• News

  • Sisi Lain

Memasuki Ramadan, Penampakan Hantu Keranda di Masjid Ini Berbeda dari Biasanya

Masjid Baiturrahman di Bojonggede, Kabupaten Bogor
Netralnews/Taat Ujianto
Masjid Baiturrahman di Bojonggede, Kabupaten Bogor

BOGOR, NETRALNEWS.COM - “Keranda jenazah di masjid selalu bergerak sendiri bila ada warga yang akan meninggal, tetapi memasuki bulan Ramadan, tidak pernah ada penampakan lagi,” kata seorang bapak paruh baya, yang mengaku bernama Dwiyanto (54) kepada Netralnews.com, Sabtu (11/5/2019).

Dwiyanto adalah salah satu pengurus Masjid Baiturrahman yang berlokasi di perumahan Vila Mutiara 2 Bojonggede, Desa Waringinjaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Ia mengaku berulangkali melihat penampakan keranda jenazah di masjid.

“Biasa ditaruh di gudang masjid. Beberapa waktu lalu, sebelum seorang warga meninggal, bergerak sendiri. Suaranya terdengar hingga ke dalam masjid. Penampakan seperti ini selalu rutin terjadi. Pengurus masjid lainnya juga sering melihatnya,” tutur Dwiyanto.

Dan usai penampakan tersebut, paginya ada warga meninggal. “Persis pagi harinya, seorang warga tak jauh dari masjid meninggal dunia,” sambung Dwiyanto.

Fenomena tersebut ternyata tidak terjadi ketika memasuki Bulan Suci Ramadan.

“Uniknya, puasa hari kedua, ada warga meninggal, tetapi tidak seorang pun pengurus masjid melihat penampakan keranda bergerak sendiri. Padahal, di masa-masa sebelumnya selalu rutin memberi tanda, bila akan ada warga yang meninggal,” kata Dwiyanto.

Dwiyanto meyakini hal itu erat kaitannya dengan keyakinan dalam ajaran Islam dimana di Bulan Suci Ramadan, setan-setan dibelenggu (shuffidatusy syayathin), pintu surga dibuka, dan pintu neraka ditutup.

“Itu sebagai salah satu bukti bahwa Ramadan adalah bulan yang suci. Semua umat muslim menunaikan ibadah puasa dan semua gangguan Insyaallah dijauhkan,” ungkap Dwiyanto.

Berdasarkan pemantauan Netralnews.com, memasuki Ramadan 1440 Hijriah, Masjid Baiturrahman memang ramai dengan jemaah yang ingin mengikuti Salat berjamaah maupun mengikuti Salat Tarawih.

Masjid tersebut dibangun oleh swadaya masyarakat dan dibantu oleh banyak dermawan beberapa tahun setelah perumahan dibuka.

Sebelum perumahan dibangun sekitar tahun 2006, masih berupa lahan pertanian dan di belakang masjid terdapat makam wakaf Tanah Baru.

Dalam cerita warga sekitar, lokasi ini memang merupakan tempat angker. Bahkan, saat pembangunan perumahan, sempat mengalami kendala dikarenakan adanya kekuatan gaib yang mengganggu pemborong perumahan.  Hal ini terungkap berdasar penuturan Asep (67).

“Di dekat masjid Baiturrahman, kan ada patung kuda menghadap ke makam wakaf Tanah Baru, persis di perbatasan dengan tembok wakaf yang rimbun dengan pohon bambu. Nah, itu ada sejarahnya,” tutur Asep.

Menurut penuturan Asep, patung kuda itu dibangun bukan tidak sengaja. Katanya, “Ya gitu, mandor pengembang Perumahan Vila Mutiara 2 sering diganggu oleh kekuatan gaib. Pengerukan dan perataan lahan menjadi terkendala.”

Konon, mandor pengembang itu kemudian bermimpi didatangi seseorang kakek tua berbaju putih dan berambut putih agar mendirikan patung kuda menghadap ke wakaf. “Sejak itu, pembangunan perumahan berjalan lancar,” terang Asep.

Menurut Asep, warga Desa Tanah Baru, yang bekerja sebagai tenaga keamanan perumahan, fenomena-fenomena mistis itu bukan menjadi hal asing bagi warga perumahan. Hantu-hantu di sekitar Masjid dan perumahan menjadi bahan percakapan yang menarik bagi para warga saat ronda malam.

“Selama memasuki Ramadan, ada suasana berbeda. Saat melewati sekitar patung kuda, biasanya muncul perasaan seram dan badan merinding. Tapi memasuki Ramadan ini, saya tidak merasakan takut biarpun tengah malam,” pungkas Asep.

Editor : Taat Ujianto