• News

  • Sisi Lain

Perempuan Seksi yang Diantar Soni Ternyata Arwah Penunggu Studio Angker

Bangunan tua di Studio Alam TVRI, Depok, Jawa Barat
foto: dryae
Bangunan tua di Studio Alam TVRI, Depok, Jawa Barat

DEPOK, NETRALNEWS.COM - Risiko sebagai pekerja malam itu beraneka rupa. Tidak hanya harus tahan begadang namun terkadang juga harus kuat bila diganggu oleh makhluk halus yang biasanya berkeliaran di malam hari. Itulah yang dialami Soni (44).

“Tidak sering menjumpai kejadian mistis, tetapi saya pernah diminta sosok misterius ke lokasi angker di Depok,” kata Soni memulai kisahnya kepada Netralnews.com pada Minggu (28/4/2019).

Lelaki beranak tiga yang sehari-hari menjadi penarik ojek itu suatu malam melintasi daerah Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Laju sepeda motornya berhenti karena ada seorang perempuan melambaikan tangannya, minta diantar.

“Sekitar pukul 22.30. Lokasinya tak jauh dari jembatan seberang sebelum UI. Jalanan masih ramai tapi perempuan ini berada di pinggir jalan yang agak jauh dari penerangan lampu,” lanjut Soni.

Seperti biasa, Soni pun melancarkan jurus-jurus melayani calon penumpang. Perempuan seksi dengan paras elok dan mengenakan pakaian kebaya serta bersanggul itu minta diantar ke kawasan Sukmajaya, Depok.

Soni menyanggupi setelah besarnya biaya disepakati. Perempuan itu segera membonceng sepeda motor Honda Revo milik Soni.

Begitu sudah duduk di belakangnya, hidung Soni langsung diseruduk aroma bunga melati. Soni yakin aroma itu berasal dari parfum yang digunakan perempuan cantik di belakangnya itu.

Sepanjang perjalanan, wanita yang dibonceng Soni lebih banyak diam.

“Saya sempat bertanya, apakah usai mengikuti acara resepsi atau kondangan. Perempuan itu hanya mengiyakan. Suaranya lembut. Pertanyaan lain juga hanya dijawab iya dan tidak. Selebihnya, diam saja,” tutur Soni.

Soni sempat menggeser-geser kaca spion motornya karena setiap kali melihat kaca spion, perempuan di boncengannya tidak terlihat. Padahal ia ingin iseng memastikan wajah perempuan yang sekilas terlihat sangat rupawan itu.

“Sekadar iseng dan penasaran saja. Lagipula, seorang perempuan cantik ini terlihat pemberani. Tapi aneh, tak pernah terlihat dari kaca spion padahal ia masih membonceng. Ini keanehan yang pertama saya sadari,” lanjut Soni.

Karena sudah larut malam, arus kendaraan menuju Sukmajaya berlangsung lancar. Sekitar tiga puluh menit kemudian, sampailah ke daerah yang dikehendaki perempuan yang membonceng Soni.

“Dari Awal, hanya menyebutkan daerah Sukmajaya. Lokasi persisnya tidak disebutkannya. Saya waktu itu hanya mengiyakan karena mengandaikan akan ditunjukkan arah persisnya oleh perempuan itu,” kata Soni.

Gerbang masuk menuji Studio Alam TVRI (foto: jejakpiknik.com)

Kawasan Sukmajaya yang dimaksud perempuan itu ternyata adalah Studio Alam TVRI yang tepatnya berada di Jalan Raden Nomor 90, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. Atas arahan perempuan itu, sampailah Soni di depan gerbang masuk Studio Alam TVRI. 

“Jelas sekali, perempuan itu mengarahkan kanan, kiri, dan stop. Begitu sampai, saya hentikan kendaraan. Saya sempat merasakan keanehan baru. Detik-detik terakhir, motor saya terasa ringan, seperti tidak ada yang membonceng,” kenang Soni.

Rupanya, apa yang dirasakan Soni benar. Begitu motor benar-benar telah berhenti, Soni menengok ke belakang. Perempuan yang diboncengnya tidak ada. Ia segera tebarkan pandangannya ke kanan dan ke kiri. Tak ada siapapun.

“Ini keanehan kedua. Saya heran, tak mungkin saya mengalami halusinasi. Badan saya mulai merinding. Saya tidak jengkel karena belum dibayar. Uang tidak saya persoalkan, tetapi saya curiga sedang mengalami sesuatu yang tidak sewajarnya,” kata Soni dengan sungguh-sungguh.

