• News

  • Sisi Lain

Misteri Sosok Ratu Suka Kibaskan Selendang, Penunggu Ruangan Misterius di Menteng

Ilustrasi ruangan misterius di salah satu gedung di bilangan Menteng yang disebut-sebut angker oleh Wiratami
Netralnews/Istimewa
Ilustrasi ruangan misterius di salah satu gedung di bilangan Menteng yang disebut-sebut angker oleh Wiratami

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pagi-pagi sekali, seperti biasanya Wiratami beranjak dari tempat tinggalnya di Pasar Baru, menuju tempat kerjanya di salah satu gedung bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Mengenakan pakaian seragam berwarna merah, Wiratami mulai bergelut dengan kemacetan dan polusi ibu kota.

Sesampainya di tempat kerja, Wiratami menyalakan lampu dan mengecek kebersihan kamar mandi di beberapa lantai gedung. Untuk diketahui, di lantai satu dan dua gedung tersebut merupakan kantor, sedangkan lantai empat, lima, dan enam digunakan untuk aktivitas belajar mengajar mahasiswa dan dosen, alias kampus.

Lantas, bagaimana dengan lantai tiga?. Ya, lantai tersebut memang tidak digunakan untuk kantor bahkan tidak diperuntukkan pula untuk belajar para mahasiswa. Bahkan, di antara empat lift yang tersedia di lantai dasar gedung tersebut, terdapat sebuah lift yang khusus diperuntukkan menuju ke lantai tiga.

Kebetulan, Wiratami mengaku pernah betugas membersihkan lantai tiga, khususnya sebuah ruangan yang tidak sembarangan boleh dimasuki orang. Katanya, apabila ke lantai tiga, akan ada sebuah pintu kayu yang besar dan kokoh.

"Waktu sampai di lantai 3 saya dengar ada suara 'srek... srek... srek..'. Saya kaget dan sempat bengong karena kejadian itu terjadi berulang kali ," kata wanita berhijab ini pada Netralnews, Sabtu (28/9/2019).

Sedikit takut, Wiratami membuka pintu kayu besar itu untuk bersih-bersih. Menurutnya, ada yang beda dari ruangan itu dibanding dengan ruangan lain yang ada di gedung tersebut.

Misalnya, ada banyak pintu yang akan dilalui menuju meja kerja, arsitektur bagai keraton, jam dinding antik raksasa, guci besar, dua patung singa yang mengapit meja kerja, hingga kursi kerja bak singgasana.

Wiratami bergegas membersihkan ruangan yang dulunya digunakan oleh pemilik gedung, ditenggarai bernama Almarhum Probosutedjo, adik dari Presiden Kedua Indonesia, Soeharto.

Diketahui Wiratami, masih ada yang menggunakan ruangan tersebut sampai saat ini, yakni seorang pria yang biasanya habiskan waktu untuk membaca koran.

"Sampai sekarang ruangannya masih dipakai. Tapi memang nggak sembarang orang yang boleh masuk ke ruangan itu. Saya aja hanya bersih-bersih dan mau selfie malah dimarahin," jelas Wiratami.

Selesai bersih-bersih di ruangan tersebut, Wiratami lantas menceritakan pengalaman aneh yang dia alami kepada rekannya sesama petugas kebersihan "senior" di gedung itu.

Maklum, Wiratami baru satu tahun bekerja di gedung tua itu. Rekannya lantas ungkapkan bahwa suara misterius yang sering terdengar di lantai tersebut merupakan suara selendang yang sedang dikibaskan sesosok ratu berselendang.

"Katanya di ruangan itu ada penunggunya, seorang ratu cantik. Dia (ratu) suka mengibaskan selendang hingga menyentuh lantai dan menciptakan suara misterius itu selama ini" kata Wiratami dengan bulu kuduk yang berdiri.

Menurut rekan sesama petugas kebersihan, suara yang ditimbulkan oleh sang ratu adalah bentuk perkenalan dari sosok mistis tersebut pada Wiratami. Ratu tersebut dikatakan kerap berdiam di dekat sebuah guci besar, di dalam ruangan.

Penasaran, Netralnews lantas melakukan penelusuran. Benar saja, di antara empat lift yang tersedia di lantai dasar gedung tersebut, hanya terdapat sebuah lift yang khusus diperuntukkan menuju ke lantai tiga.

Namun lift khusus itu sepertinya tidak beroperasi, pasalnya lift hanya dalam posisi terbuka di lantai dasar dan dihalangi oleh sebuah tong, pertanda tidak bisa digunakan.

Tapi masih ada cara lain yang bisa dilakukan menuju ke lantai tiga, di antaranya menggunakan lift lain atau menggunakan tangga darurat. Saat sampai di lantai tiga, Netralnews disambut dengan suasana gelap bahkan tidak ada cahaya, kalaupun ada, itu hanya berasal dari chaya lift yang terbuka.

Di sebelah kiri dan kanan hanya ada tembok dari kayu. Bedanya di sebelah kiri, ada tembok berwarma hitam dan bermotif kayu, sedangkan di sebelah kanan berupa tembok kayu yang lebar dan kokoh, yang diduga merupakan pintu ruangan misterius tersebut.

Dibandingkan dengan lantai lainnya, apabila keluar dari lift biasanya akan ada dua lorong ke kanan dan di kiri. Di setiap lorong terdiri dari beberapa ruangan untuk bekerja di lantai satu dan dua, sedangkan lantai empat, lima dan enam sebagai ruangan belajar dan beberapa kamar mandi.

"Tapi sudah beberapa waktu belakangan ini, di lantai satu sudah tidak dipakai kantor lagi. Kalau ruangan di lantai tiga memang tidak boleh sembarangan masuk," tegas dia.

Mengalami berbagai macam hal mistis, ternyata tidak membuat Wiratami mengurungkan niatnya untuk mencari nafkah. Bahkan, menurut pengakuannya, dia sudah terbiasa bertemu dengan makhluk-makhluk halus jenis lainnya.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Taat Ujianto