• News

  • Sisi Lain

Jeritan di Pantai Shangrila, Roh Si Cantik Laura Calon Pengantin?

Jenasah Laura saat akan diangkat dari lokasi ditemukan warga di Pantai Shangrila.
Dok Polisi
Jenasah Laura saat akan diangkat dari lokasi ditemukan warga di Pantai Shangrila.

JAKARTA, NNC - Selama Mei-Juni 2018, Pantai Shangrila, Desa Karang Serang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, dihebohkan dengan serangkaian peristiwa tragis sekaligus mistis. Peristiwa tragis seorang perempuan calon pengantin dan penampakan roh perempuan saling susul-menyusul.

Sejumlah warga di sekitar pantai itu mengaku bahwa setiap usai maghrib, selalu diikuti oleh sosok bayangan perempuan cantik. Namun, saat ditengok, bayangan itu menghilang. Saat ia kembali berjalan, sosok itu mengikuti kembali dari belakang. Begitu seterusnya.

Bahkan, ada nelayan yang mengaku mendengar jeritan seorang perempuan di antara suara desiran ombak di tengah malam. Nelayan itu pun memutuskan tidak jadi melaut.

Walaupun warga sekitar Pantai Shangrila mengalami fenomena aneh, pada siang hari pantai ini tetap ramai pengunjung. Situasi ini patut disyukuri, sebab sejumlah warga pantai memang mengandalkan mata pencariannya sebagai penjual makanan bagi para wisatawan yang berlibur ke pantai.

Udin (43), seorang ketua RT setempat, kepada media mengatakan bahwa pascaditemukan mayat perempuan yang hangus terbakar dan terombang-ambing di bibir pantai, tidak menyurutkan animo pengunjung pantai. Sejumlah pengunjung malah merasa penasaran dan ingin melihat lokasi mayat tersebut.

Sementara itu, seorang pemuda yang mengaku bernama Aceng dan sehari-hari bekerja sebagai penjual minuman di Pantai Shangrila mengatakan, “Pengalaman gaib yang saya alami di pantai berlangsung sejak terjadi penemuan mayat perempuan yang telah hangus terbakar.”

Ketika pemuda itu ditanyakan apakah sosok bayangan perempuan yang sering mengikuti dari belakang itu adalah perempuan yang tewas terbakar? Aceng menjawab, “Saya sendiri tidak bisa bilang begitu. Sebab, mayat yang ditemukan di pantai, mukanya sudah tidak jelas, karena sudah hangus dan berwarna hitam.”

Ia melanjutkan, “Yang pasti, saya, teman-teman, dan warga sini merasa heran karena mengalami pengalaman serupa. Menurut mereka, sosok bayangan aneh tersebut berwajah cantik dan meninggalkan aroma harum seperti bunga melati.”

Perbincangan fenomena mistis dengan Aceng sebenarnya dilatarbelakangi kejadian memilukan yang dialami seorang gadis cantik bernama Laura (41). Ia dibunuh pada 3 Mei 2018 oleh Stevanus (24) yang sekaligus merupakan calon suami Laura.

Pernikahan gagal dilangsungkan walaupan sehari sebelumnya telah menjalani foto prewedding di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Stevanus kalap dan menusuk Laura beberapa kali dengan menggunakan pisau hingga tewas. Kejadian itu berlangsung di rumah Laura, Jalan Alaydrus, Petojo, Gambir, Jakarta Pusat.

Perbuatan tak berperikemanusiaan itu dilakukan Stevanus setelah mereka pulang dari Ancol. Kemarahan Stevanus dipicu oleh pertengkaran yang mempersoalkan biaya pernikahan mereka yang konon mencapai Rp250 juta.

Stevanus merasa tersinggung karena Laura mengejek bahwa biaya itu hanya ditanggung pihak keluarganya, sementara Stevanus tidak mampu membiayainya. Ia merasa direndahkan. Kuasa emosi kemudian membuat Stevanus gelap mata.

Tak hanya sampai di situ, karena ingin mencoba menghilangan jejak, Stevanus memasukkan jasad Laura ke dalam mobilnya. Ia kemudian mengajak dua orang temannya menuju Pantai Shangrila. Kepada kedua temannya, ia mengaku sedang membutuhkan hiburan karena hatinya galau.

Namun, saat di perjalanan, kedua temannya mengetahui niat jahat Stevanus. Mereka berusaha tidak mau dilibatkan, namun Stevanus memohon dan memaksa mereka membantunya.

Saat sampai di Pantai Shangrila, Stevanus membakar jasad Laura berulang kali. Pertama dengan menuangkan dua liter bensin. Karena jasad belum juga hangus terbakar, ia kembali menambahkan empat liter.

Jasad yang sudah berwarna hitam kemudian dihanyutkan. Ia berharap agar jasad itu tenggelam dan hilang ditelan laut. Namun, pada Sabtu (5/5/2018), warga sekitar pantai menemukan mayat Laura yang sudah dalam kondisi mengenaskan. Sebagian organ tubuhnya telah tercerai-berai.

Perbuatan biadab Stevanus akhirnya tak bisa disembunyikan. Polisi mencium skenario busuknya, setelah sebelumnya, berhasil menginterogasi dua teman Stevanus yang  diminta membantu aksi pembakaran.

Stevanus pun ditangkap. Atas perbuatannya, ia dikenakan Pasal 338 KUHP tentang Tindak Pidana Pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara.

Penulis : Taat Ujianto
Editor : Y.C Kurniantoro

Apa Reaksi Anda?