• News

  • Sisi Lain

Kapal Hantu Dikabarkan Muncul di Tengah Kabut Asap di Riau

Kapal menembus kabut asap di Sungai Siak
Netralnews/Istimewa
Kapal menembus kabut asap di Sungai Siak

PEKANBARU, NETRALNEWS.COM – Di tengah keprihatinan mendalam atas bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda daerah Sumatera dan Kalimantan, muncul cerita heboh dari seorang warga yang tinggal di Pekanbaru.

Kepada Netralnews.com, Senin (23/9/2019), Toni (45) yang sehari-hari bekerja di salah satu perusahaan perkebunan mengisahkan tentang pengalamannya dua tahun silam saat terjadi bencana kabut asap melanda daerah Riau.

“Malam itu, saya bersama dua rekan sedang menempuh perjalanan dari Pekanbaru menuju Bengkalis dengan menumpang kapal atau biasa disebut Bis Air. Di tengah perjalanan itulah, muncul penampakan aneh dari balik kabut asap,” tutur Toni.

“Kejadiannya sekitar pukul 21.00. Maksudnya aneh, kapalnya hitam ketika berada di jarak sekitar 500 meter terlihat seperti kapal habis hangus terbakar dengan bendera merah berlogo tengkorak. Kayak kapal perompak,” imbuh Toni.

Toni mengaku tidak merasakan takut, hanya merasakan aneh saja. Setelah menjauh dari kapal itu, barulah muncul pernyataan dari penumpang lain bahwa kapal yang baru saja menampakkan diri itu diyakini sebagai kapal hantu penghuni Sungai Siak.

“Saya kan pendatang, jadi nggak tahu asal-usul dan cerita masyarakat di Riau. Baru tahu kali itu juga bahwa itu ternyata (penampakan) kapal hantu,” kata Toni yang merasa bersyukur karena perjalanan selanjutnya tidak ada mengalami aral melintang.

Penemuan mayat berulang

Kisah mistis tentang keangkeran Sungai Siak memang sudah menjadi buah bibir masyarakat Riau. Selain mitos tentang kapal hantu, banyak beredar juga cerita lain seperti penampakan memedi, kuyang, istana siluman, dan sebagainya.

Sering diceritakan juga oleh masyarakat setempat, tentang penampakan sosok gajah putih yang timbul di sungai. Ada pula yang mengaku pernah melihat buaya putih sedang mencari mangsa di pinggir sungai. Bahkan ada yang mengaku melihat ikan duyung hingga seekor naga.

Terlepas dari benar dan tidaknya tentang makhluk halus yang menghuni sungai terdalam di Sumatera itu, yang pasti, di Sungai Siak sudah berulang kali ditemukan mayat mengapung. Hampir tiap tahun, ada saja korban mininggal akibat hanyut di sungai tersebut.


Ada yang meninggal karena kecelakaan, ada juga yang meninggal karena bunuh diri. Dalam kepercayaan sebagain warga, orang yang meninggal karena bunuh diri, konon arwahnya masih sering menampakkan diri di sekitar sungai Siak.

Salah satu korban bunuh diri terjadi beberapa tahun silam. Pelakunya adalah seorang mahasiswa
Pekanbaru berinisial AA. Pria lajang ini ditemukan mengapung setelah nekat menceburkan dirinya ke arus deras Sungai Siak.

AA sempat hilang selama tiga hari dan ditemukan anggota tim SAR (BaSARNas) Pekanbaru. Lokasi penemuan AA berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi korban melompat, yakni di Jalan Kapur Ujung tak jauh dari Masjid Nurul Iman, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru.

Antara rumor dan fakta

Karena sering terjadi kasus bunuh diri dan penemuan mayat karena tindak kekerasan, muncul rumor lain bahwa Sungai Siak dihuni oleh arwah-arwah penasaran.

Sementara yang lain menyebut di Sungai Siak ada istana siluman. Di istana itu berkumpul setan dan jin. Tak heran banyak media juga mengangkat kisah mistis tersebut.

Namun, bila ditilik dari sejarahnya, Sungai Siak merupakan sungai yang sejak dahulu memang menjadi jalur transportasi yang bisa dilalui kapal-kapal besar karena kedalamannya. Sejak era kerajaan Hindu-Budha dan Islam, sungai ini dipastikan sudah ramai.

Sungai ini dipastikan juga menjadi jalur penting bagi kerajaan Siak yang dahulu pernah berdiri di Riau. Mengenai keberadaan kerajaan ini, unsur misteri juga sangat kental. Dibutuhkan kajian sejarah untuk mengungkap fakta-fakta terkait Kerajaan Siak tempo dulu.

Bahwa ada kapal yang celaka, terbalik, terbakar karena tabrakan atau karena peperangan, maka peristiwa itu bisa diistilahkan “terekam” dalam ingatan dan ceita tutur warga. Bisa jadi, cerita “hantu kapal” adalah ekspresi lain dari kisah tragis kapal-kapal yang menjadi korban di sungai Siak.

Walaupun dikatakan angker, sungai yang melewati lima kabupaten dan kota sehingga sungai ini tetap memberikan peranan penting di daerah Riau. Artinya, keangkerannya memberikan pesan agar warga senantiasa hati-hati saat menggunakan jalur transportasi tersebut.

Bila dilongok di peta pemerintah daerah Pekanbaru, Sungai Siak sebenarnya memiliki tiga anak sungai utama yaitu Tapung Kiri dan Tapung Kanan yang berada di hulu bermuara membentuk 'up stream' Sungai Siak dan anak sungai lainnya adalah Sungai Mandau.

Sungai ini memiliki lebar rata-rata 100 hingga150 meter dan kedalaman 20 hingga 29 meter dengan total panjang diperkirakan mencapai 527 kilometer dimana yang dapat dilayari yakni sepanjang 300 kilometer.

Ada keuinikan di jalur sungai ini yakni adanya hutan bakau yang menghiasi pinggiran sungai. Selain bakau juga ada beragam jenis tanaman lain yang jarang ditemui di bantaran sungai lainnya.

Sayangnya, ada sejumlah perusahaan yang beroperasi di daerah aliran sungai (DAS) dan membuah limbah produksi seenaknya ke sungai. Akibatnya, Sungai Siak mulai mengalami pencemaran. Airnya berwarna coklat pekat dengan bau limbah industri yang begitu menyengat.

Airnya yang keruh dan tercemar serta arusnya yang deras menimbulkan kesan jauh lebih angker. Kesan itu juga menyiratkan bahaya akan terjadinya pendangkalan sungai.

Editor : Taat Ujianto