• News

  • Sisi Lain

Leher Desi Membeku, Sosok Perempuan Cantik dan Bertaring Menyergapnya

Kecelakaan mobil di Tol Cipularang
pojoksatu.id
Kecelakaan mobil di Tol Cipularang

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Rasa lelah menggelayut. Punggung Desi (41), ibu beranak dua, terasa panas. Matanya berat melawan kantuk. Di belakang kemudinya, kedua anaknya sudah tertidur.

Pukul 01.15 dini hari, mobil Avansa yang dikemudikan Desi menggerayangi jalan Tol Cipularang, meninggalkan Ibukota Jakarta. Hatinya ingin segera berjumpa dengan Ibundanya di Bandung.  

Ia mendapat kabar bahwa Ibundanya tengah sakit parah dan berbaring di rumah, sejak lima hari lalu. Berbekal izin cuti dan izin suaminya, usai pulang kantor, ia segera meluncur untuk menjenguk Ibundanya. Kedua anaknya ikut serta.

“Jalanan tol kala itu sebenarnya tidak macet. Mobil saya bisa meluncur dengan kecepatan cukup tinggi. Namun, justru karena lancar dan ditambah lelah, jadilah ketempelan rasa kantuk,” tutur Desi kepada netralnews.com di kediamannya di Jakarta pada Senin (22/4/2019).

Desi sempat membuka kotak permen di samping kemudi dan mengunyahnya. Namun, rasa kantuk tetap saja menggoda pelupuk matanya. Dan terjadilah pengalaman mengerikan itu.

“Sekejap saya terlelap. Namun tiba-tiba, saya seperti melihat cahaya terang sekali menyoroti mata saya. Disusul suara teriakan, seperti suara ibu saya, berseru memanggil nama saya agar istigfar,” sambung Desi dengan wajah tegang.

Desi membuka mata. Ia tersadar dan harus segera kendalikan kemudi mobilnya yang oleng. Ia masih beruntung. Mobil yang ia kendarai nyaris menghantam besi pembatas jalan di sebelah kiri.

Ia kemudian berusaha mengembalikan konsentrasi. Di tengoknya kaca spion sebelah kiri. Di belakang, tidak ada mobil dalam jarak dekat. Dan ketika menengok kaca spion sebelah kanan, jantung Desi nyaris berhenti berdetak.

Sekujur tubuhnya mendadak dingin menggigil. Lehernya membeku. Pasalnya, “Di kaca spion sebelah kanan muncul sosok perempuan cantik berkerudung. Matanya putih dan menatap nanar. Mulutnya bertaring seolah mau menyergap saya. Sosok itu begitu menakutkan dan membuat saya sulit bernafas.”        

Desi tidak bisa menggerakkan lehernya. Namun kakinya refleks menginjak rem sekuat-kuatnya. Ban mobilnya berdecit kencang. Sempat sedikit oleng namun berhasil mendarat di bahu kiri jalan.

Goncangan mobil membuat kedua anaknya terbangun. Mereka heran dan bertanya atas apa yang baru saja terjadi. Mulut Desi belum bisa mengeluarkan suara menjawab pertanyaan dan rengek kedua anaknya yang tampak ketakutan.

Desi membaca istigfar sambil memejamkan mata. Wajah Ibundanya kembali muncul dari dalam benaknya. Suara Ibundanya kembali terngiang, “Istigfar Desi! Istigfar!”

Desi bangkit. Leher bekunya, ia lawan sekuatnya. Ia tatap kaca spion sekali lagi. Di kaca spion itu, sudah tak ada lagi penampakan sosok perempuan berkerudung. Sementara dari belakang kemudinya, kedua anaknya mulai menangis histeris. 

Kesadaran Desi kembali penuh. Tak ada lagi rasa kantuk dan takut.

“Dalam hati saya berdoa, saya tidak ingin mati dan kalah oleh gangguan roh halus. Berilah saya hidup lebih lama agar bisa bertemu dan sungkem kepada ibu kandung saya di Bandung,” mohon Desi kepada Tuhan saat mengenang kegalauan dan kepanikan kala itu.

Kendaraan kembali ia kuasai. Dengan keyakinan, mobil itu melaju kembali meninggalkan titik lokasi KM 97 di jalur Tol Cipularang. Sementara tangan kanan kuasai kemudi, tangan kirinya membelai anaknya di sebelah kirinya. Anaknya masih terisak.

