rincian baru yang tidak terlihat sebelumnya. 

Peralatan saat ini hanya dapat menentukan faktor-faktor dasar seperti seberapa jauh jaraknya, massa dan suhu permukaannya. Tetapi alat-alat canggih yang dikembangkan di UCL telah mampu menerjemahkan data dari Hubble Space Telescope untuk memahami tanda-tanda molekul unik dari uap air.

K2-18b terlalu jauh untuk dilihat para astronom, tetapi mereka dapat melihat bagaimana cahaya bintang disaring melalui atmosfer planet saat melewati matahari sendiri, yang disebut K2-18.

"Ini satu-satunya planet di luar tata surya kita yang kita tahu memiliki suhu, atmosfer, dan air yang benar," kata peneliti Dr Angelos Tsiaras, dilansir dari laman Daily Mail, Kamis (12/9/2019).

Sebagian besar planet ekstrasurya seperti ini adalah raksasa gas, seperti Jupiter dan Saturnus, jadi K2-18b menawarkan kesempatan berharga bagi para peneliti untuk mempelajari planet yang lebih kecil, berbatu atau beku.

Tentu saja, K2-18b bukan Bumi kedua, kata Dr Tsiaras, karena ini adalah planet yang jauh lebih besar dan memiliki komposisi atmosfer yang berbeda. Planet tersebut mengorbit bintang yang sama sekali berbeda, sehingga tidak terlihat seperti Bumi.

"Pencarian planet yang layak huni, sangat mengasyikkan, tapi di sini selalu mengingatkan kita bahwa (Bumi) ini adalah satu-satunya rumah kita dan mungkin mustahil jika kita dapat melakukan perjalanan ke planet lain," kata dia.

Meskipun planet ini berada di zona layak huni tata surya, para ilmuwan mengatakan bahwa saat ini tidak ada cara untuk menentukan apakah ada tanda-tanda kehidupan. Para ahli akan terus memantau planet ini untuk mengkonfirmasi teori mereka bahwa itu mampu menopang kehidupan, dan mereka tidak dapat memastikan berapa banyak air sebenarnya di planet ini.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli