• News

  • Sisi Lain

Cerita Misteri nan Seram Bus Hantu di Sukabumi

Bus Hantu, ilustrasi
ceritamitosjawa.blogspot
Bus Hantu, ilustrasi

SUKABUMI, NNC - Beberapa waktu lalu, Netralnews menurunkan kisah tentang bu hantu di Jawa dengan rute Jawa Tengah-Jawa Timur.  Bus ini memang cukup terkenal di kalangan masyarakat Jawa Timur dan Jawa Tengah bagian Timur. Armada bus ini terkenal karena kebiasaan ugal-ugalannya. Selain itu, angka kecelakaannya juga termasuk tinggi. 

Tak heran nama Sumber Kencono ini sering dipelesetkan oleh masyarakat menjadi “Sumber Bencono” alias “sumber bencana”. Bahkan, suatu ketika bus ini pernah dibakar di Ngawi oleh massa karena menabrak pengendara sepeda motor hingga tewas. Mungkin karena ingin mengubah image, nama armada ini akhirnya diganti menjadi seperti itu (Sumber Selamat).

Kali ini Netralnews menurunkan lagi kisah dan cerita bus hantu, dengan lokasi berbeda, yakni Sukabumi, Jawa Barat. Sebuah kisah dan cerita yang dicuplik dari Terseram.com.

Suatu malam, seorang laki-laki bernama Bobi (nama samaran) sampai di terminal Bogor untuk pulang menggunakan bus menuju Sukabumi. Ketika itu keadaan terminal sangat sepi. Sialnya ternyata bus yang menuju Sukabumi sudah tidak ada lagi.

Ketika dalam keadaan bingung dan suasana yang dingin, Bobi  merasa sangat ingin buang air kecil. Namun dia tidak dapat menemukan toilet saat itu. Akhirnya dia memutuskan untuk buang air kecil di pinggir jalan dekat sebuah pohon besar.

Beberapa saat setelah buang air kecil, terlihat sebuah lampu bus menyala dari terminal dengan mesin yang menyala. Dia berjalan dengan segera menuju bus itu, untungnya ternyata bus tersebut menuju arah Sukabumi. Tanpa pikir panjang, langsung saja dia segera masuk ke dalam bus yang saat itu terisi cukup banyak penumpangnya.

Segera diambilnya  tempat duduk kedua dari depan barisan sebelah kiri, dan dia langsung mencoba untuk tidur karena merasa kelelahan dan waktu pun mulai semakin malam dan gelap gulita menyelimuti jalan.

Namun dia tidak dapat tidur dengan tenang karena ada seorang kakek yang batuk-batuk dan diperparah lagi dengan suara bayi yang menangis.

Editor : Thomas Koten

Apa Reaksi Anda?