• News

  • Sisi Lain

Teror Beruntun di Bekas Desa yang Terkubur (Part 1)

Wakaf tersisa dan belum terkubur saat pembangunan perumahan tempat tinggal Rico, di Bojonggede, Bogor
Netralnews/Taat Ujianto
Wakaf tersisa dan belum terkubur saat pembangunan perumahan tempat tinggal Rico, di Bojonggede, Bogor

BOGOR, NETRALNEWS.COM – Rico (42) memanjangkan punggungnya, berusaha mengusir penat. Tangan dijulurkan ke atas dan ditarik ke belakang sementara badannya melengkung ke depan. Rico merasakan bahwa menulis pun ternyata melelahkan, apalagi mereka yang biasa mencangkul di sawah, batin Rico.

Hari sudah larut meninggalkan malam. Teriak seekor tokek terdengar tiga kali, tepat seperti jarum pendek jam dinding di kamar Rico yang menunjuk angka tiga lewat sedikit. Serangga malam lainnya seperti kompak menyahut suara tokek.

Sayup-sayup Rico mendengar suara teriakan perempuan dari luar rumahnya. Suara itu kemudian mengeras meninggalkan bulu kuduk yang mendadak berdiri di punggung Rico. Ia merasa ada yang tidak beres. Dipusatkan kembali telinganya.

Benar, suara itu seperti perempuan menangis dan meraung disusul suara langkah kaki seseorang sedang berlari. Rico menjulurkan kepalanya, berusaha mengintip sumber suara, setelah horden dan daun jendela ruang tamu dibuka.

Terlihat sesosok bayangan putih bergerak cepat ke arah rumah Pak RT 04, tempat tinggal Rico. Rambut halus di punggung Rico kembali rebah setelah ia yakin itu adalah benar merupakan sosok bayangan manusia. Ia yakin, dia adalah Pak Erwin, tetangganya.

Sudah tiga hari istrinya mengalami kesurupan. Bila kambuh, ia berteriak mengaku kepanasan dan menghardik siapapun yang mendekat. Suaminya kuwalahan karena tenaga istrinya mendadak beringas dan kuat sekali saat kesurupan.

Dua hari lalu sudah didatangkan seorang ustaz terkenal di Bogor. Istrinya sempat sembuh. Namun, sore harinya kambuh lagi. Menurut sas-sus, istri Erwin kesurupan beberapa jenis jin yang menghuni lokasi sekitar perumahan tempat tinggal Rico.

Sebelum diuruk, lokasi  perumahan yang ditinggali keluarga Rico, keluarga Erwin, dan  warga sekitarnya (RT 04) di daerah Bojonggede, Kabupaten Bogor, sebenarnya adalah wilayah desa lama yang berupa area kuburan, sawah, rawa, dan hutan karet.

Tepat di rumah Erwin, menurut cerita warga lokal (biasa disebut warga kampung) konon dahulu terdapat wakaf kuburan kuno. Pihak ahli waris, pemilik wakaf, menjual lahan itu kepada pengembang. Sayangnya, ketika diuruk (ditimbun), makam itu tidak dipindahkan terlebih dahulu.

Karena latar belakang itulah, ada yang berpendapat bahwa istri Erwin diganggu oleh sosok arwah penunggu kuburan kuno tersebut. Namun, pendapat itu ditentang oleh ustaz yang didatangkan keluarga Erwin. Menurut Sang Ustaz, istrinya kesurupan jin, bukan arwah orang yang sudah mati.

Bahkan, menurut Ustaz tersebut, jin yang mengganggu itu bukan hanya satu. Kadang menyerupai macan kumbang, kadang menyerupai monyet, bahkan ada yang menyerupai seperti ikan gabus besar dan bermulut lebar serta bertaring.

Anehnya, jin berupa ikan itu disebut-sebut bisa bicara dan bermata seperti manusia (berkedip-kedip dan memiliki alis mata). Dan jenis jin terakhir, kadang menampakkan dirinya menjadi seperti sosok perempuan. Warga biasa menyebutnya kuntilanak.

