• News

  • Sisi Lain

Dikejar Perempuan dalam Lukisan, Dewi Selamat Tanpa Bantuan Kiai

Ilustrasi lukisan perempuan di bak truk
Foto: ayobandung.com
Ilustrasi lukisan perempuan di bak truk

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wanita di kota megapolitan tidak lagi dibatasi oleh gelapnya malam. Pintu karier bagi kaum perempuan terbuka lebar. Dewi (41) sudah bertahun-tahun nyaman dengan dunia tersebut.

Di Jakarta, Dewi tak merasakan adanya peraturan daerah yang membatasi ruang geraknya. Berbeda dengan kota di daerah lain yang pernah menelorkan perda kontroversi berisi larangan perempuan bekerja hingga larut malam.

Akan tetapi, ia tidak pernah menyangka bahwa selain persoalan perda, rumitnya perjuangan kaum perempuan ternyata juga bisa disebabkan oleh faktor lain, termasuk hal-hal di luar akal sehat.

Dewi pernah dihantui oleh kekuatan mistis atau energi supranatural. Anehnya, energi supranatural itu menampakkan dirinya dalam wujud hantu berkelamin perempuan. Ini pula yang membuat Dewi tidak pernah bisa tuntas memahaminya.

Sebagai wanita pekerja yang telah berkeluarga dan memiliki anak, Jakarta adalah tempat tinggalnya. Hingar bingar dan segala dinamika siang dan malam adalah makanan kesehariannya.

Sulit baginya memercayai bahwa di pusatnya peradabatan modern, masih ada sosok hantu yang bergentayangan di tengah kota Jakarta dan mengganggu kehidupan manusia.

“Ternyata di Jakarta pun masih ada hantu yang berkeliaran mengganggu manusia. Roh halus ternyata tidak takut oleh warna-warni lampu kota,” tutur Dewi kepada netralnews.com pada Senin (6/5/2019).

Bagaimana tidak? Dewi biasa kerja hingga larut malam. Selama bertahun-tahun, tak pernah mengalami fenomena mistis hanya karena pulang larut malam. Ia justru mulai mengalami penampakan misterius di sore hari.

“Kejadiannya beberapa minggu lalu, menjelang magrib bukan tengah malam. Kala itu saya seorang diri sedang mengendarai mobil melintasi tol di daerah Pondok Kelapa,” kata Dewi memulai pengalaman misteriusnya.

Dewi sebenarnya hendak pulang setelah bekerja sejak pagi di sebuah perusahaan yang berada di wilayah Sunter, Jakarta Utara. Kondisi jalanan lancar dan fisiknya pun sedang tidak mengalami kelelahan.

“Badan saya fit dan saya juga tidak sedang mengantuk. Justru karena itu, saya yakin bahwa apa yang saya lihat dan saya alami, bukanlah karena halusinasi,” jelas Dewi.

Kejadian aneh dimulai ketika Dewi tepat berada di bawah kolong jembatan layang. Di depan mobilnya ada satu truk pasir. Di bak penutup bagian belakang, terdapat lukisan perempuan dengan gaya seolah sedang mengintip.

Mata sosok perempuan dalam lukisan itu menatap ke arah Dewi. “Matanya belo, rambutnya panjang, kulitnya putih, dengan dada agak terbuka. Pokoknya sangat seksi dan itu bukanlah lukisan asing,” kata Dewi sambil tersenyum meyakinkan bentuk lukisan yang ia maksud.

Ia kemudian menambahkan cerita mengejutkan, “Yang membuat saya terpana kaget, lukisan itu tiba-tiba bergerak dan benar-benar hidup. Ia tersenyum menyeringai lalu seolah bangkit keluar dari persembunyiannya.”

Dewi membanting setir mobilnya ke kiri. Kakinya menginjak rem sekuat-kuatnya. Jarak mobil Dewi serta merta menjauh dari truk dengan lukisan misterius itu.

Dewi memperlambat mobilnya. Ia tengok kembali lukisan di belakang truk itu.”Badan saya merinding. Sosok perempuan dalam lukisan itu telah menghilang,” kata Dewi dengan wajah ngeri.