Untuk meyakinkan apa yang sedang ia alami, Soni menuju pos satpam di gerbang Studio Alam TVRI. Soni melihat seorang penjaga sedang duduk menyaksikan televisi. Setelah permisi, Soni bertanya apakah melihat seorang perempuan berkebaya masuk ke Studio Alam.

Penjaga pintu gerbang itu sempat terpana kemudian menjawab bahwa tak ada seorang pun lewat dan memasuki gerbang. Soni pun hendak berbalik dan mengikhlaskan nasib sialnya.

“Tepat saat mau pulang, hidung saya kembali mencium aroma parfum melati. Saya bertanya ke satpam itu dan satpam itu juga menciumnya. Saya pun menjelaskan bahwa aroma parfum itu sama persis yang digunakan oleh penumpang saya yang mendadak menghilang,” lanjut Soni.

Setelah aroma itu menghilang, Soni diajak duduk sebentar oleh satpam itu. Kata satpam, Soni diminta ikhlas. Kejadian yang dialami Soni, ternyata bukanlah sekali itu saja. Penjual jasa ojek lainnya beberapa kali mengalami kejadian serupa.

“Kata satpam itu, ada roh halus yang menghuni Studio Alam TVRI. Roh halus itu adalah arwah perempuan bernama Marni. Bisa jadi, sosok perempuan yang minta saya antar itu adalah sosok arwah Marni,” kata Soni menirukan sang satpam.

Dengan hati berat dan takut, Soni memutuskan untuk pulang. Ia ikhlas tidak mendapat apa yang menjadi haknya, asalkan diberikan berkah kesehatan dan keselamatan.

“Malam itu saya langsung pulang. Bayangan penampakan perempuan misterius itu membuat saya takut dan tidak konsentrasi untuk mencari penumpang baru,” kata Soni dengan tampang memelasnya.

Dua hari berikutnya, Soni bercerita ke teman-temannya yakni sesama penarik ojek. Dari mereka didapatlah keterangan dan cerita lebih detail tentang keangkeran Studio Alam TVRI.

Konon, dahulu kala ada seorang sinden bernama Marni. Ia terkenal cantik dan memiliki banyak penggemar. Ia juga sering manggung di sekitar Studio Alam TVRI.

Sayangnya, Marni bernasib tragis. Di masa itu profesi sinden penuh persaingan. Karena suatu pengkhianatan, ia terbunuh akibat praktik ilmu hitam yang dimiliki para pesinden lainnya.

Sejak kematiannya, banyak orang mengaku melihat arwahnya sering menampakkan diri. Kadang mengganggu dan menggoda laki-laki yang memiliki kebiasaan buruk. Di kesempatan lain, hanya sekadar menampakkan diri seperti yang dialami Soni.

“Kata orang-orang, arwah Marni masih penasaran. Arwahnya masih belum ikhlas dengan kematiannya. Mungkin ia ingin mengungkap kejahatan yang pernah dialaminya. Minimal ingin agar pihak-pihak yang pernah berbuat jahat kepadanya, segera bertobat,” kata Soni  menduga-duga.

“Bisa jadi, pembunuhnya masih hidup sampai sekarang. Karena menurut cerita warga sekitar, kematian Marni terjadi sekitar tahun 1981. Kalau dihitung tahunnya, bisa jadi pembunuhnya kini sudah kakek-kakek atau nenek-nenek,” pungkas Soni.

Netralnews.com sempat melakukan penelusuran tentang Studio Alam TVRI. Tempat ini memiliki banyak potensi yang cukup disayangkan karena kurang terurus.

Sekitar tahun 1980-an, studio ini sangat terkenal. Di masa kejayaan TVRI, studio ini selalu dijadikan sebagai lokasi syuting. Studio Alam TVRI kemudian vakum dan jarang digunakan sejak 2012.

Munculnya banyak stasiun televisi swasta yang modern membuat TVRI ditinggalkan oleh banyak peminatnya. Dampaknya juga berimbas terhadap Studio Alam TVRI di Depok.

Bangunan dan beberapa sarana yang menjadi jejak kejayaannya mulai memudar dan rusak karena tidak terawat. Bangunan itu menjadi bangunan kosong yang menyeramkan.

Karena dibiarkan kosong cukup lama, tidak mengherankan bila bangunan-bangunan itu kemudian dihuni oleh makhluk halus.

Selain itu, menurut cerita warga, di zaman masih jaya pun sudah sering terjadi peristiwa berbau mistis. Kejadian orang kesurupan adalah salah satu hal yang rutin terjadi di masa itu.

Editor : Taat Ujianto

Apa Reaksi Anda?