• News

  • Sisi Lain

Seramnya Terowongan Casablanca Jakarta Selatan, Bukan Hanya dalam Film

Terowongan Casablanka
mistis-hantu.blogspot
Terowongan Casablanka

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kasus pemerkosaan yang diikuti dengan pembunuhan yang sadis tanpa perikemanusiaan, seperti yang sering kita dengar, sudah sering terjadi sejak dulu, bahkan dari waktu ke waktu selalu terjadi. 

Selama manusia secara kodrati terdiri dari dua jenis kelamin yang berbeda, sekaligus tak pernah lepas dari balutan nafsu-nafsu badani serta diiringi sikap egoisme yang tak bisa diajak kompromi, maka pada tataran ini, akan selalu digeranyangi aneka kasus pemerkosaan. 

Jadi, jangan heran, kalau kasus pemerkosaan tidak pernah tersisihkan dalam kehidupan manusia. Hukum sekeras apa pun, termasuk hukuman mati sekalipun, seperti tak pernah sanggup melenyapkan kasus jahanam pemerkosaan itu. 

Kenapa, karena kejahatan, apa pun bentuknya, biasanya lebih sering terjadi tanpa perencanaan yang matang, seperti pembunuhan berencana. Karena aksi pemerkosaan biasanya terjadi secara tiba-tiba karena dipicu oleh sesuatu hal yang juga datang secara tiba-tiba yang kemudian mendongkrak nafsu libido sang pemerkosa.

Apakah Anda sudah pernah nonton film horor berjudul Terowongan Casablanca atau Kasablanka? Saking terkenalnya cerita mistis Terowongan Kasablanka itu, Shanker R.S sampai tertarik dan memproduseri film yang rilis tahun 2007 lalu.

Dipercaya bahwa ada hantu nenek-nenek yang tadinya merupakan gadis cantik korban pemerkosaan bergilir oleh sekelompok pemuda yang sampai membuatnya mati. Bukan hanya tega memperkosa dan membunuh, sekelompok pemerkosa itu membuang mayatnya ke terowongan Kasablanka.

Makanya, tidak heran jika banyak korban laki-laki yang meninggal di dalam terowongan Kasablanka tersebut karena balas dendam dengan para lelaki. Hii, tidak heran ya kalau terowongan Kasablanka ini jadi tempat terseram di Jakarta. Yang bikin tempat ini makin seram, katanya sih terowongan Kasablanka ini bekas kuburan massal.

Pernah diceritakan ada orang yang menemukan seorang lelaki setengah baya gantung diri dengan menggunakan kain spanduk. 

Apakah, angkernya Casablanca karena tragedi pemerkosaan? Tidak. Dengar kisah ini. 

Casablanca adalah nama sebuah jalan penghubung antara jalan Jenderal Sudirman dan Kawasan Kuningan dalam hal ini jalan HR Rasuna Said.

Selain itu, kadang juga terlihat adanya sosok makhluk astral yang sedang jalan dipinggir trotoar karena kawasan ini juga banyak pengalaman mistiknya. Salah satunya adalah pengalaman tukang ojek yang kadang mangkal di depan area pemakaman.

Menurut tukang ojek di kwawasan itu, pernah ada seorang wanita minta diantar ke perumahan di belakang pemakaman. Dengan alasan untuk mempercepat waktu, sang wanita minta diantar dengan jalur memotong ke dalam area pemakaman yang menembus ke area perumahan di belakangnya.

Saat diantar, wanita tersebut tak terlihat oleh orang lain dan seakan kita sedang mengendarai motor sendirian. Ia biasanya minta diturunkan dibawah pohon yang berada di tengah pemakaman. 

Setelah sang wanita turun dari motor dan membayar dengan uang yang ternyata hanyalah sepotong daun, tiba-tiba sang wanita terbang keatas pohon dan menghilang.

Tapi jauh sebelum ada jalan Casablanca dibuat, kawasan ini adalah sebuah tempat pemakaman umum Menteng Pulo.

Pada waktu itu antara jalan jenderal Sudirman, jalan HR Rasuna Said (daerah Kuningan) dan jalan Dr Satrio (daerah Tebet) hanya terhubung oleh jalan kecil.

Nah, untuk memperbesar lajur jalan, lalu dibuatlah jalan ini untuk mengubungkan secara horisantal terhadap jalan-jalan utama tersebut.

Pemakaman umum Menteng Pulo ini tepatnya berada diantara jalan HR Rasuna Said, Kuningan  dan Dr Satrio, Tebet.

Jadi sebelum dibuat jalan Casablanca, pertama-tama developer harus membebaskan jalur jalan dari batu-batu nisan di area pemakaman.

Oleh karena itu, maka ratusan makam di areal pemakaman Menteng Pulo ini harus dipindah. Bisa jadi pada waktu itu, mungkin ini adalah proses “pemindahan massal” pemakaman umum terbesar  di Indonesia.

Setelah pemindahan ratusan makam ini selesai, maka dibuatlah jalan Casablanca yang tadinya bernama jalan Karet Kuningan yang jauh lebih kecil ini. Kini, dengan jalur yang lebih lebar, maka diharapkan kemacetan ibukota akan terurai. Oleh karenanya, jika anda lewat kawasan ini akan terlihat tempat pemakaman umum Menteng Pulo di kanan-kiri jalan yang seolah-oleh telah “dibelah”.

Jadi, jika suatu saat anda melewati jalan Casablanca antara Kuningan dan Tebet, perlu diingat bahwa Anda sedang melalui area makam yang tadinya banyak terdapat batu nisan, baru tahukah anda?

Begitu melegendanya peristiwa-peristiwa di area pemakaman Menteng Pulo dekat underpass Casablanca ini, maka dibuatlah sebuah film yang berjudul sama, Terowongan Casablanca

 

Editor : Thomas Koten
Sumber : Dari berbagai sumber

Apa Reaksi Anda?