• News

  • Singkap Sejarah

Pertandingan Sepak Bola yang Paling Dikenang Sepanjang Sejarah

Gol Tangan Tuhan Maradona
sayangi
Gol Tangan Tuhan Maradona

Para pemain Inggris sempat memprotes keras keputusan tersebut, namun Bin Naser bergeming dari keputusannya mengesahkan gol tersebut.

 Saat itu kondisinya posisi Bin Naser memang berada jauh dari proses terjadinya duel, sehingga ia sulit untuk melihat secara pasti yang terjadi sebenarnya. Selain itu, Mardona juga menyamarkan gerakan tangannya seirama dengan ayunan kepala.

Gol handball yang diciptakan Maradona itu kemudian dikenal dengan sebutan gol tangan Tuhan, karena seusai pertandingan Maradona mengatakan: ”Gol itu terjadi berkat gabungan kepala saya dan bantuan tangan Tuhan." Publik dunia pun menyebut sebagai gol tangan Tuhan.

Gol kontroversial tersebut kemudian menjadi buah bibir, hingga popularitasnya tetap terjaga hingga hari ini. Gol tersebut juga secara tidak langsung menjadi semacam kejadian paling ikonik yang dikenang dari Piala Dunia 1986.

Dalam pertandingan perempat final itu, Argentina sukses meraih kemenangan 2-1. Satu gol Argentina lainnya juga dicetak oleh Maradona pada menit 54, melalui proses yang sangat cantik. 

Saat itu Maradona menari-nari sendiri dari tengah lapangan melewati hadangan kurang lebih empat pemain Inggris, termasuk penjaga gawang Peter Shilton sebelum menceploskan bola ke gawang kosong. 

Gol tersebut kemudian membawa Argentina memimpin 2-0. Namun Gary Lineker berhasil memperkecil kedudukan mencetak gol untuk memperkecil kedudukan menjadi 1-2 pada menit 80.

Publik sepakbola Argentina kemudian sangat memuja Sang Kapten. Saat gol tangan Tuhan tercipta, sebagai orang di Argentina kemudian menasbihkan Maradona sebagai “Tuhan”.

Kata Alejandro Veron, salah satu pendiri Iglesia Maradoniana, sebuah gereja yang diabadikan untuk Maradona, "Saya punya agama yang rasional, yaitu Katolik Roma, tapi saya juga punya agama dalam hal gairah dalam hati, yaitu Diego Maradona”.

Sumber: Dielaborasi dari tulisan Septian Nugraha dalam Panditfootball

 

Editor : Thomas Koten