• News

  • Sisi Lain

Menelisik Arwah 2 Bocah dan Sosok Wanita Blonde di Bioskop Taman Ismail Marzuki

Pertunjukan di Kebon Binatang Cikini tempo dulu yang kini telah menjadi komplek Taman Ismail Marzuki (TIM)
Netralnews/Istimewa
Pertunjukan di Kebon Binatang Cikini tempo dulu yang kini telah menjadi komplek Taman Ismail Marzuki (TIM)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Khalayak umum tentu sudah akrab dengan komplek Taman Ismail Marzuki (TIM). Selain menjadi pusat pertunjukkan kesenian, komplek yang berada di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat ini juga memiliki sejumlah bangunan bersejarah di Ibu Kota Jakarta.

TIM merupakan Pusat Kesenian Jakarta yang diresmikan pertama kali oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada 10 November 1968. Sejak itu, berbagai pertunjukkan ragam pelaku seni Nusantara selalu dan berhasil mengundang daya tarik berbagai kalangan masyarakat.

Ragam kesenian yang dipertontonkan mulai dari pameran lukis, drama, film, hingga teater. Pertunjukkan karya pelaku seni digelar di beberapa gedung antara lain di enam teater modern, balai pameran, galeri, gedung arsip, dan satu gedung bioskop.

Di komplek ini juga terdapat lembaga pendidikan yang ditujukan bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat seninya, yakni di Institut Kesenian Jakarta.

Terlepas dari semua itu, mungkin juga ada yang pernah mengetahui bahwa komplek ini memiliki kisah misteri. Ada pula yang menyebutnya angker. Sejumlah orang mengaku pernah melihat penampakan sosok misterius.

Sosok misterius pertama yang pernah menjadi pergunjingan warga adalah penampakan 2 bocah seumur anak sekolah dasar (SD). Konon, sosok 2 bocah ini kerap menampakkan diri menjelang Magrib.

"Iya, benar. Beberapa orang pernah melihat penampakan 2 bocah yang tengah asyik bermain bola di sekitar gedung teater menjelang hari gelap. Saat dipergoki menghilang," tutur lelaki paruh baya yang mengaku bernama Risky (54) kepada Netralnews.com, Selasa (23/7/2019).

Menurut pengakuannya, Risky pernah bekerja menjadi security di TIM selama hampir 5 tahun. Kisah tentang keangkeran komplek TIM bukan hal asing baginya. Sayangnya, ia tidak tahu kepastian asal-usul mengapa ada penampakan-penampakan aneh tersebut.

Yang ia ketahui, cerita beredar dari mulut ke mulut. Konon, penampakan sosok 2 bocah itu ada hubungannya dengan kejadian tewasnya 2 anak SD karena tenggelam di salah satu kubangan air yang dahulu ada di komplek TIM.

Sebelum dibangun menjadi komplek pusat kesenian Jakarta, di area ini pernah terdapat danau yang menjadi bagian dari Kebun Binatang Jakarta yang dinamakan Taman Raden Saleh. Kebun Binatang ini kemudian dipindahkan ke Ragunan, Jakarta Selatan, pada 1969.

"Dulu sebelum dipindah ke Ragunan, sempat terjadi kebakaran hebat di komplek kebun binatang. Akibatnya, sejumlah koleksi binatang kabur melarikan diri ke Kali Ciliwung yang berada di belakang TIM. Kemudian sempat terbengkalai beberapa lama, baru kemudian dipindah ke Ragunan," kenang Risky.

Saat dilakukan pembangunan gedung baru itulah, sejumlah lubang galian kemudian dipenuhi air saat musim hujan. Anak-anak sering bermain di kubangan itu namun nahas menimpa 2 anak SD yang kemudian tewas tenggelam karena tidak bisa berenang.

"Di gedung teater TIM, dahulu menjadi lokasi kandang macan. Saat dipugar dan akan dibangun, ada lubang bekas galian yang dalam. Di lubang galian itulah, 2 anak itu tenggelam. Kejadiannya sekitar tahun 1990," sambung Risky.

Warga kemudian sering mengaitkan penampakan sosok 2 bocah di menjelang petang dengan arwah kedua bocah tersebut.

"Pertama kali yang membuat saya percaya adalah saat sosok 2 bocah itu menampakkan diri dan bisa menembus kaca-kaca di gedung teater. Saat saya kejar, menghilang dan tidak saya jumpai siapapun," kata Risky yang sejak kejadian itu barulah percaya atas rumor tersebut.

Cerita mistis kedua adalah tentang penampakan sosok wanita bule berambut pirang (blonde). Menurut Risky, kisah penampakan tersebut ada hubungannya dengan latar belakang komplek TIM yang sudah ada sejak era Hindia Belanda bercokol di Batavia.

Menurut cerita Risky, dahulu pernah ada kejadian saat pertunjukan film tengah berlangsung di gedung bioskop, pengunjung dikejutkan dengan munculnya sosok bayangan noni Belanda di layar bioskop. Padahal, dalam film tidak ada kaitan apapun dengan sosok noni Belanda.

"Kalau soal penampakan noni Belanda, saya belum pernah melihatnya. Hanya dari cerita teman-teman, katanya pernah tiba-tiba muncul saat film tengah berlangsung di bioskop. Sejumlah penonton melihatnya," tutur Risky.

Kendati dikabarkan angker, hingga kini komplek TIM tetap selalu ramai pengunjung. Bagi sebagian orang, karena mitos itulah, komplek TIM justru malah digemari dan menjadi terkenal.

"Saat saya masih bekerja di situ, bila dapat jatah jaga malam, tak pernah takut sedikit pun. Hal-hal seperti itu sudah biasa, layaknya menjadi makanan sehari-hari bagi saya," pungkas Risky.

Editor : Taat Ujianto