Dewi merasakan ketakutan. Ia ingin buru-buru sampai di rumahnya. Ia berusaha mendahului truk dengan lukisan perempuan misterius di depannya tetapi mengalami kesulitan.

Setiap kali ingin ke kanan, truk ikut menyalip kendaraan di depannya. Setiap Dewi ingin ke kiri, truk itu mengikuti pula.

Kendaraan Dewi baru bisa terpisah dari truk itu ketika memasuki pintu keluar tol. Hati Dewi lega. Ia pun sampai rumahnya sekitar pukul 20.00.

Usai mandi, makan malam bersama anak-anak, ia memutuskan istirahat mendahului suaminya yang belum pulang kerja. Ia merasa sudah menyelesaikan semua tugas untuk hari itu. Tinggal rasa lelah yang belum ia puaskan.  

Saat merebahkan diri di atas tempat tidur, Dewi terpana. Sosok perempuan dalam lukisan truk itu tiba-tiba melayang di langit-langit kamarnya. Perempuan itu menatap tajam dengan mulut menyeringai.

"Rupanya, perempuan dalam lukisan di bak belakang truk itu, mengejar saya hingga ke rumah saya," kata Dewi.  

Dewi merasakan badannya kaku dan berat. Ia berusaha berteriak tetapi tidak keluar suara. Dewi tak berani membalas tatapan perempuan itu. Dewi memalingkan mukanya dengan menatap bantal di sebelah kirinya.

“Ada yang menyebut apa yang saya alami itu sebagai fenomena ‘ketindihan’, tapi saya tidak merasa perempuan itu menindih saya. Yang saya rasakan, saya tidak bisa bergerak tetapi otak saya tetap bekerja,” tutur Dewi.

Di benak Dewi, muncul dorongan meminta bantuan. “Di pikiran, saya berteriak memanggil kiai tapi seperti disahut oleh suara lain bahwa tidak ada kiai, saya hanya sendiri, dan harus menghadapi roh halus itu sendiri.”

Dewi merasakan semacam perang batin sementara bayangan perempuan dalam lukisan itu masih tetap melayang dan seolah terus mengawasi Dewi.

“Saya ingin bangkit dan beranjak untuk salat, tetapi tidak bisa. Dalam kepasrahan, saya akhirnya lakukan salat darurat dengan posisi tidur layaknya orang sakit,” sambung Dewi.

Dewi masih merasakan seperti dalam cengkeraman sosok perempuan misterius itu. Ia berusaha tidak memedulikan dan tetap konsentrasi membaca ayat-ayat suci Alquran.

Setiap membuka matanya dan bayangan itu masih menghantuinya, ia kembali lanjutkan membaca doa. Demikian hal itu terus dilakukannya, hingga ia tak sadarkan diri.

Ia dibangunkan oleh kecupan suaminya di kening dan kedua pipinya. Hari telah terang benderang. Badannya telah kembali normal dan bisa digerakkan.

“Kata suami saya, semalaman saya tidur sambil bergumam membaca ayat-ayat suci Alquran. Ia tidak berani membangunkan dan memilih langsung tidur di samping saya,” tutur Dewi.

Setelah mendengar apa yang sebenarnya terjadi, suami Dewi hanya menanggapi dengan belaian di kepala Dewi sambil berkata, “Ayat-ayat Alquran yang kamu baca memiliki kekuatan tak terkatakan,” kata Dewi menirukan suaminya.

Suaminya yakin, karena doa itulah, roh halus berupa penampakan perempuan dalam lukisan itu kemudian pergi. Ia kalah oleh kekuatan doa.

“Sosok perempuan misterius itu tidak pernah menampakkan diri lagi. Saya pun sudah sulit membayangkan bentuk muka sosok itu. Padahal waktu itu, gambaran raut mukanya bisa detail muncul di benak saya,” pungkas Dewi.

Editor : Taat Ujianto

Apa Reaksi Anda?