• News

  • Singkap Sejarah

Inilah Asal Mula Tiga Serangkai: Sandal, Sepatu, dan Kaos Kaki

Ilustrasi model sandal di masa Mesir Kuno
Netralnews/dok.istimewa
Ilustrasi model sandal di masa Mesir Kuno

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sandal, sepatu, dan kaos kaki sama-sama menemani kita sehari-hari. Dalam kondisi resmi, biasanya menggunakan sepatu. Dalam kondisi santai atau non formal, biasannya menggunakan sandal.

Sepatu dan sandal merupakan pelindung kaki dari benda tajam serta menjaga kebersihan. Selain itu, juga untuk menjaga serta mengukur tatakrama dalam pergaulan.

Tanpa merendahkan suku-suku tertentu yang tetap mempertahankan tradisi dan kesederhanaannya, bertelanjang kaki, selain kotor, dalam pergaulan sosial pada umumnya dianggap primitif dan kurang sopan.

Pernahkah Anda berpikir tentang bagaimana asal-usul benda tersebut? Mari kita tengok bersama.

1. Sepatu

Sepatu diperkirakan pertama kali digunakan di zaman es sekitar 5 juta tahun lalu. Mulanya menggunakan bahan dari kulit binatang, rumput semak, dan kulit kayu.

Jejak sepatu kuno bisa dilihat dari penemuan di pedalaman Missouri, Amerika Serikat. Sepatu tersebut diperkirakan berumur 8.000 tahun sebelum Masehi (SM). Sepatu kuno lainnya ditemukan di pegunungan Perancis yang berumur 3.300 SM.

Di zaman itu, sepatu sudah digunakan sebagai pelindung kaki dan menahan panas dinginnya cuaca yang masih tidak menentu.

Peradaban kuno lainnya yang sudah mengenal sepatu adalah zaman Mesir kuno, bangsa Viking, China kuno sekitar 3.000-4.000 SM. Sepatu di era Mesir kuno sudah dihiasi gambar yang unik dan dikenakan oleh raja Mesir.

Alas kaki di kala itu digunakan sebagai simbol kelas sosial. Hanya bangsawan saja yang boleh mengenakan sementara rakyat jelata tetap telanjang kaki.

Sementara itu, di zaman Romawi kuno sudah dikenal sepatu dengan model tali yang diikat di sekeliling betis. Biasanya, dipakai oleh para serdadu sehingga memberikan kesan khas bagi pasukan Romawi.

Di era Romawi, sepatu disebut caligae. Bila pasukan Romawi menang dalam suatu peperangan, ia akan memberi paku pada caligae yang berbahan perunggu, perak, bahkan emas.

Pada tahun 1800, alas sepatu sudah mulai menggunakan bahan karet dan dinamakan plimsolls. Kata ini bisa jadi menjadi asal mula munculnya kata “sol” sepatu.

Pada 1892, berdirilah perusahaan sepatu bernama Goodyear dari US Rubber Company. Sepatu berbahan karet diproduksi secara massal dan dinamakan Keds.  

Tahun 1908, Marquis M Converse mendirikan juga pabrik sepatu baru yang kemudian terkenal dengan merek Converse. Pabrik ini berhasil membuat sepatu untuk olah raga basket pertama kali.

Tahun 1917, sepatu keds menjadi sepatu atletik pertama dan diproduksi massal. Di kemudian hari, sepatu ini dinamakan sneaker karena bisa menghasilkan decitan saat bergesekan dengan lantai.

Tahun 1920, Adi Dassler mendirikan pabrik sepatu Adidas yang terkenal memproduksi sepatu olahraga. Uniknya, sepatu ini dibuat dengan tangan tanpa bantuan alat-alat listrik.

Tahun 1948 berdiri pula pabrik sepatu Puma Schuhfabrik Rudolf Dassler. Pabrik ini terkenal sebagai pabrik sepatu sepakbola pertama Puma yang digunakan tim sepakbola Jerman Barat.

Di tahun 1950, selain model sepatu sneaker yang populer, muncul model sepatu bertumit tinggi dengan nama stiletto. Selanjutnya, sekitar tahun 1968, muncul pula sepatu terkenal bermerek Nike.

