• News

  • Singkap Sejarah

Misteri Kerajaan Majapahit yang Belum Terungkap Hingga Kini

Candi peninggalan Kerajaan Majapahit di situs Trowulan
1001indonesia.net
Candi peninggalan Kerajaan Majapahit di situs Trowulan

MOJOKERTO, NNC - Kerajaan Majapahit berdiri sekitar abad ke-13 hingga 15. Kerajaan ini pernah menjadi kerajaan terbesar di Nusantara.

Menyelami keberadaan dan sejarahnya, ternyata hingga kini masih banyak misteri yang belum terpecahkan. Para sejarawan dan para arkeolog belum mampu mengungkapnya.

Walaupun penggalian arkeologis dan penelitian ilmiah sudah dilakukan, tetapi tetap saja masih ada banyak hal yang tetap menjadi misteri hingga sekarang.

Berikut ini beberapa fakta misteri dari kerajaan Majapahit yang mungkin di antaranya belum Anda ketahui:

Misteri Ibu Kota Kerajaan

Terdapat banyak sumber yang menyatakan bahwa Majapahit adalah kerajaan besar yang mempunyai ibu kota.

Sebagian sejarawan berpendapat  bahwa ibu kota Majapahit berada di wilayah Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Namun, ada juga sejarawan yang menyanggahnya. Artinya, para sejarawan belum satu kata menyepakatinya.

Di wilayah ini memang terdapat situs Trowulan yang berisi berbagai peninggalan Kerajaan Majapahit seperti Candi Brahu, Candi Tikus, Kolam Segaran, dan lain-lain.

Misteri Istana Majapahit

Di manakah letak istana kerajaan Majapahit? Seperti apakah wujud dan keindahannya? Hingga kini keberadaannya juga masih menjadi misteri.

Sebagian sejarawan meyakini bahwa istana kerajaan Majapahit terletak di wilayah Trowulan dan sekitarnya.

Alasannya, di daerah tersebut banyak ditemukan artefak, prasasti, dan berbagai kontruksi bangunan, seperti makam, candi-candi, maupun gapura. Tetapi, rujukan ini masih tetap diliputi keraguan.

Istana kerajaan seolah menghilang atau hancur, tanpa diketahui penyebabnya. Kehancuran istana Majapahit tidak meninggalkan bekas. Yang tersisa hanyalah cerita namun bukti fakta akurat belum diperoleh.

Ada juga yang berpendapat bahwa bila dilihat dari bentuk struktur bangunannya, candi Kedaton merupakan kompleks bangunan istana majapahit. Tetapi, keberadaan Candi Kedaton sendiri masih menjadi misteri.

Artefak-artefak antara lain fragmen tembikar atau gerabah, arca terakota, arca dari batu andesit, keramik asing, mata uang kepeng, emas, dan kerangka manusia pernah ditemukan di sana.

Misteri Mahkota Kerajaan

Hancurnya istana Kerajaan Majapahit yang besar dan megah di Nusantara, tidak menyisakan bekasnya sama sekali. Namun tiba-tiba, pada tahun 2008, terdengar kabar bahwa mahkota istana Majapahit telah ditemukan.

Kabarnya, saat ini Mahkota tersebut berada di tangan Hyang Bathara Agung Wilatika Brahmaraja XI. Ia dipercaya merupakan Raja Abhiseka Majapahit, pewaris tahta kerajaan Majapahit.

Hyang Bathara Agung Wilatika Brahmaraja XI dianggap sebagai orang yang berhak memegang karena merupakan keturunan raja langsung.

Dan menurut kabar yang beredar di Bali, Mahkota kemudian disimpan di puri Majapahit, di Perum Puri Gading, Banjar Bhuwana Gubuk, Jimbaran, Bali.

