• News

  • Sains

Ilmuwan Temukan Bentang Alam Baru di Mars Formasi ‘Laba-laba‘

Bentang alam formasi
Livemint
Bentang alam formasi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sebanyak 10.000 citizen scientist atau ilmuwan khalayak membantu menemukan bentang alam yang dikenal sebagai 'laba-laba' di beberapa bagian Mars yang sebelumnya dianggap tidak ada.

Periset di Oxford University Inggris mengatakan 'laba-laba' dinamai karena tampilan arakhnida mereka dan merupakan jenis erosi tanah di mana jaringan retakan terbentuk di tanah Mars, sangat berbeda dengan apapun di Bumi.

Mereka mengatakan penemuan ini dibuat oleh para relawan yang bekerja atas nama Planet Four: Terrains, sebuah proyek online yang diselenggarakan oleh Zooniverse, platform penelitian khalayak terbesar di dunia.

Araneiform - nama ilmiah untuk fitur ini - terjadi di Kutub Selatan planet ini dan terbentuk saat karbon dioksida berubah menjadi es selama musim dingin di Mars.

Seiring perubahan musim, sinar matahari langsung menembus es transparan, menghangatkan tanah di bawahnya. Seperti dilansir dari laman NDTV, Minggu (3/9/2017).

Permukaan tanah kemudian terkikis saat gas keluar dan merobek kotoran-kotoran kecil, membentuk cabang-cabang yang menyerupai kaki laba-laba.

Fitur ini sebelumnya dipikirkan hanya ada di wilayah yang dikenal dengan South Polar Layered Deposits (SPLD) yang berlapis debu dan air es.

Namun, dalam sebuah penelitian baru-baru ini yang dipublikasikan di jurnal Icarus, sukarelawan citizen scientist menemukan formasi 'laba-laba' di daerah permukaan kutub Mars yang lain.

Penampakan tersebut kemudian dikonfirmasikan dengan menggunakan pencitraan resolusi tinggi dari kamera HiRISE (High Resolution Imaging Experiment) di atas radar pengintai Mars, Mars Reconnaissance Orbiter milik NASA.

Planet Four: Terrain dimulai pada bulan Juni 2015, dan merupakan salah satu proyek citizen scientist pertama yang diluncurkan menggunakan platform Project Builder Zooniverse.

Sebanyak 10.000 citizen scientist berkontribusi pada penelitian 'laba-laba', melihat dan mengklasifikasikan lebih dari 20.000 gambar yang berasal dari pengamatan yang dilakukan oleh Context Camera (CTX), di atas Mars Reconnaissance Orbiter.

Citranya berisi banyak laba-laba serta bentuk tanah lainnya yang dikenal sebagai 'medan keju Swiss', dan kawah.

"Ini adalah penemuan yang sama sekali tidak terduga. Dengan begitu banyak mata yang menjelajahi citranya, sekarang kita tahu bahwa SPLD bukanlah satu-satunya tempat di mana laba-laba terbentuk. Ini akan membantu kita memahami proses pembentukan jet dioksida," kata Meg Schwamb, dari Observatorium Gemini dan penulis utama makalah penelitian.

Reporter : Hermina W
Editor : Lince Eppang