Tahun 1970, ada sepatu dengan tumit setinggi 5-12 centimeter dan disukai baik pria maupun wanita. Di era ini muncul juga model sepatu bakiak.

Hanya, memasuki tahun 1990-an, terjadi pergeseran selera. Masyarakat menyukai sepatu bersol rata, berwarna, dan persegi.  

Indonesia tak luput dari pengaruh model-model sepatu yang berkembang di dunia. Pada tahun 1998-2001, sepatu lars menjadi salah satu sepatu yang populer. Bagi kaum perempuan, sepatu yang populer adalah model wedges shoes.

2. Sandal

Apapun model sandal yang dikenakan sekarang, semuanya bermula dari model sandal jepit. Sandal jepit berbahan karet sintetis dengan tali berbentuk huruf “V” menghubungkan bagian depan dan belakang sandal serta bagian bawahnya rata atau tidak memiliki hak.

Sandal tertua berasal dari Mesir. Bahannya adalah kayu dan daun papirus. Saat mencetak sol sepatu, mereka mencetak bentuk kaki di pasir pantai terlebih dahulu.

Setelah era Mesir, muncul era kedua yaitu sandal yang digunakan oleh orang Yunani. Modelnya sudah dibedakan berdasarkan aktivitasnya. Ada sandal untuk jalan-jalan, di rumah, untuk pesta, dan sebagainya. Sandal di masa ini juga menandakan kelas sosial pemiliknya.

Sandal generasi ketiga muncul di zaman Romawi yang mengadopsi model Yunani. Bahannya menggunakan kulit, dengan tali pengikat dililit di betis, serta memiliki sol sepatu yang tebal, dan dinamakan caligae.

Gambaran sepatu atau sandal Romawi ini bisa dilihat dalam filem Gladiator. Model sepatu kulit tersebut nyaman untuk pasukan perang. Sementara para perempuan di masa itu menggunakan sandal dari kain.

Hampir mirip dengan perjalanan sepatu, sandal pun pernah populer dengan bahan karet, plastik, kayu, ban bekas (bandol), anyaman tali, anyaman rumput, dan sebagainya.

Pernah populer model sandal dengan penutup di bagian punggung dan jemari, tetapi terbuka bagian tumit dan pergelangan kaki. Model ini dinamakan selop.

3. Kaos Kaki

Di zaman sekarang, sejak bayi sudah diperkenalkan kaos kaki. Di masa anak, dewasa, dan tua juga dipastikan sering mengenakan kaos kaki. Hanya saja, mereka sering tidak menyadari bagaimana asal usulnya.

Kaos kaki diperkirakan sudah dikenal manusia purba puluhan ribu sebelum Masehi. Mereka menggunakan kulit binatang untuk membungkus kaki mereka karena belum mengenal pembuatan benang dan kain.

Kaos kaki dari kulit dan bulu binatang, pertama kali digunakan di era Romawi. Hingga abad ke-10, kaos kaki model itu hanya dipakai oleh kalangan elite saja.

Tahun 1589, William Lee menemukan mesin pembuat kaos kaki pertama di dunia. Temuannya itu disebabkan oleh kejengkelannya terhadap istrinya yang sering menghabiskan waktu membuat kaos kaki. Sejak itu, produksi kaos kaki bisa berkembang pesat.

Tahun 1930, sudah ada mesin kaos kaki modern. Julian Hill menemukan polymer 6.6 yang tampilannya menyerupai sutra. Muncul pula model kaos kaki bernama Synthetic fibers pada 1939 yang dikenal dengan nama “nylon” dan sempat digandrungi masyarakat New York.

Kinim kaos kaki sudah beraneka rupa model, bahan, dan bentuknya. Ada yang berbahan tebal, medium, halus, dan lembut. Setiap orang dipastikan memiliki lebih dari sepasang sehingga bisa bergonta-ganti dan tidak menimbulkan bau kaki.

Editor : Taat Ujianto
Sumber : dari berbagai sumber