• News

  • Sisi Lain

Sosok Menyerupai Perempuan Dikabarkan Melayang di Atas Perumahan di Bogor (3)

Di lokasi yang disebut-sebut warga sering ada penampakan akan dibangun pos ronda
Netralnews/Istimewa
Di lokasi yang disebut-sebut warga sering ada penampakan akan dibangun pos ronda

BOGOR, NETRALNEWS.COM – Rico (42) menahan nafas. Ia mendapat ceramah tanpa diminta dari tetangganya. Ceramahnya cukup panjang dan ternyata masih berlanjut lagi dengan ceramah lainnya.

Lelaki berdarah Jawa dengan nama asli Hari Koriansyah itu memegang android dengan mata terpaku membaca pesan WA dari orang yang bernama Pak Kumis (nama samaran).

Pesan panjang sebelumnya masih ia simpan. Cerita itu mengisahkan tentang seorang warga RT 04, di perumahan di Bojonggede, Kabupaten Bogor, karena menutup jalan yang dipercaya warga kampung sebagai jalur makhluk halus atau angker, dampaknya fatal.

Akibat penutupan itu, keluarga tersebut diganggu mulai dari aneka rupa penampakan hingga gonjang-ganjing keluarga. Buntutnya, orang itu akhirnya pindah rumah (over kredit) karena tidak tahan oleh berbagai gangguan tersebut.

Pak Kumis masih mengungkit-ungkit cerita yang diunggah oleh Rico di akun medsosnya. Tulisan itu dianggap telah mengusik roh halus penunggu area perumahan. Walau unggahan sudah dihapus, Pak Kumis menyebutkan bahwa dampaknya masih berlanjut.

Dalam pesan WA panjangnya kali ini, Rico mendapat cerita tentang gangguan penampakan makhluk halus menyerupai perempuan melayang-layang di atas area perumahan sekitar setahun lalu (2018), saat Rico belum tinggal di daerah itu.

Pak Kumis menyebutkan bahwa narasumber dapat dipercaya dan seorang saksi mata yang melihat penampakan itu, masih ada. Kalau Rico tidak percaya, ia diminta menanyakan langsung ke orangnya.

Karena penasaran, hari berikutnya Rico mendatangi orang yang disebut Pak Kumis. Orang itu adalah salah satu sesepuh warga kampung sekitar perumahan dan biasa dipanggil Engkong Asep (68).

Baca juga: Teror Beruntun di Bekas Desa yang Terkubur (Part 1)

Menurut penuturan Asep kepada Rico, dikisahkanlah asal mula daerah yang kini menjadi perumahan area RT 04, tempat tinggal Rico. Sejak dahulu, lokasi itu memang diyakini sangat angker.

Hal ini disebabkan oleh adanya banyak jenis makhluk halus yang menghuni Kali Pesanggrahan. Memang benar, perumahan itu berada tak jauh dari Kali Pesanggarahan.

Konon, sebelum diuruk atau ditimbun tanah, wilayahnya berupa rawa-rawa di kanan dan kiri kali Pesanggrahan. Rawa-rawa itu adalah tempat tinggal siluman buaya putih tanpa ekor.

Sementara pada malam dan hari tertentu, daerah ini menjadi tempat berkumpulnya berbagai jenis dedemit penunggu kali Pesanggrahan.

“Dahulu, daerahnya berawa dan lumpurnya dalam. Warga sekitar sini menyebutnya balong. Kehidupan makhluk halus itu mirip juga dengan manusia. Mereka punya semacam kampung. Dan di rawa inilah, mereka sering berpesta atau berkumpul,” terang Asep kepada Rico.

Tahun 1970-an, di era pembangunan masa pemerintahan Orde Baru, sejumlah wilayah kali Pesanggrahan dibangun bendungan dan tanggul diperbaiki. Sawah dibuka, termasuk lahan yang kini menjadi perumahan area RT 04.

“Saat sudah menjadi sawah, dulu sering saya menjumpai penampakan sosok nenek-nenek hingga perempuan berambut panjang mengganggu para petani. Biasanya muncul saat Azan Magrib. Mau percaya atau tidak, ya silakan. Memang begitu yang pernah saya alami saat masih muda,” tutur Asep.

“Baru ketika memasuki tahun 1990, wilayah sekitar sini mulai ramai.  Banyak pendatang dan banyak pembangunan perumahan, tetapi wilayah sini tetap saja angker,” tambah Asep.

Sejak pengurukan area sawah, Asep tidak lagi menggarap sawah. Ia kemudian berganti profesi menjadi salah satu petugas sekuriti di perumahan tempat tinggal Rico. Ia rutin meronda di malam hari untuk menjaga keamanan warga perumahan.

“Belum lama ini saja, saat dini hari sekitar pukul 02.00, saya melihat penampakan perempuan berbau putih dan berambut panjang sedang duduk di dalam mobil yang diparkir tak jauh dari lapangan RT 04. Saat saya dekati menghilang sementara mobil dalam kondisi terkunci,” tegas Asep mengisahkan keangkeran tempat tinggal Rico.

Baca juga: Warga di Bogor Dikabarkan Alami Demam Misterius, Teror Syaiton? (Part 2)

Usai menjumpai Asep, Rico juga mendatangi salah satu narasumber yang disebut-sebut pernah melihat penampakan sosok perempuan melayang di atas perumahan.

Kali ini, narasumber yang disebut ternyata adalah seorang gadis atau generasi muda di RT 04, namanya Nia (17). Rico segera mengorek keterangan Nia, seorang pelajar yang kini sudah duduk di kelas XII.

“Ya kala itu jelas sekali. Kami bertujuh melihatnya penampakan sosok perempuan berbaju putih, berambut panjang, melayang di atas pohon pisang di bawah sutet sambil tertawa cekikikan. Melayang, ya seperti terbang kemudian menghilang,” tutur Nia.

Seingat Nia, peristiwa terjadi sekitar pukul 23.30, saat anak-anak tengah ngobrol di lapangan voli  yang berada tak jauh dari lokasi penampakan. Anak-anak itu baru saja selesai bermain bentengan (permainan tradisional).

“Saat anak-anak berlarian, sosok itu masih melayang. Tapi begitu bapak-bapak berdatangan karena kami berteriak-teriak, sosok itu kemudian menghilang,” tambah Nia.

Masih di lokasi yang sama. Narasumber lain, bernama Sasa (15) juga mengaku pernah melihat penampakan empat anak perempuan berbaju putih sedang bergerombol, seolah sedang bermain dakon (permainan tradisional).

“Saya melihatnya dari jarak sekitar 20 meter. Wajahnya kelihatan pucat tapi saya merasa nggak kenal mereka. Mereka bukan berasal dari warga RT 04  (wilayah tempat tinggal Sasa, red),” kenang Sasa terhadap penampakan di satu malam sekitar awal tahun 2018.

“Begitu saya dekati, mereka semua berubah menjadi seperti kabut dan lenyap. Karena takut, ya saya langsung lari meninggalkan lokasi itu,” kenang Sasa.

Rico kini makin bertambah pusing. Mengapa begitu banyak orang mengatakan daerah tempat tinggalnya adalah angker? Mengapa banyak yang melihat penampakan tapi tidak terlihat takut?

Tetapi mengapa Pak Kumis seolah menakut-nakuti dan menyalahkan dirinya karena menulis cerita asal-usul daerah RT 04 yang sudah deketahui banyak orang sebagai daerah angker? Rico makin penasaran. (Bersambung)

Editor : Taat Ujianto