• News

  • Sisi Lain

Menyeramkan! Rumah Pengantin Baru Digeruduk Hantu Penghuni Danau, Bogor

Ilustrasi sisa-sisa bangunan rumah Vanya yang dibiarkan kosong
Netralnews/Taat Ujianto
Ilustrasi sisa-sisa bangunan rumah Vanya yang dibiarkan kosong

BOGOR, NETRALNEWS.COM - Hari-hari indah sepasang pengantin baru, Michael dan Vanya, di rumah barunya hanya berlangsung tak lebih dari sebulan. Masa-masa bahagia berbulan madu di rumah idamannya berubah menjadi kenangan menyeramkan di awal bahtera mereka mulai berlayar.

Padahal, jauh sebelum menikah, mereka sudah menyisihkan uang sedikit demi sedikit untuk membeli tanah dan membangun rumah baru. Keinginan itu terwujud. Tetapi ada saja yang mengganggu perjalanan hidup manusia.

“Saya membeli sebidang tanah di daerah Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Saya bangun rumah di tanah itu dan akan kami tinggali usai nikah. Semua terwujud sesuai rencana sebenarnya,” tutur Vanya (39) kepada Netralnews.com, hari Minggu (9/6/2019).

Bulan Desember 2006, Vanya dan Michael resmi menikah. Semua prosesi adat Jawa Barat dan ritual gereja sudah mereka penuhi dan selesaikan. Tibalah mereka menempati rumah yang dibangun dan diidamkan sesuai selera berdua.

“Udaranya sejuk. Daerahnya belum padat penduduk. Suasana cukup sepi, tapi itu justru yang kami inginkan. Tak jauh dari rumah, ada daerah rawa-rawa yang terhubung ke situ ( danau alami). Kebetulan suami saya suka memancing di danau, jadi sudah cocok sebenarnya,” lanjut Vanya.

Malam pertama mereka menghuni rumah, tidak ada sesuatu yang aneh. Hari kedua pun demikian, namun memasuki hari ketiga dan seterusnya, Vanya dan Michael berturut-turut diganggu oleh fenomena gaib. Puncaknya, pada hari ke-26, rumah mereka digeruduk banyak penampakan hantu.  

“Mulanya hanya ada suara-suara aneh seperti orang bergumam. Kadang ada suara perempuan menangis, anjing melolong terus, dan juga ada kelebat sosok-sosok aneh di dalam rumah,” kata Vanya.

Hari ketujuh, Michael dan Vanya pulang kerja, hari sudah larut. Mereka ingin segera masuk rumah. Anehnya, pintu tidak bisa dibuka dengan kunci yang biasa digunakan. Sementara di dalam rumah ada suara-suara misterius.

“Pintu sulit dibuka. Kunci sudah berputar tetapi berat sekali ketika didorong untuk dibuka. Dari dalam ada suara lirih seperti suara perempuan mengumpat-umpat ‘pergi! pergi!’ disusul bunyi perabotan berjatuhan,” sambung Vanya.

Suami Vanya kemudian mengerahkan semua tenaga untuk mendorong paksa. Pintu berhasil terbuka. Vanya dan Michael terpana, pintu ternyata diganjal sofa, padahal saat mereka berangkat kerja, sofa berada pada posisinya.

Michael pasang kuda-kuda karena khawatir ada seseorang masuk dan masih berada di dalam rumahnya. Lampu semua dinyalakan. Ia ambil sebatang besi cukup panjang untuk menjaga diri dari hal-hal tak diinginkan.

“Persis saat memasuki kamar, kami berdua terkejut tiba-tiba seperti ada hembusan angin kencang keluar kamar menuju pintu utama. Jelas sekali sampai menimbulkan suara siulan dan sejumlah perabotan berjatuhan. Padahal kipas angin tak nyala,” kata Vanya dengan muka seriusnya.

Cepat-cepat Michael dan Vanya merapikan kembali isi rumah mereka. Pintu dikunci dari dalam. Vanya mengaku mulai takut dengan fenomena aneh tersebut. Usai mandi ia tak mau lagi jauh dari suaminya hingga pagi hari.

