• News

  • Sains

Ini Cara Ciptakan Air di Bulan

Ilustrasi Air
Istimewa
Ilustrasi Air

PERTH, NETRALNEWS.COM - Air dapat dibuat di asteroid, dan mungkin bahkan di bulan, dengan kombinasi angin matahari dan meteorit, kata para ilmuwan.

Sebuah tim peneliti telah menemukan bahwa angin matahari dengan waktu yang tepat dapat mengikat atom hidrogen dan oksigen yang longgar untuk menciptakan H2O atau air. Proses ini dapat bekerja bahkan dalam ruang hampa tanpa udara, yang penting karena air sangat vital bagi kelangsungan hidup makhluk hidup.

Para ilmuwan telah lama percaya bahwa meteorit, yang sering mengandung unsur-unsur umum oksigen dan hidrogen adalah sumber pasokan air Bumi, dan penelitian ini memberi lebih banyak penjelasan tentang bagaimana mereka dapat membuatnya di tempat lain.

Para ilmuwan, dari Curtin University di Perth, Australia, membuat penemuan mereka dalam percobaan pada sepotong meteorit yang mendarat di Australia 50 tahun lalu.

"Proses kompleks untuk meregenerasi molekul air ini bisa menjadi mekanisme yang memungkinkan untuk mengisi kembali pasokan air pada benda-benda tak berudara lain, seperti Bulan," kata Dr Katarina Miljkovic, dari Pusat Sains dan Teknologi Curtin, dilansir dari laman Daily Mail, Selasa (8/10/2019).

Menurutnya, temuan penelitian ini memiliki implikasi yang berpotensi signifikan. Seperti diketahui bahwa ketersediaan air di tata surya adalah elemen yang sangat penting untuk kelayakhunian di ruang angkasa.

Penelitian ini dilakukan hanya beberapa minggu setelah peneliti mengungkapkan mereka telah menemukan bukti planet 'super Bumi' dengan banyak air sekitar 110 tahun cahaya dari Bumi.

Itu adalah salah satu tanda yang paling menjanjikan dari planet lain untuk dapat melihat kehidupan yang penjelajah ruang angkasa pernah lihat, kata mereka pada saat itu.

Dr Miljkovic dan timnya, menjelaskan bahwa elektron, seperti elektron dari oksigen dan hidrogen, dan perubahan mendadak suhu diperlukan untuk menghasilkan air dalam ruang hampa udara. Untuk penelitian, mereka menggunakan sampel meteorit Murchison, sebuah batu luar angkasa seberat ratusan kg yang mendarat di Murchison, Victoria, pada 28 September 1969.

Mereka memantau tingkat molekul air di atas batu sambil mensimulasikan angin matahari dan menggunakan laser untuk meniru dampak meteorit kecil. Ketika batu-batu terbang seperti meteor dan asteroid saling bertabrakan, atau benda-benda lain seperti bulan, mereka menghamburkan pecahan-pecahan elemen yang terkandung di sekelilingnya. Sebagian besar terbuat dari mineral yang mungkin memiliki hidrogen dan atau oksigen di dalamnya dalam beberapa bentuk.

Dr Miljkovic dan timnya menemukan dampak memulai reaksi kimia yang melepaskan molekul hidrogen dan oksigen yang mengambang bebas. Molekul air yang berhasil dibuat ini - H2O mengandung dua bagian hidrogen dan satu bagian oksigen.

Karya Dr Miljkovic dan rekan-rekannya diterbitkan dalam jurnal Nature Astronomy. Sejumlah peneliti telah membuat klaim bahwa air dapat ditemukan di bulan, baik di atas atau di bawah permukaannya atau di tanahnya, oleh pengunjung di masa depan. 

Penemuan seperti itu bisa berarti koloni bulan di masa depan bisa memanen air di bulan tanpa harus membawanya dari Bumi. Mereka juga bisa mengubahnya menjadi hidrogen dan oksigen untuk bahan bakar roket atau oksigen untuk bernafas, klaim para ilmuwan.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati