• News

  • Sisi Lain

Misteri Sosok Gadis Tionghoa Berparas Elok, Penghuni Gedung Sekolah di Kemang

Seorang siswa menunjukkan makam Tionghoa di depan sekolahnya
Netralnews/Taat Ujianto
Seorang siswa menunjukkan makam Tionghoa di depan sekolahnya

BOGOR, NETRALNEWS.COM - Di depan salah satu sekolah swasta di wilayah Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, ada kuburan Tionghoa yang dikabarkan oleh warga sekitar angker. Uniknya, warga sekitar tersebut tak merasa takut dengan penampakan-penampakan yang sering terjadi.

Sama halnya dengan warga sekolah yang menempati area di sebelah Barat kuburan. Hampir semua peserta didik paham bahwa sekolah berada di dekat kuburan Tionghoa dan angker. Mereka juga sering mendengar ada penampakan di kuburan dan di sekolah.

"Yang sering menampakkan itu adalah sosok gadis Tionghoa peranakan berwajah sangat cantik. Ia kadang menampakkan diri di sekolah ini, juga sering di sudut kuburan, dekat jalan masuk," tutur Cik Lian (40) kepada Netralnews.com, Kamis (1/7/2019).

Wanita yang biasa dipanggil Cik Lian  adalah salah satu pegawai Tata Usaha di sekolah tersebut. Ia sangat hafal dengan keberadaan kuburan yang disebut-sebut angker karena ia lahir di daerah itu dan sejak kecil biasa bermain di sekitar kuburan.

"Saya lahir dan besar di sini. Dari kecil biasa main di kuburan Tionghoa itu. Kakek dan buyut saya juga dikuburkan di tempat ini. Sudah seperti bagian tempat tinggal saya," kata Lian yang rumahnya kebetulan juga tidak jauh dari kuburan tersebut.

Mengenai keangkeran tempat itu, menurut penuturan Lia, salah satunya berawal dari kejadian sekitar 15 tahun lalu.

"Ada seorang gadis peranakan, wajahnya terkenal rupawan dan digandrungi banyak pemuda sekitar sini. Ia sebentar lagi akan menikah. Suatu sore, secara tragis meninggal tertabrak mobil di Jalan Raya Bogor-Parung. Kepalanya hancur akibat kecelakaan, kemudian dikuburkan di sini," kenang Lian.

Konon, sejak gadis cantik itu dimakamkan, banyak orang sering melihat penampakan sosok perempuan cantik dan suara perempuan menangis di sekitar makam. Warga menganggap arwah si gadis belum ikhlas meninggal.

"Ada yang melihat sosok perempuan mengenakan pakaian Tionghoa, berdiri di dekat pohon sawo. Saat di dekati, perempuan itu menghilang. Di waktu lain terdengar suara menangis dari arah pohon sawo tersebut. Kebetulan, makam gadis yang tertabrak itu dekat pohon sawo itu," kata Lian.

"Ada yang berpendapat bahwa arwah tersebut masih ingin berjumpa dengan tunangannya, si lelaki calon suaminya. Karena pernikahan sudah direncanakan, si gadis sepertinya sangat terpukul dan belum menerima kematiannya," imbuh Lian.

Mengenai asal-usul gadis Tionghoa yang disebut-sebut Lian, bBila mengamati kondisi sekitar sekolah di wilayah Kemang tersebut, memang sejarahnya merupakan area permukiman warga keturunan Tionghoa.

Sejak era Hindia Belanda, perkampungan itu sudah ada dan kini semakin padat penduduk. Hingga kini pun, mayoritasnya dihuni warga peranakan Tionghoa.

Perkampungan tersebut masih ada hubungannya dengan perkampungan Tionghoa di Kampung Baru, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor. Perbedaannya, untuk kampung Tionghoa di Kemang, sudah jauh lebih padat dan berbaur dengan berbagai etnis lain.

Menurut cerita Lia, hingga tahun 1970-an, kondisi Kemang masih seperti hutan. Di sekitarnya juga masih banyak pohon karet. Selain itu, di kawasan itu masih ada warga Tionghoa yang beternak babi, jumlahnya puluhan.

Namun kemudian muncul pemukiman-pemukiman baru di sekitar Kemang. Penduduk dari ragam etnis meramaikan wilayah tersebut. Ada beberapa kali insiden penolakan terhadap keberadaan ternak babi. Mereka berdemo dan meminta agar pemerintah setempat menutup peternakan babi.

Warga berdemo karena merasa terganggu dengan limbah dan aroma tidak sedap yang bersumber dari kandang babi. Akhirnya, demi menciptakan suasama damai, dengan berat hati para peternak babi di Kemang menutup usahanya.

Kembali ke kisah penampakan sosok perempuan Tionghoa berwajah elok. Konon, sosok itu juga sering menampakkan diri di area gedung sekolah.

Sejumlah orang mengaku mendengar suara perempuan memanggil-manggil di tengah malam dan suara perempuan menangis di dalam gedung sekolah yang lokasinya berada di samping kuburan.

Hal seperti itu pernah dialami oleh wanita paruh baya yang biasa disapa dengan panggilan Emak. Ia adalah petugas jurubantu di sekolah tersebut.

"Iya, saya pernah dapat sial gara-gara melang (teledor). Saat mendengar suara perempuan menangis, jadi takut dan refleks membanting pintu padahal jari tangan kiri saya sedang di posisi lubang kunci, jadilah jari saya terjepit dan tergencet pintu hingga gepeng," kenang Emak sambil menunjukkan bekas luka di jari-jari tangan kirinya.

Menurut Emak, sebenarnya penampakan dan suara-suara ganjil dari sosok arwah Tionghoa yang menghuni sekitar gedung sekolah dan area makam, tidaklah berbahaya. Hanya manusianya saja yang seharusnya tidak perlu takut.

"Saya sebenarnya tidak takut. Kala itu hanya kaget saja. Maklum sudah sore menjelang petang dan saya seorang diri di sekolah. Jadinya kaget, tiba-tiba ada suara perempuan menangis. Tangan saya kejepit, ya saya nggak menyalahkan arwah penghuni gedung sekolah. Saya sendiri yang teledor," kata Emak.

Sementara itu, siswa-siswi di sekolah tersebut, mengaku tak sedikitpun khawatir dengan cerita hantu yang menghuni area sekitar sekolah. Bagi mereka, keberadaan makhluk halus itu tidak berpengharuh apapun.

"Yang penting tidak mengganggu kami," kata Aurel, salah satu siswa di sekolah tersebut.

Editor : Taat Ujianto