Lamunan Rico terhenti ketika dari kejauhan terlihat sosok Erwin yang mengenakan baju gamis berjalan cepat-cepat diiringi Ketua Pak RT 04. Sosok pemimpin di wilayah Rico terkenal sebagai pelayan masyarakat yang baik.

Ia juga memiliki pergaulan yang luas, terutama dalam lingkup tokoh umat Islam di wilayah Kabupaten Bogor.  Ia pula yang merekomendasikan Pak Erwin untuk minta bantuan seorang ustaz yang terbiasa menangani kasus-kasus kesurupan (mengusir roh halus).

Rico menduga bahwa Pak RT dimintai bantuan agar kembali memanggil Pak Ustaz. Dan memang benar. Ketika hari sudah terang, sekitar pukul 07.30, datanglah Pak Ustaz. Setelah itu terdengar Ayat-Ayat Suci Alquran dilantumkan dan sesekali diselingi suara teriakan istri Erwin.

Rico tak mau mendekat. Ia merasa tak enak dan tak mau dibilang sok mau tahu masalah orang lain. Lagipula, ia tergolong warga baru di daerah itu. Ia baru satu tahun mengambil rumah over kredit di perumahan itu. Oleh sebab itu, Rico memilih hanya “menguping”.

Namun, sejak hari itu, Minggu di bulan April 2018, Rico tanpa diduga, terseret oleh persoalan yang kental berbau supranatural, yang kemudian beruntun meneror warga di sekitar perumahan itu.

Semua itu gara-gara Rico mengangkat tulisan tentang misteri dan asal-usul daerah tersebut, dan mengunggahnya dalam salah satu akun medsos miliknya. Ia ditegur oleh Pak RT. Katanya, akibat kisah yang ia tulis, salah satu jin penunggu daerah itu tersinggung dan marah.

“Mohon maaf Pak Rico, saya ingin sampaikan pesan Pak Ustaz yang sedang berusaha menyembuhkan istri Pak Erwin. Beliau mengatakan bahwa jin penunggu daerah yang kini telah terkubur menjadi perumahan ini, mengaku terusik,” tutur Pak RT membuka percakapannya dengan Rico.

“Selama ini, jin itu merasa tak pernah ada yang mengusik, namun sejak ada foto dan tulisan yang dibuat Bapak, jin itu merasa terganggu. Ia kemudian berusaha menyampaikan protesnya dengan cara merasuki badan istri Pak Erwin,” tegur Pak RT kepada Pak Rico di siang hari itu.

“Mungkin Pak Rico memiliki penangkal dan tak diganggu, tetapi tulisan yang Pak Rico buat, ternyata dibaca oleh Istri Pak Erwin yang memang memiliki sifat bawaan mudah dirasuki makhluk halus,” Imbuh Pak RT.

Pak RT juga menjelaskan bahwa sifat bawaan lahir yang dimiliki oleh Pak Erwin sebenarnya tidak buruk jika sejak kecil dibina dan diarahkan. Masalahnya, istri Pak Erwin berusaha menolak tak mau menerima bakat bawaan itu, akibatnya, kemampuannya tak terkontrol.

“Ia sangat mudah kerasukan roh dan menjadi tak terkendali bila kambuh. Kebetulan, kemarin kambuh dipicu oleh tulisan Pak Rico. Jadi, saya mohon, Pak Rico agar ikut menjaga kondisi, dan sementara mohon unggahan cerita itu dihapus dulu,” pinta Pak RT.

Rico yang dari awal terbengong-bengong dengan penjelasan Pak RT, segera tahu arah pembicaraannya. Ia menyanggupi permintaan tersebut. Dan tulisan yang dimaksud, segera diturunkan dari statusnya di salah satu akun medsos milik Rico.

Usai Pak RT pulang, ternyata persoalan masih berlanjut. Salah satu saudara Pak Erwin mengirim pesan melalui Whatsapp kepada Rico. Orang itu juga mengaku keberatan dengan kisah yang ditulis di status medsosnya. Dalam pesannya, ia juga mengaku merasakan datangnya kekuatan gaib dan mengancam akan mencelakakan warga di RT 04.

Rico mendadak merasakan perutnya mual dan kakinya gemetar.... (Bersambung).

Editor : Taat Ujianto