Sekitar satu setengah jam berikutnya, Desi telah sampai dengan selamat di rumah Ibundanya. Ia segera berlari mencium dan sungkem kepada ibundanya yang tengah terbaring di ranjang pesakitan.

Seolah tak ingin didahului oleh maut, ia mengucap sayang dan memohon maaf atas keterlambatan menjenguk Ibundanya. Tangan Ibundanya yang keriput membelai rambut pendek Desi. Tangan itu mengusap air mata yang berlinang keluar di sudut mata Desi tanpa permisi.

Kedua anak Desi datang menyusul dan ikut mendekap neneknya. Mereka bilang rindu dan sayang kepada neneknya. Mereka ingin neneknya segera sembuh seperti sedia kala.

Di benak Desi, sosok perempuan cantik berkerudung menyeringai dan menakutkan itu kembali muncul. Gangguan makhluk halus itu ternyata berhasil dikalahkan oleh doa Ibundanya.

“Begitulah pengalaman menyeramkan yang saya alami. Saya baru menyadari, betapa besar dan kuatnya arti doa ibu kandung kepada anaknya. Bila Ibunda saya tidak mengirimkan doa keselamatan untuk saya, mungkin muncul kejadian yang lebih mengerikan,” tutur Desi.

Desi bersyukur sempat memberikan perhatian di saat-saat akhir ajal Ibundanya. Ia sempat merawat Ibundanya yang telah kembali seperti "bayi", karena harus buang air di tempat. Badannya sudah tidak bisa digerakkan oleh kerentaan yang menggerusnya.

“Ibu saya meninggal satu tahun lalu di usia 97 tahun. Ia meninggal setelah satu minggu saya tiba di hari yang menakutkan itu. Sepatah dua patah kata masih sempat keluar dari mulutnya. Dan kata itu tetap sama ditujukan kepada saya, yakni ‘Istigfar, Desi! Istigfar!’” kenang Desi.

Untuk kesekian kalinya, kisah pengalaman Desi saat melintasi jalan Tol Cipularang membuktikan keangkeran dan kekuatan mistis lokasi itu.

Ketika netralnews.com melacak jejak kisah-kisah misteri di Tol Cipularang (tol jurusan Cikampek-Purwakarta-Padalarang, Jawa Barat), berderetlah cerita-cerita menyeramkan lainnya. Berderet pula insiden kecelakaan yang telah merenggut banyak nyawa di titik KM 90-100.

Kontur jalan di titik jalur itu terdapat tanjakan dan turunan yang cukup curam. Akibatnya, pengemudi kendaraan harus super hati-hati dan konsentrasi saat melintasinya.

Publik tentu masih ingat tentang kecelakaan pada tahun 2011 yang menimpa seorang artis Indonesia yaitu Saiful Jamil ketika itu melintasi Tol Cipularang ketika di KM 97. Akibat kecelakaan itu, istrinya, Virginia Anggraeni (23) meninggal dunia di tempat.

Tidak lama kemudian, juga terjadi kecelakaan mengenaskan. Satu mobil travel menabrak truk dan mengakibatkan enam orang meninggal saat hendak pergi ke Jakarta untuk mengadu nasib.

Konon, di jalur itu banyak dihuni makhluk halus dan memedi yang mengganggu manusia. Ada yang mengaku pernah melihat penampakan sosok lelaki hitam, ular siluman, dan roh perempuan berkerudung yang mungkin sama seperti dijumpai Desi.

Konon pula, makhluk-makhluk halus yang berkeliaran di jalur Tol Cipularang berasal dari Gunung Hejo yang berada tak jauh dari Tol Cipularang, tepatnya di Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Dahulu, gunung ini dihuni ragam satwa liar namun kini telah punah.

Sementara binatang liar seperti monyet yang dahulu banyak, telah punah, namun kisah keangkerannya, ternyata tidak ikut punah. Bahkan, hingga kini, gunung itu justru sering didatangi pengunjung yang ingin melakukan ritual gaib untuk mengharapkan sesuatu.

Dan kejadian yang dialami Desi, hanyalah salah satu kejadian kecil di antara berbagai peristiwa mistis yang terjadi di sekitar lokasi angker itu.  

Editor : Taat Ujianto

Apa Reaksi Anda?