Misteri Harta Karun

Di Candi Brahu, ditemukan lempeng Prasasti Alasan yang ditulis Raja Mpu Sendok pada 861 Saka atau 939 Masehi. Berdasar prasasti itu, kawasan sekitar candi Brahu (Trowulan) sudah menjadi kota besar dan terus berlanjut hingga masa kejayaan Majapahit.

Di era Raja Hayam Wuruk, Majapahit sering dikunjungi oleh tamu dari mancanegara, di antaranya dari Tiongkok. Dan untuk menjamu para tamu, sering diadakan pesta perjamuan.

Saat perjamuan, semua peralatan yang digunakan dilapisi dengan emas. Dan setelah pesta usai, Seluruh peralatan tersebut dibuang ke Kolam Segaran, yang berada tidak jauh dari lokasi pesta.

Dengan demikian dapat dibayangkan betapa kayanya Majapahit. Betapa banyak pula peralatan pesta berlapis emas yang terpendam. Hal itu menimbulkan mitos tentang keberadaan harta karun Majapahit.

Mengenai Majapahit yang kaya dengan emas, adakah hubungannya dengan cerita rakyat tentang Desa Kemasan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur  yang konon menyimpan kandungan emas, perhiasan dari emas, dan arca emas?

Misteri Penemuan Pasak Batu

Sebuah pasak batu pernah ditemukan oleh seorang warga yang diduga sebagai tempat tambatan gajah yang digunakan sebagai kendaraan Sang Prabu.

Menurut cerita yang berkembang, tempat tersebut merupakan tempat berkumpulnya para leluhur pada zaman kerajaan Majapahit.

Namun, kebenaran cerita ini masih perlu dikaji lagi karena tidak ada rujukan pasti terkait hal itu. Cerita yang berkembang pun hanya berupa perkiraan-perkiraan yang belum pasti kebenarannya.

Misteri Sumur Upas

Sumur Upas merupakan sebuah sumur kuno yang kabarnya tidak jauh dari istana kerajaan Majapahit.

Tidak ada warga sekitar yang berani mendekati apalagi membuka pintu sumur kuno tersebut, karena menurut cerita yang berkembang, sumur tersebut akan mengeluarkan gas beracun bila dibuka.

Misteri Tokoh Gajah Mada

Para ahli sejarah Indonesia, serta berbagai lembaga telah melakukan kajian terhadap kerajaan Majapahit,  termasuk menelusuri tentang asal usul Mahapatih Gajah Mada, yang terkenal sangat sakti dan terkenal dengan Sumpah Palapanya.

Dari sejumlah penelitian, tidak pernah ditemukan secara pasti tentang asal-usul Gajah Mada dan bagaimana meninggalnya. Ada sejumlah daerah disebutkan sebagai asal usul serta makamnya, tetapi tidak pernah disertai bukti-bukti yang kuat.

Api yang Tak Pernah Padam

Di Bojonegoro, Jatim, terdapat fenomena alam berupa api yang tak kunjung padam sejak zaman Majapahit . Daerah sumber api itu bernama Kayangan Api.

Secara ilmiah, api tersebut berasal dari gas bumi yang tersulut api sehingga terus menyala. Memang, perut bumi di kawasan tersebut mengandung gas dan minyak bumi yang cukup banyak.

Namun, dituturkan bahwa dulu terdapat seorang pembuat benda pusaka Kerajaan Majapahit bernama Mbah Kriyo Kusumo. Setelah bertahun-tahun membuat benda pusaka di perkampungan, Mbah Kriyo Kusumo kemudian bertapa dan tirakat di tengah hutan.

Dia membawa api dan menyalakannya di bebatuan, tepat di sebelah tempatnya bersemedi. Api itu digunakan untuk menyepuh benda-benda pusaka yang dibuatnya seperti keris, tombak, payung tombak, dan lain-lain. Api itulah yang menyala hingga saat ini dan menjadi cikal bakal Kayangan Api.

Penulis : Thomas Koten
Editor : Taat Ujianto
Sumber : dari berbagai sumber