• News

  • Singkap Sejarah

Sambut Lebaran Beli Gelang dan Tas, Tahukah Anda Sejarahnya?

Aneka gelang dan aksesorinya
Netralnews/dok.istimewa
Aneka gelang dan aksesorinya

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Lebaran hampir tiba. Tradisi berbelanja perhiasan, pakaian, aneka rupa sajian makanan, dan perlengkapan penting lainnya selalu rutin mengiringinya. Gelang dan tas adalah dua di antaranya.

Gelang emas biasakan dikenakan di tangan saat merayakan lebaran sambil menenteng tas atau digelantungkan di pundak. Kebiasaan ini berlaku mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Anak-anak sudah hafal dengan kebiasaan berbagi uang saku. Mereka berkeliling dari rumah ke rumah. Tas disediakan untuk menyimpan uang pemberian para tetangga. Pemandangan ini menjadi salah satu keunikan tradisi Lebaran di Indonesia.

1.  Gelang

Sebagai perhiasan, gelang berperan penting dalam dunia mode atau fashion, terutama bagi kaum perempuan. Bahan dan modelnya terus berkembang dari masa ke masa.

Perempuan yang mengenakan gelang akan merasa lebih percaya diri. Penampilannya akan terlihat lebih fashionable ketimbang polos tanpa perhiasan apapun.

Dalam bahasa Inggris, gelang disebut bracelet. Kata ini merupakan serapan bahasa Latin yaitu brachile yang berarti “terletak di lengan”.

Tidak hanya kaum dewasa, bayi pun sudah biasa mengenakannya. Ada kepercayaan bahwa gelang dengan bahan tertentu, bisa menjadi penolak bala atau penolak gangguan roh halus.

Kepercayaan berbau animisme dan dinamisme ini menandakan bahwa gelang diperkirakan sudah dikenal sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Manusia paling awal menggunakannya tidak hanya untuk perhiasan tetapi ada hubungannya dengan semacam jimat.

Jejaknya bisa dikenali dari cerita yang beredar di masyarakat. Di Mesir kuno, para ahli agama yang memimpin ritual terlihat mengenakan aneka rupa gelang. Bahannya beragam mulai dari kayu, akar tanaman, perak, perunggu, hingga emas.

Selain sebagai jimat, gelang juga menunjukkan kelas sosial, sama halnya dengan zaman sekarang. Orang yang mengenakan gelang emas bergelantungan di tangan, menandakan dirinya memiliki kekayaan tertentu sehingga lebih percaya diri dan disegani.

Di Amerika maupun Eropa, kepercayaan berbau mistis semacam itu juga ada. Gelang dianggap bisa menjauhkan seseorang dari kesialan.

Akan tetapi, di zaman modern, fungsi gelang lebih menonjol sebagai perhiasan. Modelnya beragam antara lain model Charm Bracelet (gelang rantai berbandul), Sport Bracelet (gelang sporty), Bangle (gelang bangle), Slap Bracelet, dan Beaded Bracelet (gelang manik-manik).

Charm Bracelet berbentuk untaian rantai dengan bandul-bandul kecil yang lucu. Bandul itu bisa berupa huruf, binatang, bunga, dan sebagainya, tergantung pesan dan pesan yang diinginkan pemiliknya.

Sport Bracelet dipopulerkan oleh perusahaan olahraga Nike.  Bahanya menggunakan karet silikon. Awalnya diperuntukkan bagi atlet agar mempermudah bergerak saat berolahraga. Kini model gelang ini digemari dan diproduksi secara massal.

Bangle adalah gelang yang modelnya biasa dikenakan oleh suku Madura. Biasanya banhannya dari emas. Selain emas, bisa juga terbuat dari perak dan dikenakan di bagian lengan di bawah siku.

Slap Bracelet pernah populer di tahun 1980-an. Bahannya lentur, cukup dilekatkan pada pergelangan dan otomatis akan mebalut tangan tanpa menimbulkan rasa sakit.

Terakhir adalah Beaded Bracelet yaitu gelang manik-manik dengan ornamen pelengkap bisa berbentuk lonceng, batu-batuan, kristal, kayu, dan sebagainya.

2.  Tas

Tas banyak fungsinya. Selain sebagai mode, tas juga berguna untuk membawa benda-benda lain dari mulai alat rias wajah hingga buku dan alat tulis.  

Tas juga sudah dikenal manusia di zaman prasejarah. Dari berbagai artefak dan bukti sejarah lainnya, tas sudah digunakan di masa Mesir kuno, Romawi, China kuno, India kuno, dan Nusantara kuno.

Mulanya, bahan yang digunakan adalah kulit kayu dan kulit binatang. Tas di masa itu digunakan untuk menyimpan bahan makanan, hasil berburu, menyimpan batu, senjata, dan sebagainya.

Di abad ke-14, sudah ada tas yang terbuat dari bahan kain, vinyl, dan kulit sintetis. Sementara di Tiongkok, masyarakat Tionghoa sudah menggunakan tas berbahan kertas untuk menyimpan bubuk teh dan benda ringan lainnya.

Di Mesir kuno, masyarakat sudah mengenal model tas pinggang yang diikatkan pada pinggang saat berpergian. Modelnya sudah dilengkapi dengan berbagai hiasan yang menentukan status sosial pemiliknya.

Abad ke-15 sudah muncul the seal bag. Satu abad berikutnya muncul model handbag. Model tas kemudian terus berkembang seiring gerak zaman.

Di abad ke-18, seiring penemuan kereta uap, muncul busana neo-classical yang di antaranya ditandai dengan kebiasaan perempuan membawa tas tangan untuk menyimpan aksesoris kecantikan. Sementara untuk bepergian jauh, mereka membawa tas model koper.

Sekitar tahun 1920, berkembang pula tas rucksack militer yang biasa digunakan untuk situasi perang. Model tas ini terus berkembang untuk menopang dunia kemiliteran.

Memasuki tahun 1950-an muncul begitu banyak model tas seperti: Hermes, Chanel, dan Louis Vuitton. Tas-tas ini  berukuran kecil dan menjadi simbol feminim.  

Editor : Taat Ujianto
Sumber : dari berbagai sumber

Apa Reaksi Anda?