• News

  • Sisi Lain

Apartemen Mewah Tempat Pembunuhan Calon Pengantin Itu Berhantu?

Ilustrasi pembunuhan
JITET
Ilustrasi pembunuhan

JAKARTA, NNC - Anda mungkin masih ingat, akhir September 2012 lalu, warga Jakarta dikejutkan oleh kematian sepasang kekasih, Mirza Nuruzzaman (35) dan Asywarah Indah Sari Eka Putri (26).

Sepekan sebelumnya, mereka sudah memesan masjid untuk lokasi akad nikah. Undangan pun telah disebar. Namun, ternyata maut kemudian merenggut nyawa mereka.

Yang membuat kasus ini misterius adalah polisi menduga calon pengantin pria membunuh kekasihnya dengan menyayat leher korban dengan menggunakan pisau, sebelum kemudian bunuh diri. Bagaimana ini bisa terjadi?

Apa motif di balik kejadian itu? Jangan-jangan, ada kekuatan roh halus yang menyebabkan terjadi pembunuhan? Orang berandai-andai dan menduga-duga, tidak bisa dibendung.

Berbagai media massa telah mencoba menelusuri kasus tersebut, sebagaimana juga polisi. Dan dapat disimpulkan, hingga kini motif pembunuhan tragis di sebuah apartemen mewah di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan itu, belum terungkap secara gamblang.

Memang, dalam berbagai pemberitaan dinyatakan bahwa rencana pernikahan Mirza Nuruzzaman dan Asywarah Indah Sari Eka Putri sudah mendapat restu dari kedua orang tua mereka.

Dan setelah Mirza membunuh calon istrinya, ia sempat menelepon orang tua korban. Rupanya benar terjadi. Celakanya, pelaku juga mengakhiri nyawanya dengan sengaja digilas kereta api, tak jauh dari apartemen tersebut.

Polisi menduga, korban sempat dipaksa untuk berbuat tidak senonoh tetapi ditolak. Karena cekcok tersebutlah, maka akhirnya dibunuh. Namun ini hanya perkiraan penyidik ketika itu, sebab pelaku tidak bisa dikorek keterangannya lagi.

Banyak yang meragukan analisa ini. Satu minggu bukan waktu yang lama untuk menunggu urusan birahi. Atau adakah kelainan atau kekuatan gaib yang mengganggu mereka? Roh itu menghuni tempat itu?

Psikolog forensik, Lia Latief, ketika itu kepada sejumlah media ikut  menjelaskan bahwa cekcok menjelang pernikahan yang berujung pembunuhan bukan sekali-dua kali terjadi.

“Ini sindrom Romeo dan Juliet,” katanya. Banyak pasangan yang hendak menikah dalam waktu dekat, kata Lia, mendadak menemukan ketidakcocokan yang menimbulkan konflik berat.

Masalah sederhana bisa berujung tragis jika pelaku merasa tak bisa menyelesaikan konflik yang mendadak muncul itu. “Akhirnya, dia merasa satu-satunya cara menyelesaikan masalah adalah dengan menghabisi korban," imbuh Lia.

Kemungkinan lain, masih kata Lia, pembunuhan itu terjadi karena gejolak emosi sesaat. “Misalnya, si pria tiba-tiba mempunyai hasrat seksual, tapi pasangannya menolak,” katanya. Kesimpulan macam ini baru bisa dipastikan jika riwayat hidup pelaku bisa ditelusuri.

Dari latar belakang dan karakter pelaku akan diketahui apakah ada kecenderungan pelaku melakukan kekerasan jika hasrat seksualnya tak terpenuhi. Masalahnya, latar belakang Mirza sampai saat ini amat gelap. Tak ada yang tahu siapa sebenarnya lelaki India ini.

Lia juga menduga pelaku (Mirza) mendadak merasa depresi akibat perbuatannya dan takut ketika membayangkan konsekuensi dari pembunuhan itu. “Akhirnya, daripada masuk penjara, dia memilih bunuh diri,” kata Lia.

Setelah kasus itu, untuk beberapa lama, orang tidak berani menginap di kamar apartemen yang menjadi lokasi kejadian. Tersiar desas-desus bahwa di kamar tersebut ada aroma energi hitamnya.

Bahkan dua unit persis di sebelahnya juga tidak dianjurkan untuk dihuni, termasuk unit yang menghadap pintu masuk yang berkode 16CG. Ada seorang penghuni apartemen mewah itu mewanti-wanti, “Jangan pernah menyewa apalagi sampai membeli unit lantai 6 ini.”

Masih orang yang sama, ia mengatakan bahwa di sekitar unit itu, berbagai kasus tragis masih terus-menerus terjadi. “Bila diabaikan, korban bisa bertambah lagi,” katanya.

Ada kepercayaan bahwa kasus pembunuhan bisa menimbulkan energi  “saling membalas” antara roh halus yang satu dengan roh halus yang lainnya. Kecuali jika Anda tidak percaya adanya hantu dan roh orang yang mati secara tidak semestinya.

Menurut kepercayaan banyak orang, orang yang mati secara tidak wajar, rohnya bisa menuntut balas.  Dalam hal ini, tentu terserah Anda, percaya atau tidak.

Menarik juga, setelah lama berselang, orang mulai berani lagi memesan ruangan apartemen mewah yang menjadi lokasi peristiwa. Ada penyewa yang tahu dan sadar tentang latar belakang lokasi yang ia sewa. Namun katanya, “Saya ingin merasakan nuansa tertentu dalam kamar tersebut.”

Penulis : Thomas Koten
Editor : Taat Ujianto