• News

  • Sisi Lain

Ngeri! Kawasan Taman Makam Pahlawan Sering Digerayangi Penampakan Hantu

Makam Pahlawan Seribu Serpong, Tangerang Selatan
foto: antara
Makam Pahlawan Seribu Serpong, Tangerang Selatan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – "Dulu awal - awal sering digangguin (sama hantu, red)," terang Ilham (38), penjaga Taman Makam Pahlawan (TMP) Seribu Serpong, Jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan.

Kesehariannya sebagai penjaga makam dengan gaji 700 ribu perbulan, harus sering berhadapan dengan penampakan beraroma mistis. Apalagi di awal-awal ia bekerja di tempat itu, penampakan aneh sangat sering  ia jumpai.

"Saya kan baru masuk sini tidurnya kalau malem di kantor. Kantornya berhadapan dengan makam. Sering dilihatin (sama wujud hantu)," sambung Ilham kepada awak media Tribunnews.com, Jumat (16/8/2019).

Mungkin karena sudah terbiasa, lambat laun ia pun terbiasa dengan semuanya itu. Dalam dirinya tumbuh keberanian sehingga bisa “berbaur” dengan kekuatan gaib. Sebagai penjaga makam, mutlak hal seperti itu harus bisa ditaklukkan.

"Pertama-tama sih takut, tapi ke sini-sininya berani. Kalau kata temen yang ngajak kerja di sini, kenalan dulu sama para penghuninya. Eh, kedepannya enggak diganggu lagi," bebernya.

Ilham mengaku pernah mendapat penghlihatan makhluk halus yang terlihat secara kasat mata. Ilham juga pernah sempat mengalami kejadian misterius saat pengunjung mendatangi lokasi ini.

"Ada pengunjung yang ngomongnya sembarangan, tiba - tiba saja langsung ada angin topan datang. Semuanya pada lari," katanya.

"Kalau bahasa kita mah nyebutnya reuni. Hantu - hantu reuni biasanya di malam - malam sakral. Seperti kliwon atau malam satu syuro," imbuh Ilham.

Kisah keangkeran di sekitar Taman Makam Pahlawan Seribu, Serpong, sebenarnya bukan hal baru. Dalam cerita tutur masyarakat sekitar, cerita tersebut sudah beredar luas. Selian itu, di kawasan itu, dahulu menjadi tempat terjadinya peristiwa heroik.

Daerah yang terletak tak jauh dari Taman Tekno di BSD City, tersebut, dahulu pernah terjadi pertempuran antara masyarakat Banten melawan pasukan kolonial Belanda.

Walaupun bernama “Pahlawan Seribu”, sebenarnya di lokasi tidak berjumlah 1.000 makam pahlawan. Di area makam seluas 9.835 meter persegi tersebut terdapat sekitar 240 makam yang dicat dengan warna putih dan sedikit merah pada bagian atas kayu nisan.

Dari 240 makam di TMP makam tersebut, 151 di antaranya terdapat nama pahlawan, dan sisanya, tertulis sebagai Pahlawan Tak Dikenal. Ada pula dua makam baru yakni pusara almarhum H E Mugni Sastradipura bin H Asnawi (wafat pada 31 Januari 2000) dan sepasang makam orang tua dari Wakil Walikota Tangsel periode 2011-2016, H Benyamin Davnie.

Mereka yang disebut sebagai pahlawan dan dimakamkan di tempat itu, sebenarnya ada kaitannya dengan rentetan pertempuran pascakemerdekaan di wilayah Serpong. Pertempuran yang tak berimbang menyebabkan Serpong dikuasai pasukan Belanda pada tanggal 23 Mei 1946.

Di pihak pejuang prokemerdekaan, tidak kurang 400 orang dibawah pimpinan KH Ibrahim sempat beberapa kali menggempur pasukan Belanda. Mereka juga bekerjasama dengan pasukan laskar dari Tenjo yang dipimpin oleh KH Harun dengan jumlah sekitar 300 orang.

Di kemudian hari, para pejuang prokemerdekaan semakin bertambah dengan masuknya sejumlah laskar rakyat dari Kampung Sengkol pimpinan Jaro Tiking, pasukan dari Rangkasbitung pimpinan Mama Hasyim dan Pasukan Laskar pimpinan Nafsirin Hadi dan E.Mohammad Mansyur.

Pertempuran meletus pada tanggal 26 Mei 1946. Takbir “Allahu Akbar” mengiringi pertempuran. Pasukan Belanda membombardir dengan peluru dan korban pun berjatuhan. Sekitar 200 pejuang Banten gugur, termasuk KH Ibrahim dan Jaro Tiking.

Pada tanggal 27 Mei 1946, pejuang Banten yang berusaha mempertahankan proklamasi kemerdekaan dimakamkan secara massal di Kampung Pariang, Serpong. Makam itulah yang kemudian diberi nama “Makam Pahlawan Seribu”.

Di kemudian hari, jasad para pahlawan yang gugur tersebut dipindahkan ke  lokasi yang kini menjadi TMP Pahlawan Seribu, Serpong. Di tempat itu dibangun pula tugu peringatan perjuangan para pahlawan yang gugur dalam upaya mengusir pasukan Belanda dari kawasan Serpong.

Konon, di TMP yang baru itu, pernah ada pengurus makam yang namanya tak mau disebut pernah merasakan semacam cahaya putih menyelimuti makam dan menutupi pandangannya.  “Entah mimpi atau enggak, tapi semuanya jadi serba putih,” tuturnya.

Sementara warga lain mengatakan bahwa pernah ada seseorang yang ingin buang hajat tetapi orang itu terburu-buru keluar dari toilet dengan wajah pucat pasi. Ia tidak jadi buang air dan sangat ketakutan. Konon ia melihat sosok menyeramkan di toilet makam.

Editor : Taat Ujianto