Memasuki hari ke-15, kejadian aneh kembali terjadi. Mereka usai pulang dari gereja mendapati rumah mereka dalam kondisi berantakan. Stok terigu sebanyak 3 kilogram untuk bahan membuat kue (kebiasaan Vanya) secara misterius berhamburan memenuhi lantai dapur hingga ruang tamu.

“Di atas tepung terigu yang berhamburan itu ada jejak aneh seperti binatang melata besar dan ada bekas seperti cakar-cakaran kaki. Kami tak habis pikir sebab di dalam rumah tidak ditemukan adanya tikus, kucing, atau anjing yang mungkin menjadi pelakunya,” terang Vanya keheranan.

Rentetan kejadian aneh semakin membuat Vanya takut. Timbulah perasaan tidak betah. Sementara suaminya berusaha menghibur dan mengajak Vanya banyak berdoa. Rupanya, ajakan dan peneguhan suaminya tidak mempan. Vanya semakin tak tahan tinggal di rumah itu.

Pasalnya, sejak kejadian terigu berhamburan, setiap malam rumah itu seperti dikepung sosok-sosok aneh dan suara-suara menyeramkan. Doa sudah didaraskan namun badan Vanya tak bisa membebaskan diri dari merinding sepanjang malam.

“Ada sosok perempuan berbaju putih dan berambut panjang melongok dari jendela. Ada sosok-sosok pocong berkelebat dari kegelapan seperti mengamati rumah kami. Ada lolongan orang kesakitan, dan suara desisan makhluk yang tak kelihatan,” masih kata Vanya.

Puncaknya, malam ke-26 Vanya memaksa Michael meninggalkan rumah itu menuju rumah saudaranya di kampung sebelah.

“Malam itu turun hujan deras. Listrik padam. Padahal baru sekitar pukul 20.30 tapi udara terasa lembab dan gelap gulita. Dari jendela, terlihat rombongan sosok-sosok putih berdatangan menuju rumah kami. Saya ketakutan. Suami saya juga melihat, ia pun bingung harus berbuat apa,” sambungnya.

Vanya merasa tak tahan dan merengek pada suaminya.

“Tiba-tiba listrik menyala. Rumah menjadi terang kembali. Sosok-sosok hantu yang menggeruduk rumah kami lenyap seketika. Hujan belum reda, tapi malam itu juga saya memaksa suami untuk meninggalkan rumah itu,” kata Vanya tegas.

Sejak malam itu, rumah Vanya dan Michael dibiarkan kosong tidak ditinggali. Seluruh perabotan kemudian diangkut secara bertahap. Mereka memutuskan mengambil rumah baru di satu perumahan yang masih berada di daerah Bogor.

“Saya pindah ke komplek perumahan yang ramai. Saya kapok dengan suasana sepi dan jauh dari tetangga. Sampai saya punya satu anak, saya tinggal di rumah yang baru ini hingga kini,” tambah Vanya.

Rumah Vanya yang ditinggalkan dan dibiarkan kosong akhirnya tak terurus dan rusak. Sebagian besar akhirnya roboh. Vanya dan Michel enggan rumah itu dikontrakkan maupun dijual. Ia masih berusaha mampu “menaklukkan” sosok-sosok hantu yang dulu mengganggu mereka.

“Mungkin nunggu daerah itu ramai baru kami bangun lagi. Sementara, kami biarkan karena masih penasaran. Dari informasi kanan-kiri, dapat sih cerita mengapa daerah itu angker. Itu ada hubungannya dengan asal-usul situ yang ada di situ. Banyak roh halus menghuninya,” papar Vanya.

Sesuai informasi yang dikumpulkan Vanya, konon kawasan rawa-rawa situ atau danau dibangun sekitar tahun 1705 oleh orang Belanda yang dahulu membangun kawasan kota Depok lama, yakni Cornelis Chastelein. Situ dikeruk oleh para budak dan airnya diarahkan untuk mengairi lahan perkebunan yang ia miliki.

“Ada cerita sesepuh yang mengatakan, saat pembangunan ada seorang budak perempuan mati diterkam buaya siluman. Sejak itu tempat ini jadi angker. Pernah juga anak-anak mati tenggelam. Orang lain, ada yang mengatakan danau dihuni siluman ular serta banyak kuntilanaknya,” terang Vanya.

Editor : Taat Ujianto